Sabtu, 27 Agustus 2011

Seruan untuk Pelawan Hukum Produk Demokrasi Thogut Menuruti Hawa Nafsu Manusia – Para Pendukung Syariah Islam

Seruan untuk Pelawan Hukum Produk Demokrasi Thogut Menuruti Hawa Nafsu Manusia – Para Pendukung Syariah Islam


Sesungguhnya Islam adalah agama Allah Swt. dan Muhammad Saw. adalah hamba dan utusan-Nya serta penutup para rasul. Allah mengutus Muhammad Saw. dengan membawa agama-Nya untuk umat manusia seluruhnya. Beliau adalah pembawa berita gembira, pemberi peringatan, pemberi petunjuk ke jalan Allah dengan izin-Nya dan pelita yang menerangi. Sesungguhnya Rasulullah Saw. telah menunaikan amanah tersebut. Beliau telah menyampaikan segenap kesungguhan. Beliau juga telah mendirikan Daulah Islam yang pertama di Madinah al-Munawarah setelah Allah memerintahkan yang demikian itu, lalu beliau berhijrah ke Madinah. Beliau telah menyatukan orang-orang Arab di bawah satu bendera, yakni bendera Islam. Beliau telah menyampaikan dakwah agama-Nya kepada insitusi dan negara-negara tetangga sekaligus menyiapkan pasukan untuk membebaskan negeri-negeri yang berdiri menghadang di hadapan dakwah.

Setelah beliau berpulang ke hadirat Allah, para sahabat beliau – semoga Allah meridhai mereka – menyempurnakan pembebasan itu dan menyebarkan Islam. Mereka dan para pengikut mereka telah melakukannya di berbagai penjuru bumi. Jadilah negara mereka menjadi negara super power di dunia selama kurun sejarah dan terus berlanjut selama tiga belas abad.

Tatkala musuh-musuh Allah, orang-orang kafir penjajah, memahami bahwa rahasia keagungan negara ini (Negara Islam yakni Khilafah) adalah Islam sebagai agama Allah, maka mereka memulai upaya penuh kesungguhan untuk mempelajari agama ini, yakni Islam, untuk menjelek-jelekkannya dan menghancurkan pilar-pilarnya. Upaya yang sungguh-sungguh ini telah menjadi pengetahuan kita bersama. Permusuhan antara Islam dan kekufuran dengan berbagai negara serta institusi dan lembaganya (termasuk negara demokrasi) akan terus berlangsung. Berbagai daya upaya besar yang dapat menghantarkan serta memungkinkan dengan berbagai jalan – bukan di sini tempatnya untuk memaparkan semuanya – mereka upayakan untuk menghancurkan Negara Islam terakhir dalam sejarah. Negara inilah yang merepresentasikan kaum Muslim, mengumpulkan kalimat mereka dan menyatukan barisan mereka. Yang saya maksudkan adalah Daulah Utsmaniyah. Mereka berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan. Itu terjadi setelah negara-negara kafir, para pendengki dan pencaci Islam serta sebagian orang yang mengklaim diri Islam berhasil mengepung negara ini (mereka berhasil menghancurkannya). Hal itu terjadi pada bulan Maret 1924 M. Upaya mereka tidak berhenti sampai di situ saja. Sejak saat itu hingga saat kita sekarang, upaya mereka terus berlangsung. Mereka berupaya mencerai-beraikan kesatuan kaum Muslim, menjadikan kaum Muslim terpecah dalam banyak negara kecil lagi lemah serta menghalangi kembalinya Daulah Islamiyah yang mengambil Islam sebagai akidah maupun sistem. Bukti terbaik dari hal demikian adalah apa yang kita dengar dari dulu hingga sekarang – khususnya setelah kehancuran, kegagalan dan tampak jelasnya kesalahan Sosialisme – adalah seruan bahwa bahaya sebenarnya yang dihadapi dunia (menurut pandangan mereka) adalah fundamentalisme Islam, dengan pengertian, kembalinya Daulah Islam, berhukum kepada kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya serta berkumpulnya kaum Muslim dalam satu negara yang tegak akidah Islam sebagai sistem pemerintahan dan kehidupan.

Dari sini saya katakan, pertarungan Islam dengan negara-negara kafir (termasuk negara demokrasi) dan institusi dan lembaga-lembaga kafir dengan berbagai keyakinan, ideologi dan pandangan mereka akan terus berlangsung sejak munculnya agama ini (Islam), yakni sejak Allah mengutus Rasul-Nya Muhammad sebagai nabi dan rasul serta pemberi petunjuk kepada umat manusia. Pertarungan itu akan terus berlangsung hingga Allah mewariskan bumi dan segala isinya ini kepada kaum Muslim.

Oleh karena itu, saya berkeinginan untuk menempatkan buku ini sebagai penjelasan bagi kebenaran ini. Tujuannya adalah agar kebenaran itu tersingkap di hadapan para aktivis yang ikhlas untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam. Dengan itu, mereka berada di atas kesadaran dan pemahaman yang paripurna bahwa millah (agama) kufur adalah millah (agama) yang satu; bahwa musuh-musuh agama-Nya tidak akan pernah rela kepada kaum Muslim hingga kaum Muslim mengikuti agama (keyakinan dan cara hidup) mereka (sebagian atau hingga keseluruhan). Allah Swt. berfirman:

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kalian hingga kalian mengikuti agama mereka (Terjemah Makna Quran Surat [2] al-Baqarah 120)

Oleh karena itu, wajib bagi kaum Muslim secara umum dan para pendakwah ke jalan Allah secara khusus untuk waspada terhadap kaum kafir seluruhnya, tidak cenderung kepada mereka serta meniadakan loyalitas dan perasaan tenteram kepada mereka. Selanjutnya wajib atas kaum Muslim dan para pendakwah khususnya untuk tidak saling tolong-menolong dengan kaum kafir, apapun bentuknya. Mereka juga tidak boleh tertipu dengan seruan  yang ditawarkan untuk bertemu, bekerjasama dan saling mengenal dalam apa yang disebut dialog antaragama dan seruan persaudaraan antara sesama orang yang mentauhidkan Allah; juga berbagai seruan lain yang ditujukan mencapai sesuatu dari Islam, kaum Muslim dan para pengemban dakwah Islam agar mereka terjatuh ke dalam jebakan, yang berakibat pada sempurnanya penyelewengan mereka secara pemikiran dan politis. Akhirnya, mereka sempurna berpaling dari tujuan dan metode (jalan) yang lurus. Mereka akhirnya berjalan di belakang musuh-musuh mereka. Dengan begitu, mereka menduga bahwa mereka telah berbuat baik, bahwa musuh-musuh itu telah memperkuat dan menopang mereka; atau setidaknya menjauhkan musuh-musuh, keburukan dan bencana mereka. Jadi, kewaspadaan adalah waspada terhadap orang-orang kafir dan para penolong mereka. Kewaspadaan di sini adalah waspada terhadap segala seruan yang dilontarkan dengan berbagai bentuk, sebutan dan penampakannya. Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah Islam. Siapa saja yang mengikuti agama selain Islam maka mereka termasuk orang-orang yang merugi.

Dengan buku ini saya berkeinginan untuk memberikan penjelasan yang banyak mengenai berbagai pemahaman (konsepsi) Islam yang rancu dan sekaligus meluruskannya agar sesuai dengan hukum syariah setelah menjelaskan dalil syariah yang gamblang terhadapnya.

Saya berharap – dengan taufik dari Allah – agar buku ini menjadi pelita bagi para pendakwah; pelita yang menyinari kegelapan dan mengarahkan mereka dari ketersibukan dengan masalah perselisihan furu’iyah dan masalah khilafiah yang memalingkan perjalanan, tidak memberikan manfaat atau faedah dalam uaya sungguh-sungguh dan aktivitas total yang menuntut pengorbanan fisik untuk menghadapi berbagai kesulitan yang menghadang dan menghalangi para pendakwah. Sesungguhnya masalah-masalah perseteruan furu’iyah dan juz’iyah (parsial) ini akan memalingkan mereka dari jalan kebangkitan. Masalah itu akan menyibukkan, melenakan bahkan memalingkan mereka dari kesungguhan dan kemampuan untuk mempengaruhi dan dari pencapaian tujuan. Masalah cabang dan parsial itu juga akan mendorong mereka untuk berpaling dari kebenaran (ash-shawab) dan dari metode yang haq (benar), selain menimbulkan secara langsung perselisihan dan permusuhan individual. Para pendakwah wajib menjauhi semua itu dan tidak berjalan di jalannya.

Akhirnya saya memohon kepada Allah agar kesungguhan ini mendatangkan manfaat yang banyak bagi orang-orang yang ikhlas dan bagi para pendakwah yang mengajak kepada Allah dengan kesungguhan yang benar dan niat yang ikhlas semata-mata hanya karena Allah Yang MahaMulia. Cukuplah Allah sebagai Penolong kami. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada penghulu kita, Muhammad Saw. dan kepada keluarga dan para Sahabat beliau. Sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah MahaKuat lagi MahaPerkasa.


Dari : Seputar Gerakan Islam; Abu Za’rur

Seruan untuk Pendukung Syariah Islam – Pengingkar Dan Pelawan Hukum Thogut Hawa Nafsu Manusia Produk Demokrasi - Seruan untuk Pelawan Hukum Produk Demokrasi Thogut Menuruti Hawa Nafsu Manusia – Para Pendukung Syariah Islam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda