Minggu, 20 Maret 2016

TOPIK AL-MAHDI BERDERAJAT MUTAWATIR


TOPIK AL-MAHDI BERDERAJAT MUTAWATIR

Disebutkan oleh Syaikh ‘Atha’ bin Khalil:
“Sunnah mutawatirah, yaitu Sunnah yang diriwayatkan oleh sekelompok dari tabi’it tabi'in, yang berasal dari sekelompok tabi’in, dari sekelompok sahabat, dari Nabi Saw. Sekelompok (orang) tersebut disyaratkan harus terdiri dari bilangan yang cukup, yang menjamin bahwa mereka tidak akan sepakat atas suatu kebohongan dalam seluruh tingkatan riwayat.
Contohnya adalah hadits:
Barangsiapa yang berbohong atas namaku dengan sengaja hendaklah dia bersiap-siap menempati tempat duduknya di Neraka. (HR. Bukhari dari Abu Hurairah, Zubair dan yang lainnya)
Hadits tersebut diriwayatkan pula oleh Muslim dari Abu Hurairah dan Abi Sa’id al-Khudri. Jalan (sanad) hadits tersebut mutawatir dengan lafadz yang sama. Inilah yang dinamakan dengan mutawatir lafdzi, dan termasuk ke dalam sunnah mutawatirah. Begitu juga hadits atau bagian hadits yang para perawinya mencapai batasan mutawatir, dan mereka sepakat atas maknanya bukan atas lafadznya. Ini yang disebut dengan mutawatir maknawi. Contohnya adalah hadits yang menyatakan bahwa sunnah shalat subuh itu dua raka'at. Riwayat hadits tersebut mutawatir dari berbagai jalan (sanad) dengan makna yang sama, meskipun berbeda-beda lafadznya. Hadits mutawatir layak dijadikan sebagai dalil dalam perkara akidah maupun hukum syara’, karena (sumber) ketetapannya berasal dari Rasulullah secara pasti, baik berupa perkataan ataupun perbuatan. (Terjemahan Taisir al-Wushul ila al-Ushul, hal. 92-93)

Al Hafizh Abul Hasan Al Aabari mengatakan, ”Berita yang membicarakan munculnya Imam Mahdi adalah hadits yang mutawatir dan amat banyak riwayat yang berasal dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam yang membicarakan mengenai kemunculannya.” (Tahdzib At Tahdzib, Ibnu Hajar Al ‘Asqolaniy, 9/126, Mawqi’ Ya’sub)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, ”Hadits-hadits yang membicarakan mengenai kemunculan Imam Mahdi adalah hadits yang shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud, At Tirmidzi, Ahmad dan selainnya, dari hadits Ibnu Mas’ud atau yang lainnya.” (Minhajus Sunnah An Nabawiyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 8/254, Muassasah Qurthubah, cetakan pertama, tahun 1406 H)
Asy Syaukani mengatakan, ”Hadits-hadits yang membicarakan mengenai kemunculan Imam Mahdi yang dinanti-nanti ada dalam 50 hadits. Di antara hadits tersebut ada yang shahih, hasan dan dho’if. Hadits yang membicarakan Imam Mahdi dipastikan adalah hadits mutawatir, tanpa keraguan sedikitpun. … Begitu pula berbagai riwayat dari para sahabat tentang kemunculan Imam Mahdi amat banyak. Bahkan perkataan para sahabat ini dapat dihukumi sebagai hadits marfu’ yaitu perkataan Nabi, karena tidak mungkin ada ruang ijtihad dari mereka dalam masalah ini.” (Asyrotus saa’ah, ‘Abdullah bin Sulaiman Al Ghofiliy, hal. 105, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah)
Shidiq Hasan Khon –ulama India dan merupakan murid Asy Syaukani- mengatakan, ”Hadits yang membicarakan mengenai kemunculan Imam Mahdi dengan berbagai macam periwayatan adalah amat banyak, bahkan sampai derajat mutawatir ma’nawi. Hadits-hadits yang membicarakan hal tersebut disebutkan dalam berbagai kitab Sunan dan selainnya, juga dalam berbagai mu’jam dan kitab musnad.” (Al Idza’ah lima Kaana wa Maa Yakuunu Baina Yaday As Saa’ah, hal. 112-113. Dinukil dari Asyrotus Saa’ah, hal. 104)


Beberapa hadits dalam topik al-Mahdi:
1. Sunan Tirmidzi 2158 (Hasan - derajat hadits dalam artikel ini menurut Syaikh Al-Albani): Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dia berkata: Aku mendengar Zaid Al 'Ammi berkata: Aku mendengar Abu Ash Shiddiq An Naji menceritakan dari Abu Sa'id Al Khudri dia berkata: Kami takut akan terjadi hal hal yang diada-adakan sepeninggal nabi kami, lalu kami bertanya kepada Nabi Allah, lalu beliau bersabda:

إِنَّ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيَّ يَخْرُجُ يَعِيشُ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا أَوْ تِسْعًا زَيْدٌ الشَّاكُّ قَالَ قُلْنَا وَمَا ذَاكَ قَالَ سِنِينَ قَالَ فَيَجِيءُ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَيَقُولُ يَا مَهْدِيُّ أَعْطِنِي أَعْطِنِي قَالَ فَيَحْثِي لَهُ فِي ثَوْبِهِ مَا اسْتَطَاعَ أَنْ يَحْمِلَهُ

"Dalam ummatku ini akan ada Al Mahdi yang muncul, ia hidup selama lima, tujuh atau sembilan -Zaid ragu- Abu Sa'id berkata: kami bertanya: yang benar lamanya berapa? beliau menjawab "Beberapa tahun, " beliau bersabda: "Seseorang datang kepadanya lalu berkata: Wahai Mahdi berilah aku, berilah aku." beliau bersabda: " Lalu Imam Mahdi memberinya dengan kedua telapak tangannya di bajunya sampai dia tidak mampu untuk membawanya."

2. Sunan Ibnu Majah 4076 (Shahih): Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdul Malik telah menceritakan kepada kami Abu Al Malih Ar Raqqi dari Ziyad bin Bayan dari Ali bin Nufail dari Sa'id bin Al Musayyab dia berkata, "Ketika kami berada di samping Ummu Salamah, tiba-tiba dia menyebutkan kepada kami mengenai perkara Mahdi, katanya,

كُنَّا عِنْدَ أُمِّ سَلَمَةَ فَتَذَاكَرْنَا الْمَهْدِيَّ فَقَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْمَهْدِيُّ مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ

"Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Mahdi berasal dari anak keturunan Fatimah."

3. Sunan Abu Daud 3736 (Hasan): Telah menceritakan kepada kami Sahl bin Tammam bin Bazi' berkata, telah menceritakan kepada kami Imran Al Qaththan dari Qatadah dari Abu Nadhrah
dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ

"Al Mahdi itu dari keturunanku, dahinya lebar dan hidungnya mancung, ia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi pernah dipenuhi dengan kejahatan dan kezhaliman. Ia akan berkuasa selama tujuh tahun."

4. Sunan Ibnu Majah 4075 (Hasan): Telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Daud Al Hafari telah menceritakan kepada kami Yasin dari Ibrahim bin Muhammad bin Al Hanafiyah dari Ayahnya dari Ali dia berkata,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَهْدِيُّ مِنَّا أَهْلَ الْبَيْتِ يُصْلِحُهُ اللَّهُ فِي لَيْلَةٍ

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Mahdi dari (keturunan) kami, yaitu ahli bait yang Allah memperbaiki (keadaannya) dalam semalam."

5. Sunan Tirmidzi 2156 (Hasan shahih): Telah menceritakan kepada kami 'Ubaid bin Asbath bin Muhammad Al Qurosyi Al Kufi berkata: telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepadaku Sufyan Ats Tsauri telah menceritakan kepada kami dari 'Ashim bin Bahdalah dari Zirr dari Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda:

لَا تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي

"Dunia tidak akan hilang sampai seorang lelaki dari ahli baitku menguasai orang-orang arab, namanya sama dengan namaku."

5 hadits topik al-Mahdi di atas adalah hadits-hadits dari para sahabat yaitu 'Ali, Abu Sa'id (2 hadits), Ummu Salamah, dan Ibnu Mas’ud. Dari 5 hadits di atas saja bisa disimpulkan bahwa topik al-Mahdi berderajat mutawatir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda