Senin, 15 April 2013

Ideologi Islam Tetap Eksis

Ideologi Islam Tetap Eksis




Serangan Amerika Untuk Menghancurkan Islam

Penulis: Syaikh Abdul Qadim Zallum
Diterbitkan oleh Hizbut Tahrir

Slogan-slogan Serangan Amerika:
Demokrasi
Pluralisme
Hak Asasi Manusia
Strategi Pasar Bebas

بســـــــم الله الرحمن الرحيـم

Pendahuluan

Keruntuhan Uni Soviet pada awal dekade 90-an abad ini, pada hakekatnya adalah kehancuran suatu negara dalam arti keruntuhan dan kepunahan sebuah ideologi secara internasional (tidak ada lagi negara yang mengembangkannya ke seluruh dunia) dan universal (tidak dianut lagi oleh suatu umat/bangsa manapun).

Hal itu karena, pertarungan yang berkobar seusai Perang Dunia II antara blok Barat pimpinan Amerika Serikat (AS) dengan blok Timur pimpinan Uni Soviet (yang dikenal dengan sebutan Perang Dingin), bukanlah semata-mata pertarungan antara dua blok secara internasional. Lebih dari itu, sesungguhnya yang berkecamuk adalah pertarungan keyakinan antara ideologi Kapitalisme melawan ideologi Sosialisme. Dan medan pertarungan ideologi ini tidak terbatas hanya di kawasan Eropa saja, akan tetapi telah menjangkau seluruh kawasan dan pelosok dunia.

Pertarungan ini telah berakhir; ditandai dengan runtuh dan terpecah belahnya Uni Soviet menjadi banyak negara, hancurnya ideologi Sosialisme Marx sebagai sebuah sistem dan metode kehidu­pan bagi berbagai negara dan bangsa, serta punahnya Sosialisme Marx secara internasional dan universal.

Maka adalah wajar, kalau Amerika -dan blok Barat umumnya- beranggapan bahwa keruntuhan Uni Soviet ini merupakan kemenangan bagi ideologi Kapitalisme sebagai suatu sistem dan metode kehidu­pan. Lebih dari sekedar itu, para penganut Kapitalisme yang fanatik telah menyifati kemenangan ini secara berlebihan, sampai-sampai Francis Fukuyama -seorang filsuf Jepang- mengklaimnya sebagai babak akhir dari perjalanan sejarah.

Padahal sesungguhnya, sebuah ideologi tidaklah punah dengan hancur dan terpecah belahnya negara penganut ideologi tersebut menjadi banyak negara. Sebuah ideologi baru dikatakan punah, kalau bangsa dan negara penganutnya telah melepaskan diri dari ideologi yang dianutnya itu, kemudian memeluk ideologi lain, dan membangun kembali metode kehidupannya atas dasar ideologi baru tersebut.

Memang demikian itu yang terjadi pada ideologi Sosialisme Marx. Seluruh bangsa dan negara yang dulu menjadi anggota blok Timur telah membuang ideologi Sosialisme, lalu mengambil ideologi Kapitalisme, dan kemudian cepat-cepat membangun kehidupannya berlandaskan ideologi tersebut.

Namun ideologi Islam, sebagai perbandingan, sebenarnya dapat dikatakan masih eksis secara universal, setelah negara Khilafah Utsmaniyah runtuh pada tahun 1924M. Sebab, umat Islam dengan keanekaragaman bangsanya tetap menganut ideologi Islam ini, sekalipun memang ideologi ini telah dijauhkan dari kehidupan praktis dan tidak lagi mempunyai eksistensi internasional.

Jadi, sebuah ideologi itu pada hakekatnya tetap eksis secara universal selama masih terdapat umat yang menganutnya, meskipun mereka tidak kuasa menerapkan peraturan-peraturannya karena terdapat paksaan yang berada di luar kehendak mereka. Namun demikian, memang benar kalau dikatakan bahwa ideologi tadi tidak lagi memiliki eksistensi internasional, sebab tidak terdapat sebuah negara yang mengemban ideologi itu dan menjadikannya sebagai landasan strategi politik internasionalnya.

Atas dasar itu, maka ideologi Islam sesungguhnya tetap eksis secara universal hingga kini, semenjak terbentuknya umat Islam-ber­landaskan ideologi tersebut- di Madinah setelah hijrahnya Rasulullah Saw. dan berdirinya Negara Islam yang pertama. Hanya saja memang benar, bahwa ideologi Islam ini tetap eksis secara internasional sejak detik itu hingga hancurnya Khilafah Utsmaniyah di awal abad ini.

Fakta di atas berbeda dengan apa yang terjadi pada ideologi Sosialisme. Ideologi ini mulai eksis secara universal sejak akhir abad ke-19 M, ketika mulai mendapatkan basis opini umum di antara bangsa-bangsa Eropa. Baru pada tahun 1917, Sosialisme mulai eksis secara internasional dengan berdirinya sebuah negara di Rusia dan sekitarnya -yang kemudian dikenal dengan sebutan Uni Soviet- atas dasar ideologi tersebut. Dan ideologi Sosialisme ini tetap eksis secara internasional hingga tahun 1991 ketika Uni Soviet roboh dan bangsa-bangsa penganut Sosialisme ramai-ramai melepaskan diri dari ideologi tersebut. Dengan demikian, Sosialisme Marx telah punah secara internasional dan universal.

Dengan hancurnya Sosialisme, akhirnya AS mendominasi percaturan politik internasional, sebab tak ada lagi negara di dunia ini yang mengemban ideologi lain dan menjalankan strategi politik internasionalnya atas dasar ideologi tersebut. Namun ditinjau dari segi eksistensi secara universal, sesungguhnya tetap terdapat dua ideologi; Islam dan Kapitalisme.

Dengan adanya dominasi tunggal AS, lahirlah Tata Dunia Baru. Sebutan Tata Dunia Baru, dapatlah dianggap tepat kalau ditinjau dari segi eksistensi ideologi secara internasional. Oleh karena itu, adalah wajar kalau Presiden AS waktu itu (George Bush) mengumumkan kelahiran Tata Dunia Baru, sebab AS adalah negara adidaya terkuat di dunia. Dialah pemimpin negara-negara Kapitalis sekaligus pembawa bendera propaganda ideologi Kapitalisme.

Ideologi Islam Tetap Eksis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda