Jumat, 14 Maret 2008

HABITAT sebaran Ikan LAYUR

lanjutan 5

EKONOMIKA SUMBER DAYA ALAM LINGKUNGAN

PERIKANAN DEMERSIAL


BIOLOGI, HABITAT DAN SEBARAN IKAN LAYUR SERTA BEBERAPA ASPEK PERIKANANNYA


Ikan layur adalah salah satu jenis ikan demersal ekonomis penting yang banyak tersebar dan tertangkap di perairan Indonesia. Dewasa ini paling tidak terdapat tiga jenis ikan layur, yaitu Eupluerogrammus muticus, Trichiurus lepturus dan Lepturacanthus savala. Perairan dengan dasar yang relatif rata dan berlumpur dengan salinitas yang relatif rendah biasanya merupakan habitat ikan layur. Dari beberapa pengamatan tentang sebaran ikan layur di pantai selatan Jawa diperoleh informasi bahwa ikan layur di Teluk Pelabuhan Ratu-Binuangeun dan Cilacap umpamanya, tertangkap pada perairan pantai di sekitar muara-muara sungai yang relatif dangkal.


Secara umum trend dari catch, effort dan CPUE periode 1992-2000 baik untuk perikanan layur baik di perairan pantai selatan Jawa Timur ataupun selatan Jawa menunjukkan sedikit naik. Jika dilihat secara terpilah-pilah tampak bahwa untuk periode 1998-2000 trend indikator perikanan layur di selatan Jawa Timur mengikuti pola umum perikanan yang dieksploitasi, dimana naiknya total effort diikuti naiknya catch sedangkan CPUE terlihat menurun. Keadaan yang sama terjadi terhadap perikanan layur di selatan Jawa, yaitu antara periode 1997-2000.


Seberapa jauh penurunan CPUE tersebut masih dapat ditolerir antara lain akan tergantung kepada kelayakan usaha perikanan layur pada tingkat tersebut. Jadi, pada tingkat CPUE berapa, usaha perikanan layur tersebut masih dapat menguntungkan. Puncak musim penangkapan di perairan selatan Jawa terjadi menjelang akhir tahun sampai awal tahun berikutnya. Ikan layur mecapai matang gonad pada umur dua tahun dan umur maksimum dapat mencapai 15 tahun.



IKAN LAYUR DAN KOMUNITAS DEMERSAL

Jenis-jenis ikan demersal di perairan Paparan Sunda yang pernah tercatat adalah sekitar 50 famili yang terdiri dari sekitar 250 spesies, sehingga perikanan demersal di wilayah tropis bersifat multispecies. Ikan layur merupakan salah satu kelompok (species group) dalam komunitas sumber daya demersal. Dengan demikian keberadaan populasi ikan layur akan terlibat dalam proses-proses dinamika dalam komunitas ikan demersal, seperti interaksi biologis antar jenis. Bentuk interaksi tersebut antara lain adalah antar hubungan pemangsaan (predator-prey relationship) dan persaingan makanan (food competetion).


Salah satu perilaku ikan layur adalah ‘voracious’ atau sangat ‘rakus’, sehingga dalam suatu komunitas tertentu ikan layur dapat merupakan ‘top predator’ yang memperebutkan makanannya berupa ikan-ikan berukuran kecil dengan ikan-ikan predator lainnya.


Data sumberdaya ikan layur yang dianalisis merupakan sebagian hasil penelitian yang dilakukan di perairan selatan Jawa, Samudera Hindia (Badrudin, 2003). Data dan informasi tentang aspek-aspek biologi (life history dan dinamika populasi) ikan layur dikumpulkan melalui kajian literatur dan Fish Base dari FAO-ICLARM. Data catch dan effort dikumpulkan dari Statitik Perikanan Indonesia (Anonimous, 1994 - 1999) dan Statistik


Perikanan Tangkap Indonesia (Anonimus, 2000-2003). Analisis yang dilakukan, disiapkan untuk aplikasi model produksi surplus yang mengarah kepada teridentifikasinya trend dari indeks kelimpahan stok sumberdaya ikan layur antara tahun 1992-2000. Analisis lebih lanjut dapat mengarah kepada diperolehnya dugaan hasil tangkapan maksimum yang berkelanjutan (MSY, the maximum sustainable yield) mengikuti prosedur Sparre and Venema (1992).


Secara taxonomi ikan layur termasuk ke dalam famili Trichiuridae. Dalam famili Trichiuridae terdapat sekitar 10 genera, yaitu Diplospinus, Aphanopus, Benthodesmus, Lepidopus, Epoxymetopon, Assurger, Tentoreiceps, Eupluerogrammus, Trichiurus dan Lepturacanthus. Yang disebut ikan layur yang tertangkap di perairan Indonesia, paling tidak tercatat tiga genera, yaitu Eupluerogrammus, Trichiurus dan Lepturacanthus, dengan species-speciesnya adalah Eupluerogrammus muticus, Trichiurus lepturus dan Lepturacanthus savala. Dalam beberapa literatur, ketiga genera tersebut dimasukkan ke dalam satu genus yaitu Trichiurus, dengan spesiesnya adalah T. muticus, T. savala dan T. lepturus atau T. haumela (FAO, 1974).

Perbedaan spesies tersebut didasarkan atas perbedaan taxonomis seperti diameter mata terhadap panjang kepala, sirip dada (pectoral), sirip perut (pelvic) dan sirip dubur sebagaimana disajikan pada tabel berikut.

Secara visual perbedaan antara satu spesies dengan spesies lainnya hampirhampir tidak tampak. Ciri utama dari kelompok ikan layur antara lain adalah: Badanya sangat memanjang dan pipih seperti pita. Oleh karena itu dalam beberapa literatur internasional ikan layur disebut sebagai ‘ribbon fish’. Gigi rahangnya sangat kuat dan bagian depan gigi rahang tersebut membentuk taring. Sirip punggung memanjang, mulai dari belakang kepala sampai mendekati ujung ekor.


Pada bagian depan sirip punggung terdapat jari-jari sirip keras. Kadang-kadang antara kedua sirip punggung yang keras dan sirip lemah terdapat notch yang sangat jelas. Warna badannya pada umumnya adalah keperakan, bagian punggungnya agak sedikit gelap.

Panjang badan maksimum dapat mencapai 2,5 m dan pada umumnya antara 60-110 cm.

2 komentar:

  1. kalau bisa sebaran habitatnya lebih spesifik, nama daerahnya juga, ini sangat menolong untuk yg ingin berbisnis iksn ini dan dpt tau tempat yg pas utk mendirikan processing unitnya

    BalasHapus
  2. wah ribet juga beternak ikan ini

    BalasHapus

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda