Senin, 01 Desember 2014

Masyarakat Islam selalu saling melengkapi


Masyarakat Islam selalu saling melengkapi


Karakteristik keenam:
Masyarakat Islam adalah sebuah masyarakat yang selalu saling melengkapi antara satu kalangan dengan kalangan muslim lainnya. Bahkan, dalam satu kalangan saja mereka selalu saling mengasihi dan memberi.

Kehidupan saling melengkapi itu selalu kita lihat antara satu individu dengan individu lainnya, antara satu individu dengan satu keluarga, antara satu individu dengan satu kelompok, antara satu keluarga, beberapa keluarga dan seluruh lapisan masyarakat. Dan antara umat Islam secara keseluruhan.

Mereka juga akan berusaha untuk saling melengkapi dalam hal perkataan, perbuatan, sabar dalam mencari kebenaran dan kuat dalam mempertahankan kebenaran. Tidak hanya itu, mereka juga selalu mengingatkan dalam kebaikan dan takwa, saling bergandeng tangan dalam meringankan rasa sakit yang pernah menimpa kaum muslimin; baik individu maupun kelompok. Semua kekuatan yang mungkin menghalangi ukhuwah ini akan dihapus oleh kekuatan negara Khilafah Islam.

Saling keterkaitan ada dalam masyarakat muslim yang memayungi setiap anggotanya baik individu, kelompok dan masyarakat secara keseluruhan. Kekuasaan syariah Islam akan menolong yang lemah, yang kecil, dan yang miskin. Maka, dengan ini secara tidak langsung, Islam menegaskan bahwa sebuah negara yang tidak memiliki struktur dan karakteristik seperti di atas tidak akan mampu untuk menjalankan kehidupannya dan mencapai semua tujuannya yang paling mendasar yaitu: mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Teks al Quran yang banyak menyinggung tentang adanya keterikatan ini menyebutkan dalam al Quran: “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” [QS. Al Baqarah: 177]

Dan dalam ayat lain dikatakan: “Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung. Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” [QS. Ar Rumm: 38-39]

Dan diriwayatkan oleh imam Bukhari, dari Rasulullah SAW bersabda: “Seorang Muslim yang satu merupakan saudaranya muslim yang lain. Oleh karena itu, janganlah mendhalimi atau menyerahkannya (ketika perang). Oleh karena itu, barangsiapa yang membantu menutupi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantunya. Dan barangsiapa yang menolong seorang muslim dari kesulitan yang dihadapinya, maka Allah akan mempermudah segala kesulitan yang akan dihadapinya nanti di hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak membuka rahasia saudaranya sesama muslim, maka Allah akan menutupinya pada hari kiamat nanti.” [Kitab Shahih Bukhari: bab “Al Madhâlim”]

Dan diriwayatkan dari imam Muslim dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memberikan jalan kemudahan bagi saudaranya yang sedang dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi rahasia kaum mulimin, maka Allah akan menutupi semua celanya di dunia dan akhirat nanti. Dan sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba. Selama hamba tersebut selalu menolong saudaranya yang lain.” [Imam an Nawawi: Kitab “Riyâdhus Shâlihîn”: 125]

Dan diriwayatkan dari imam Nasa-i dari Abu Syarih Khuwailid bin Amar al Khaza’i RA. Ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Ya Allah, berikanlah kekuatan kepadaku untuk membantu kesulitan dua orang yang lemah; anak yatim dan kaum perempuan. Dan yang dimaksud dengan membantu adalah mengeluarkan mereka dari pintu kesusahan. Oleh karena itu, nabi mengatakan bahwa orang-orang yang berusaha untuk menghilangkan hak keduanya adalah orang yang sangat berdosa.
Dan diriwayatkan dari Bukhari, dari Abu Musa ra. dari nabi Muhammad SAW, ia berkata: “Antara satu individu muslim dengan individu muslim lainnya seperti satu buah bangunan. Mereka akan saling menopang antara satu dengan yang lainnya.” Kemudian mereka-pun akan saling bergenggaman tangan. [Kitab Shahih Bukhari: bab “Adab”]

Dan diriwayatkan dari Bukhari dari Nukman dari Basyir ra., ia berkata: berkata Rasulullah SAW: Seharusnya, kaum mukminin antara satu dengan yang lainnya dalam memberikan kasih sayang, saling mencintai dan mengasihi seperti satu jasad. Seandainya satu bagian anggota tubuhnya mengaduh, maka seluruh anggota badannya akan merasakan panas dingin.”
Inilah kerangka sosial yang tumbuh dalam masyarakat muslim. Mereka selalu saling menopang antara satu dengan yang lainnya. Segala sesuatunya pasti tidak keluar dari garis yang telah ditentukan oleh Allah SWT dalam kitab dan Sunnah Rasul-Nya yang suci.

Unduh Buku Generasi Masyarakat Islami

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda