Rabu, 29 Februari 2012

Pengawasan Mata Uang Standar Emas Memastikan Kestabilan Harga

Pengawasan Mata Uang Standar Emas Memastikan Kestabilan Harga



Argumen 7: Masalah Pengawasan

Argumen 7: Bagaimana bisa pemerintah dipercaya untuk menjaga Standar Emas. AS sebagai contoh, dituduh mencetak lebih banyak dollar daripada cadangan emas di akhir 1960-an sebelum mereka membatalkan perjanjian Bretton Woods.

Bantahan: Islam mewajibkan 100% mata uang berbasis emas. Ini berdasarkan berbagai dalil Qur'an. Bagi negara Islam untuk menjaga rasio cadangan emas 100%, merupakan keyakinan yang berkaitan dengan akidah dan akan menjamin pencopotan pemimpin jika dia secara nyata menyalahi suplai uang dalam perekonomian.

Banyak pihak yang berargumen bahwa menjaga sistem cadangan emas 100% untuk Standar Emas adalah mustahil dan oleh karenanya mereka menentang Standar Emas. Bab ini menganalisis prospek-prospek sebenarnya dari tugas secara nyata mengawasi penerapan Standar Emas dan cek-dan-perimbangan yang mungkin dilakukan.

Sistem mata uang Standar Emas bekerja atas dasar bahwa jumlah uang - kertas atau koin, dalam perekonomian 100% didasarkan pada Emas riil. Apapun tingkat nilai antara uang kertas dan satu gram emas, sistem ini tetap harus sepenuhnya memiliki cadangan emas dengan jumlah yang sama.

Dalam sejarah, kekuatan-kekuatan dunia telah berulang-ulang memutus hubungan antara uang dan emas dalam Standar Emas karena perang dan membayar utang. Ketidakjujuran ini adalah salah satu argumen utama dari para pendukung Standar Emas melawan uang Fiat.

Mekanisme pengawasan Standar Emas adalah vital untuk memastikan Standar Emas diterapkan dengan benar. Banyak orang dari pihak pendukung anti emas yakin bahwa rasio cadangan emas 100% adalah mustahil karena kurangnya jumlah emas di dunia dan karena pemerintah memiliki monopoli terhadap suplai uang maka tidak ada mekanisme untuk memastikan kredibilitas rasio cadangan emas terhadap uang dalam perekonomian. Mekanisme pengawasan adalah penting karena keyakinan terhadap standar emas didasarkan pada kemampuan untuk mengawasi cadangan emas dan mata uang yang beredar.

Islam mewajibkan cadangan emas 100%. Bagi negara Islam, menjaga rasio cadangan emas 100% adalah perkara keyakinan yang berkaitan dengan akidah dan akan menjamin pencopotan pemimpin jika dia secara nyata menyalahi suplai uang dalam perekonomian.

Penetapan aturan-aturan Islam tertentu dengan Dinar, Dirham dan Mitsqal, artinya dinar dengan beratnya dalam emas, dan dirham dengan beratnya dalam perak, adalah unit moneter yang dengannya nilai-nilai barang dan jasa diukur.

Islam menghubungkan hukum-hukum Syari'ah dengan emas dan perak dari dalil, ketika aturan-aturan itu berkaitan dengan uang, hal ini menjadi bukti bahwa emas dan perak ditekankan sebagai uang. Dari sini, Islam mengharuskan emas untuk secara nyata menjadi bagian dari transaksi legal apapun bagi negara Khilafah.

Ketika Islam melarang penimbunan kekayaan, Islam secara spesifik melarang penimbunan emas dan perak meski fakta bahwa kekayaan bisa terdiri dari berbagai kepemilikan lain yang bisa dimiliki oleh individu. Namun, aturan tentang penimbunan kekayaan ditunjukkan dalam uang, bukan barang dan jasa. Islam menghubungkan emas dan perak dengan sejumlah aturan. Maka Islam mewajibkan Standar Emas secara prinsip dan praktek, maka di samping menjadi suatu perkara keyakinan akidah, pencopotan pemimpin bisa dilakukan jika standar itu tidak diterapkan secara tepat.

Cara lain di mana Standar Emas bisa dimonitor adalah melalui mekanisme otomatis, yaitu tingkat harga-harga dalam negara. Jika tingkat umum harga-harga di seantero perekonomian naik atau turun dengan tidak ada penjelasan terkait perubahan dalam pasar produk (yaitu kekuatan pasar) maka pasti disebabkan oleh tingkat suplai uang dalam perekonomian yang berubah. Jika ini kasusnya, si pemimpin bisa ditanya untuk menjelaskan fenomena semacam itu. Kemampuan untuk memonitor mekanisme ini dan memformalkannya melalui suatu komite atau badan pengatur bisa menghasilkan kepercayaan terhadap negara dan Standar Emas.

Tanpa sistem pengawasan, uang jelek akan menggusur uang baik yang mengakibatkan penimbunan sebagaimana ditunjukkan oleh hukum Gresham. Sistem pengawasan akan memastikan jumlah uang beredar tetap sama secara relatif dengan jumlah emas dalam cadangan, yang akan menjaga integritas sistem.

Beriringan dengan ini, tinjauan tahunan bisa dilakukan terhadap stok total emas di simpanan negara dibandingkan dengan penilaian jumlah suplai uang dalam perekonomian lebih luas. Ini akan memungkinkan secara tahunan verifikasi stok Standar Emas.  Ini akan dilakukan oleh para ahli di bidang ini dan oleh tim yang independen dari pemerintah.

Sesungguhnya mekanisme pengawasan yang diperlukan untuk memastikan suplai emas dan perak akan diterapkan dengan dasar bahwa pengadopsian Standar Emas merupakan kewajiban dalam Islam sehingga apapun yang mengakibatkan penerapannya dan peneguhannya akan diusahakan. Karena keberlanjutan kekuasaan pemimpin (Khalifah) bergantung pada penerapannya akan semua aturan Syari’ah, dan karena penggusuran terhadap pemimpin bisa ditimpakan oleh Mahkamah Tindak Kezaliman (Mahkamah Mazalim), maka akan terdapat pengawasan ketat terhadap semua fungsi ekonomi termasuk menjaga standar Emas/Perak dengan sepenuhnya. Ini bertolak belakang dengan pemerintah AS, sebagai contoh, yang menolak untuk membolehkan audit oleh publik terhadap cadangan emas di Fort Knox.

Ini adalah cek-dan-perimbangan untuk memastikan integritas Standar Emas, dan kepercayaan terhadap pemerintah yang menjaganya.

Pengawasan Mata Uang Standar Emas Memastikan Kestabilan Harga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda