Rabu, 20 Februari 2013

Khalifah memiliki hak mutlak untuk mengatur urusan-urusan rakyat sesuai dengan pendapat dan ijtihadnya

Khalifah memiliki hak mutlak untuk mengatur urusan-urusan rakyat sesuai dengan pendapat dan ijtihadnya



BAB KHALIFAH (KEPALA NEGARA)

PASAL 37

Khalifah memiliki hak mutlak untuk mengatur urusan-urusan rakyat sesuai dengan pendapat dan ijtihadnya. Hanya saja khalifah tidak diperkenankan menyalahi hukum syara’ dengan alasan kemaslahatan. Jadi, khalifah tidak boleh melarang rakyat untuk mengimpor barang-barang dengan alasan melindungi produksi dalam negeri, misalnya, khalifah juga tidak boleh menentukan harga dasar kepada rakyat dengan suatu dalih, misalnya mencegah eksploitasi; demikian khalifah tidak boleh memaksa seorang pemilik untuk menyewakan tempat miliknya dengan alasan demi memudahkan penduduk mendapatkan tempat tinggal; atau tindakan-tindakan lain yang bertentangan dengan hukum syara’. Khalifah tidak dibenarkan mengharamkan sesuatu yang mubah atau membolehkan sesuatu yang haram.

KETERANGAN

Dalilnya adalah bahwa yang melaksanakan ri’ayatusy syu`un (pemeliharaan urusan rakyat) adalah khalifah semata, sesuai sabda Rasul SAW, “Imam adalah (bagaikan) penggembala dan dia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang digembalakannya (rakyat).” (HR. Bukhari)

Dalil lainnya adalah sejumlah hukum-hukum yang pelaksanaannya telah diserahkan oleh syara’ kepada khalifah. Misalnya pengelolaan harta Baitul Mal yang diserahkan kepada pendapat dan ijtihad khalifah, dan penetapan satu pendapat pada satu masalah yang berlaku mengikat bagi rakyat (tabanni), dan sebagainya.

Dalil hadits di atas bersifat mutlak, begitu pula hukum pengelolaan Baitul Mal dan tabanni di atas juga bersifat mutlak, yaitu tanpa ada batasan atau syarat (qayid) tertentu. Hanya saja ri’ayatusy syu`un oleh khalifah itu tetap wajib dilaksanakan sesuai hukum-hukum syara’. Misalnya, syara’ telah memberikan hak mengangkat wali secara mutlak kepada khalifah. Khalifah berhak mengangkat siapa saja yang dikehendakinya. Namun dia tidak boleh mengangkat orang kafir, anak-anak, atau perempuan, misalnya, untuk menjadi wali, sebab syara’ telah melarangnya. Khalifah diberi hak secara mutlak oleh syara’ untuk mengizinkan pembukaan kedutaan bagi negara kafir di negara Islam. Jadi khalifah berhak mengizinkan negara asing manapun untuk membuka kedutaannya di negara Khilafah. Namun dia tidak boleh mengizinkan pembukaan kedutaan bagi negara asing yang akan menjadikan kedutaan sebagai sarana untuk menguasai negeri Islam, sebab syara’ telah melarangnya. Demikian seterusnya.

Khalifah memiliki hak mutlak untuk mengatur urusan-urusan rakyat sesuai dengan pendapat dan ijtihadnya
Hizbut Tahrir

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda