Rabu, 11 Juni 2008

Plak. Karang Gigi. Gigi Berlubang

Kesehatan mulut dan gigi

Informasi mulut dan gigi

TENTANG MULUT dan GIGI

Apakah yang terjadi saat gigi bermasalah? Apakah yang terjadi saat mulut terasa tidak enak? Untuk menjawab hal tersebut, marilah kita berkenalan dulu dengan elemen-elemen berikut ini :

1. LUDAH / SALIVA

Mulut dan gigi selalu terendam dalam saliva atau biasa kita kenal dengan LUDAH. Cairan sederhana ini sangatlah berguna untuk melindungi kesehatan mulut.

Fungsi saliva/ ludah adalah:

  • Menjaga agar gigi dan jaringan lain di dalam mulut tetap lembab,
  • Membersihkan beberapa partikel makanan yang tertinggal setelah kita makan,
  • Menjaga kadar keasaman mulut tetap rendah dan
  • Melindungi tubuh terhadap serangan beberapa virus dan bakteri dengan membawa immunoglobins dan substansi lain yang penting untuk imunitas.

Bila produksi ludah terganggu (karena penyakit, kondisi tubuh menurun, psikologis,dll.) maka kita akan mengalami Xerostomia (mulut kering) yang menyebabkan ketidaknyamanan dan bau mulut.

2. PELLICLE

Pellicle adalah lapisan tipis dan tidak berwarna (bening) yang terbentuk pada permukaan gigi karena penyerapan protein (jenis glycoprotein) yang ada di dalam saliva/ludah. Pellicle mulai terbentuk segera setelah kita menggosok gigi dan dalam waktu beberapa menit, kita dapat merasakan rasa licin dan lembab pada gigi.

Fungsi pellicle adalah:

  • Membantu melindungi gigi dari asam yang dapat menimbulkan caries (gigi berlubang),
  • Membentuk permukaan utama untuk tempat tumbuh bakteri dan mikroorganisme lainnya yang memicu pertumbuhan plaque (Plak).

3. PLAQUE

Plaque/Plak merupakan momok bagi mulut. Plaque muncul sebagai substansi yang lembut dan liat/ lengket yang melekat pada gigi hampir seperti selai melekat di sendok.

Plaque (materi organik yang mirip gel) merupakan tempat berkumpulnya:

  • Koloni bakteri, protozoa, mycoplasma, ragi dan virus.
  • Kotoran dari bakteri, sel darah putih, sisa makanan dan jaringan tubuh yang telah mati.

Pertumbuhan Plaque/plak dipercepat dengan meningkatnya jumlah bakteri dalam mulut dan terakumulasinya ’kotoran’ bakteri dan sisa makanan. Plaque mulai terbentuk segera setelah gigi dibersihkan. Jumlah plaque yang terakumulasi dapat diukur dalam waktu ± 1 jam dan mencapai tingkat kematangan dalam waktu 1 minggu. Semakin matang plaque, semakin banyak jenis mikroorganisme yang muncul dan plaque menjadi lebih tebal yang menyebabkan peradangan gusi.

Dua jenis plaque adalah:

  • Supragingival plaque: plaque yang terbentuk pada mahkota gigi (bagian gigi yang tampak di atas gusi).
  • Subgingival plaque: plaque yang tumbuh di bawah gusi.

APAKAH CALCULUS/ TARTAR/ KARANG GIGI?

Jika plaque dibiarkan cukup lama, plaque mulai termineralisasi dan mengeras menjadi calculus, atau yang lebih dikenal dengan istilah tartar/karang gigi.

Mineralisasi plaque (pengerasan struktur plaque karena pembentukan kristal calcium, phosphorus dan mineral-mineral lain dari saliva yang terkumpul dalam plaque) terjadi setelah 24 jam, dan menjadi sepenuhnya mengeras dan berubah menjadi karang gigi (calculus) antara 12-20 hari. Setelah itu plaque baru akan terbentuk di atas calculus yang telah ada dan membentuk lapisan calculus yang baru. Oleh karena itu, calculus biasanya ditemukan berlapis-lapis.

Untuk mencegah terbentuknya karang gigi, kita perlu menyikat gigi secara teliti dan tidak membiarkan plaque tersisa, karena bila sudah termineralisasi plaque akan menjadi keras dan sulit dibersihkan. Untuk membersihkan lebih sempurna sebaiknya menggunakan bahan pembersih dengan kualitas terbaik seperti Calcium Carbonate yang sudah dimurnikan.

BAGAIMANA CARIES/ GIGI BERLUBANG TERJADI?

Mikroorganisme yang terdapat pada plaque mencerna protein & sisa makanan yang ada dan menghasilkan hasil samping berupa asam. Asam yang terbentuk menyerang gugus penyusun struktur gigi.


Penyusun struktur gigi yaitu hydroxyapatite (terdiri dari calcium & phosphate sebagai mineral utamanya). Hydroxyapatite mulai terurai (demineralisasi) pada pH <5.5,> bila hal ini terjadi terus-menerus maka gigi akan berlubang (caries).

BAGAIMANA CARIES/ GIGI BERLUBANG DAPAT DICEGAH?

Ludah berfungsi sebagai sumber alami dari buffer penetral asam dan ion-ion mineral yang dapat disuplai lewat fluoride dan calcium yang terkandung dalam pasta gigi yang kita gunakan saat menggosok gigi.

Pasta Gigi mengandung Sodium Mono Fluorophosphate (SMFP) sebagai sumber fluoride dan Calcium Glycerophosphate (CaGp) sebagai tambahan sumber calcium (ingat mineral utama penyusun struktur gigi adalah Calcium & Phosphate).

Ion Mono Fluorophosphate dari SMFP akan melepaskan ion fluoride bebas ketika SMFP terhidrolisa dengan adanya enzim phosphatase yang secara alami ada dalam mulut. Ion fluoride ini bereaksi menggantikan gugus hidroksil dari senyawa gigi (hydroxyapatite) sehingga terbentuk senyawa fluoroapatite yang lebih tahan asam (tahan sampai pH<4.5).>Fluoride dengan cepat terserap dalam gigi dan diserap oleh email gigi sebagai fluoroapatite setelah gigi disikat selama 1 menit. Gigi menjadi lebih kuat, lebih tahan asam dan lebih tidak mudah berlubang.

Dari hasil studi L.M.A. Tenuta, M.S. Cenci, T. Pereira, C.P.M. Tabchoury, A.A.Del Bel Cury, dan J.A. Cury, Fakultas Kedokteran Gigi Piracicaba, Brazil, disimpulkan bahwa Calcium Glycerophosphate dapat memperkuat efek fluoride dalam mencegah demineralisasi. Hal ini terkait perkembangan teori terakhir yang menyebutkan bahwa klaim anti-caries paling penting berhubungan dengan terbentuknya CaF2 dalam plak dan pada permukaan enamel gigi. CaF2 berfungsi sebagai cadangan (reservoir) fluoride.

Ion-ion fluoride juga berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri dan fungsi ini semakin diperkuat dengan adanya triclosan. dengan demikian mengurangi asam yang dihasilkan oleh bakteri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda