Rabu, 16 Oktober 2013

Apakah Kelompok Islam Mau Sistem Islam

Apakah Kelompok Islam Mau Sistem Islam




Kesimpulan

Selama lebih dari 18 bulan Umat di seantero dunia Muslim turun ke jalan untuk mengambil kendali atas tangan mereka sendiri. Para jongos Barat yang awet semacam Gaddafi di Libya, Mubarak di Mesir, Saleh di Yaman dan Ben Ali di Tunisia semuanya jatuh seiring Tsunami perubahan menggusur apapun yang menghalangi.

Sejumlah kelompok Islam telah muncul dengan dukungan besar dan kemenangan tiba-tiba dalam pemilu yang terjadi di Timur Tengah. Di Tunisia, Maroko dan Mesir, jutaan orang voting bukan pada nilai-nilai sekular liberal dan mereka sangat menginginkan pemerintahan Islam.

Namun para partai pemenang yang sebelumnya dalam kampanye berusaha meyakinkan massa bahwa mereka Islami, berubah menjadi meyakinkan Barat bahwa mereka moderat. Memang, dalam usaha memenangkan opini internasional, mereka telah mengabaikan semua kepalsuan identitas politisi Islam. Dalam melakukannya, mereka pikir mereka itu pragmatis, pintar dan jago politik. Namun semua yang telah mereka tunjukkan adalah oportunisme mereka, standar ganda mereka dan bahwa mereka tidaklah lebih berprinsip dibanding para sekularis. Ketika berhadapan dengan menerapkan politik Islam, mereka beralasan ada hambatan konstitusional dan perlunya memihak minoritas. Ketika berhadapan dengan menerapkan ekonomi Islam, mereka beralasan perlunya menjaga agar investor dan turis tidak ketakutan. Ketika berhadapan dengan menerapkan kebijakan luar negeri Islam, mereka beralasan perlunya menunjukkan citra moderat dan menyenangkan Barat. Memang, itu adalah kekhawatiran, kelemahan dan keinginan mereka menyenangkan Barat, nama mereka saja yang Politisi Islami. Realitasnya adalah bahwa berbagai kelompok Islam Mesir yang tadinya dipenjara oleh orang semacam Mubarak dan berteriak 'Islam adalah solusi,' saat ini sesungguhnya justru mencegah Umat dari berkuasanya Islam.

Umat Islam tidak perlu lagi mengalami siklus para penguasa dusta, yang manis di mulut terhadap Islam tapi menjaga berbagai kepentingan Barat. Arab Spring sangat riskan dibajak oleh partai-partai 'Islami' untuk kepentingan mereka sendiri. Setelah banyak orang berkorban di jalanan melawan para diktator, jutaan Umat di kawasan itu voting untuk partai-partai Islam karena dianggap mewakili Islam. Partai-partai Islam itu sekarang meragukan apakah Islam bisa diterapkan atau tidak dan mereka menemukan tiap alasan yang bisa ditemukan; untuk tidak menerapkan Islam.

Warisan bagi kaum Muslim seluruh dunia adalah Islam. Adalah Islam yang membangkitkan kaum Arab padang pasir ke berbagai penjuru dunia. Karena merekalah, Islam hari ini diyakini oleh banyak etnis dan manusia, yang dianggap ajaib oleh banyak pihak.

Islam cocok diterapkan hari ini sebagaimana di masa lalu. Ini karena teks Syari'ah (al-Qur'an dan ahadits) adalah pemikiran rinci, terluas cakupannya dalam keumuman dan lahan subur untuk menghasilkan prinsip-prinsip umum. Dengan menerapkannya melalui Khilafah, Syari'ah mengatur semua hubungan, antar individu, negara dan warga, atau antar negara, suku dan bangsa. Sebanyak dan sebaru apapun hubungan yang mungkin ada, pemikiran baru bisa digali dari teks Syari'ah. Islam memiliki cakupan terluas bagi pengambilan prinsip-prinsip, yang bisa terlihat dari tata bahasa, kalimat, kata, gaya ungkapan dalam hal luasnya cakupan penggunaan kata (mantuq), arti (mafhum), indikasi (dalalah), nalar (ta'lil) dan qiyas (analogi) berdasarkan illat Syar'i (kondisi yang menjadi syarat berlakunya hukum dari dalil Syar'i) yang memungkinkan penggalian hukum untuk kapanpun dan semata hanya dari Islam. Ini memastikan Syari'ah mampu meliputi tiap hal, perkara atau masalah untuk semua waktu dan zaman.

Khilafah adalah model pemerintahan unik, yang memiliki berbagai prinsip dan nilainya sendiri. Sejarah Islam adalah bukti bahwa Khilafah bisa dan cocok diterapkan manusia. Debat mengenai sistem apa bagi dunia Muslim terjadi karena kapitalisme sedang tenggelam dalam kesengsaraannya sendiri. Pasar bebasnya sekali lagi bunuh diri, menyeret jutaan orang ke kemiskinan dan menghancurkan tempat persemaian peradaban barat - Yunani. Media independennya terkuak ternyata tidak independen, bersenang-senang tidur bersama para politisi dan mau melakukan apapun demi profit. Skandal pembelanjaan negara di Inggris telah membeberkan bahwa politik parlemen tidaklah berbeda dengan apa yang terjadi di republik pisang.

Sejak Umat menggulingkan para penguasa diktator semacam itu, kelompok-kelompok di sistem sekular harus ingat bahwa mereka juga bisa dengan mudah dijatuhkan. Kelompok semacam itu berada di posisi kekuasaan dan sekarang mereka harus membuat kebijakan untuk berbagai problem di kawasannya seperti pengangguran, pembangunan dan kemiskinan. Sebagian dari Umat telah mempercayakan amanah kepada kelompok semacam itu sebab kelompok semacam itu bertiket Islami. Umat jelas percaya dan ingin hidup dengan Islam yang sesungguhnya. Pertanyaannya adalah apakah kelompok-kelompok bertiket Islami semacam itu benar-benar percaya dan mau sistem Islam.

Adnan Khan
26 Agustus 2012
8 Shawwal 1433 H
Apakah Kelompok Islam Mau Sistem Islam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda