Jumat, 06 Juni 2008

PENGARUH BURUK TAYANGAN TELEVISI

TAYANGAN TELEVISI BIKIN IDIOT
oleh Annas I. Wibowo
seri himmaty
Laporan #2
Semakin bertambah dan semakin bertambah orang ikut dalam perlawanan terhadap sistem media yang membuat masyarakat sipil berada dalam kegelapan. Ini adalah perlawanan yang seharusnya diteruskan.

Ini adalah apa yang terjadi di Amerika (menurut versi mereka). Dan inilah yang seharusnya terjadi di Indonesia. Indonesia jangan sampai ikut-ikutan trend yang sudah kuno.

Beberapa tahun terakhir adalah masa televisi Indonesia yang sangat buruk.

Di Amerika pemirsa televisi telah jatuh loyalitasnya - orang-orang umur 18 hingga 34 khususnya - meninggalkan alat yang telah membesarkan mereka, lebih memilih internet. Sementara itu, yang masih loyal pada televisi tidak mau loyal pada iklan yang membuatnya menguntungkan, semakin memilih digital recorder yang membunuh iklan, memilih DVD, dan download bajakan.
Pesan dari adbusters.org
Dengan pemirsa yang memasang penutup pada iklan-program-iklan untuk televisi-profit, daya tarik spot iklan 30 detik menghilang. Untuk pertamanya dalam sejarah, beberapa pasar kunci telah menyaksikan menurunnya spending pada spot seperti itu, sejalan dengan pemasar menginginkan product placement yang dahsyat dan integrasi merk dengan jalan cerita. Hasilnya: sebanyak 15 menit setiap jam program di amerika utara disediakan untuk iklan terintegrasi, dengan acara seperti american idol melewati lebih dari 4.000 per season -semuanya ini tambahan dari rata-rata 14 hingga 22 menit dari sesi 60 untuk spot iklan tradisional.

Dengan kredibilitas TV yang merosot, terutama dalam kasus jurnalisme tayang (broadcast), adalah sangat mengherankan bahwa amerika menderita debat tiada akhir apakah mereka tinggal di bawah jempol "media yang liberal" atau "media yang konservatif." Di balik itu semua, pesannya adalah sama, pesan adalah televisi, alat yang sangat mampu menyita bola mata. Secara gradual, itu telah disalahgunakan untuk tujuan tunggal, yang menolak ide-ide menggerakkan masyarakat untuk fokus pada masalah-masalah penting yang riil dalam kebaikan.

Langkah nyata: Menjauhi tayangan yang membuat jadi idiot (baca: 95% tayangan TV Indonesia)

Bahwa tayangan televisi menjadi produk yang destruktif. Mereka telah belajar bahwa stasiun televisi mungkin mengijinkan mengexpose bahayanya penyakit cardiovasicular, tetapi tidak akan dibolehkan mengatakan kebenaran mengenai produk-produk pengiklan yang penuh lemak. Demikian juga, mereka diperbolehkan meminta anak-anak untuk lebih banyak berolahraga, tapi tidak diperbolehkan mematikan televisi untuk bisa melakukannya. Mereka mungkin dapat mendorong para perempuan untuk mengabaikan gambar-gambar yang diproduksi oleh industri kecantikan dan untuk merasa bersyukur dengan badan mereka sendiri, -hanya jika mereka menjual sabun dalam prosesnya. Secara kasar, mereka (pemirsa/ masyarakat) dapat bermanis mulut mengenai pencegahan perubahan iklim, tetapi tidak dibolehkan oleh sistem media mengajak orang-orang mengurangi belanja untuk secara aktual mewujudkannya.
Tetapi mungkin kamu tidak peduli. Mungkin kamu telah membuang televisi sejak dahulu kala. Mungkin kamu tidak punya TV lagi. Untuk kedamaian pikiran sendiri, mungkin itu langkah yang baik; dengan sekitar 112 juta rumah tangga televisi di US amerika saja. Bagaimanapun juga, kita hanya mengabaikan kendali atas TV untuk kerugian kita sendiri. Beberapa dekade terakhir telah melihat level sungguh tak terduga dalam konsolidasi media massa. Hari ini, penggerak dan penggoyang TV adalah orang-orang dan entitas korporat yang sama sekali sama yang mengendalikan koran-koran besar, stasiun-stasiun radio, penerbitan buku, iklan luar ruang, kontribusi musik, atau produksi film, dan juga situs networking kesukaanmu. Trik kotor dan kelicinan tangan yang digunakan untuk menjaga pesan-pesan yang penting, urgent jauh dari siaran udara yang spesifik untuk TV. Hal-hal itu adalah konsekuensi natural dari kekuasaan korporat.

PENGARUH TELEVISI (TV): MEMBUAT IDIOT
Bukan karena kebetulan, semakin banyak orang amerika melakukan itu - ikut dalam perlawanan pada sistem media yang mengalokasikan masyarakat ke dalam kegelapan, sistem media yang sibuk menyerukan dirinya sendiri dengan menimbulkan kerugian pada kesehatan jalan hidup (menurut versi mereka). Mereka saat ini menuntut ke pengadilan melawan CanWest, konglomerat media canada terbesar.

Yang diperjuangkan dalam perlawanan ini bukan hanya akses, tetapi juga penciptaan media yang berenergi untuk kerelevanan sosial -mesin yang jujur untuk perubahan positif. Memberikan servis yang vital untuk kesehatan spesies dan kebenaran (menurut versi mereka).

(idiot: teralihkan dari masalah krusial manusia sebagai khalifah ciptaan Yang Maha Kuasa di muka bumi)

Mike Smith: Alasan sebenarnya orang tidak menonton TV adalah simpel, tidak ada apapun di TV kecuali reality show tidak berguna dan infotainment yang menyanjung-nyanjung selebriti dan iklan-iklan idiot.

Leon Trotsky: Jauhi TV, gunakan komputermu, jadikan TV sejarah, gunakan palu.

Jon Adams: Apakah televisi masih ada?

Mia: Inilah saatnya untuk orang-orang mencari hobi baru. Tetapi aku menolak berolahraga, aku lebih memilih menulis.

Pete: Buang TV! Aku membesarkan anakku yang berumur 8 tahun tanpa televisi, dan dia berkembang sangat baik. Adalah hal terburuk untuk dunia anak-anak: marketing, kekerasan dan junk food. Bunuh TV dan berjalan-jalanlah.

Jennie: Aku heran dengan durasi iklan saat ini. Hampir-hampir tak bisa nonton channel apapun selain PBS yang iklannya sedikit. Aku menolak menonton iklan, aku matikan suaranya juga, tapi setelah 5 menit aku lupa apa yang kutonton tadinya, kesimpulan:
Sebagian besar yang di TV tidak penting. Dalam lima menit akan terlupakan. Iklan-iklan sangat panjang membuat orang malas nonton TV.

Controll: Mengapa kita sebagai manusia tertarik pada apa yang dilakukan orang lain? Aku heran mengapa mereka mencoba mati-matian menarik perhatian kita? Mungkin mereka menghasilkan uang dari konsumen tolol kita.

TREND TIDAK MENONTON TELEVISI (TV)

Pertanyaan: Perlukah kita mengendalikan diri sendiri? Menyatakan dengan jelas di mana kita berakhir nantinya? Surga atau neraka? Perlukah kita mengambil langkah untuk itu?

Saat ini sudah tidak ada status quo yang bisa layak didukung. Mengapa kita harus terjerumus juga mengenai informasi yang kita konsumsi? Apa yang seharusnya kita lihat, dengar, baca, ulang-ulang? Tidak dapat dipungkiri tayangan tv indonesia adalah fitnah bagi kita semua.

Oil Monkey: Aku membuang televisiku 4 tahun yang lalu tetapi aku sadar betul bahwa gila teknologi konsumsi lebih negatif daripada positif.

Mike: Aku sungguh benar-benar benci TV. Siapapun yang mengatakan TV di hadapanku akan segera mendapat responku: TV adalah penyakit. Gejala-gejalanya: otak beku, otot membusuk, arteri menyempit, dan keinginan membeli barang-barang tidak berguna dari toko terdekat. Biasanya aku bisa berkata dengan bangga 'Aku tidak menonton TV sebanyak itu' ketika ada orang yang mengutarakan suatu iklan tv.

Rozyp: Aku baru saja beli tv setelah menolak untuk memilikinya 3 tahun terakhir. Hanya sekitar 3 bulan setelah punya tv, aku sudah mempertanyakan apakah aku harus menyimpannya. Televisi seperti lubang hitam yang menghisapmu dan memasukkan hal-hal ke dalam kepalamu yang tidak seharusnya ada di dalam sana.

John Berry: hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah menghapus pornografi dari internet supaya tidak membosankan dan merugikan tidak berguna seperti televisi.

SRI VALS segments oleh SRI Consulting mengenai perilaku konsumen menyatakan: konsumen yang suka dan sering menonton televisi adalah orang-orang yang berpenghasilan menengah ke bawah dengan tingkat pendidikan rendah. Selain itu mereka juga percaya pada iklan, membaca tabloid dan majalah wanita. Majalah yang mereka baca adalah True Story, Soap Opera weekly, Cosmopolitan, People yang intinya adalah junk information. Kata Ahmed Deedat: “If you eat junky stuffs, your body will become junkie. If you read junkie stuffs, your mind will become junkie. What you read, things that you see, that's the kind of mentality you're gonna have.”

Nabi SAW bersabda bahwa kaya bukanlah kaya harta tetapi kaya hati. Jadi pada dasarnya penyakit ini bisa menjangkiti siapapun, tidak terbatas pada level penghasilan. Kebalikannya, konsumen benar-benar “kaya” adalah mereka yang tidak peduli pada iklan, tidak tertarik pada prestige/ image merk, suka program-program edukasional dan sosial, sering membaca. Otak kita seharusnya tidak seperti e-mail kita yang penuh junk mail. Penggunaan filter adalah imperatif.

http://insidewinme.blogspot.com/2008/05/mental-detox-escape-fantasy.html

TERLALU BANYAK INFORMASI : INFORMATION OVERLOAD

Melalui pengalaman hidup selama ini, dapat kita perhatikan orang-orang yang hobi menonton tayangan televisi indonesia. Jika kita perhatikan, kondisi agama mereka puluhan tahun yang lalu dengan sekarang, dari hasil menonton televisi puluhan tahun itu, mereka tidak bertambah baik. Statis. Stagnan. Bahkan besar kemungkinan malah menurun. Meskipun bertambah kaya. Lalu apa yang membuat kualitas Iman dan Taqwa melejit? Apa yang membuat kita berubah menjadi mahluk yang berbeda? Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa kita umat Islam tidak akan tersesat jika bepegang pada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Astaughfirullah. Berapa jam kita dedikasikan untuk information overload? Kontes menyanyi = unbearable.

Tayangan televisi, meskipun berita, banyak sekali yang tidak berpengaruh baik pada diri kita. Apalagi yang lebih buruk dari itu. What a waste. Demikian pula berita-berita di koran. Perlukah kita menilai terlebih dahulu apakah kita akan bertambah iman dan takwa? Apakah benar kita bisa menindaklanjuti informasi meskipun hanya dengan hati kita? Meskipun bertindak dengan hati, kita tidak perlu menyiksa diri dan mencobai hati kita/ keimanan kita dengan mengetahui berita-berita buruk seperti: mencacah-cacah bayi, menggoreng bayi, memanggang bayi, ~$^)/*&[#%@! bayi. Perlukah kita melahap kejahiliyahan kaum semua itu setiap hari?

ENOUGH IS ENOUGH
CUKUP ADALAH CUKUP

Apa yang lebih baik dari semua itu? Pelajaran yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa melalui Rasul-Nya Muhammad SAW. Dan kita percaya bahwa itulah kunci umat dalam memulai ketakwaan. Bahwa keduanya mampu mengubah diri kita sendiri dan siapapun yang membacanya dan memahaminya.

1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [AL 'ASHR (MASA)]

147. Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." [Ali 'Imran]

48. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.[Al Haaqqah]

32. Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka. [Muhammad]

19. (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat. [Huud]

36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan, [Al Anfaal]

20. Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. [Asy Syuura]

112. Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. [Al An'aam]

51. (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka." Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. [Al A'raaf]

6. Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. [Luqman]

118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. [Ali 'Imran]

199. Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. [Al A'raaf]

Alhamdulillah

1 komentar:

  1. Saya dari Malaysia,terbaca artikal anda(saudara),begitu berkesan cara penyampaian maksud yg di perkatakan,menjadikan kesedaran bahawa pengaruh TV lebih banyak membawa kemudaratan dari kebaikan.

    Anak anak,lalai membuang masa berhari harian dihadapan TV,sahingga,ada yang mengabaikan Solat,tidak tidur malam ,dan akhirnya jadi malas bekerja.

    Subhanallah,ini kah cabaran dunia akhir Zaman?.

    Wallahualam.salam buat saudara di sini.

    BalasHapus

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda