Senin, 03 Maret 2008

Review ETIKA NEGOSIASI

Negosiasi Critical Review

review kritis negosiasi

ETHICS IN NEGOTIATION: OIL AND WATER OR GOOD LUBRICANTS?

H. Joseph Reitz; James A.Wall, Jr.; Mary Sue Love




Questionable Negotiation Tactics and Criteria

Bagaimanakah sebuah taktik yang dilakukan oleh seorang negosiator berjalan sesuai etika? Hal tersebut tergantung pada beberapa faktor yaitu: 1) Sebuah kebohongan tidak menjadi sebuah kebohongan sebenarnya jika kebohongan itu diharapkan, 2) Ketika seseorang bicara kebenaran itu merupakan hal yang baik, ketika bicara sebaliknya atau berbohong maka itu merupakan hal buruk, 3) Apapun tentang benar dan salah tergantung pada situasi yang dihadapi.


The Golden Rule

Kebanyakan manajer cenderung menjelaskan perilaku etis sebagai fungsi dari nilai personal. Salah satu nilai yang paling banyak dianut dijadikan sebagai golden rule: Apa yang dilakukan orang lain akan berdampak pada imbal balik perlakuan orang lain tersebut pada diri kita.


Universalism

Sebuah pedoman yang kompleks tentang sikap etika adalah universalitas, yang berisi argumen tentang benar dan salah dari suatu tindakan yang diputuskan sebagai sebuah prioritas, atau sebelum outcome dari tindakan tersebut dapat direalisasikan.


Utilitiarism

Utiliarisme memandang bahwa benar tidaknya suatu tindakan tergantung pada konsekuensi yang akan diterima. Maksudnya adalah setiap orang harus memandang setiap alternatif tindakan yang ada dan memilih salah satu yang terbaik untuk menghasilkan nilai yang maksimal dari kegiatan yang dialakukannya.


Distributive Justice

Keadilan distributif adalah sebuah sistem pemberian penghargaan dan hukuman berdasarkan kontribusi seseorang pada suatu kegiatan organisasi. Beberapa kriteria yang harus diperhatikan adalah: pengambilan keputusan harus diketahui semua pihak, setiap orang memiliki hak kebebasan berpendapat yang sama, penghargaan didasarkan atas kontribusi masing – masing, Dapat mempertahnkan posisi masing – masing agar tidak mudah diserang.


Using Multiple Criteria

Kadang – kadang kita dihadapkan pada permasalahan negosiasi yang sangat kompleks. Untuk mengatasi hal tersebut sangat diperlukan untuk menggunakan lebih dari satu kriteria.


Ethical Negotiation

Kita dapat menerapkan empat kriteria di atas untuk memaksimalkan negosiasi agar sesuai etika mulai dari trik hingga cara memaksimalkannya. Beberapa trik kotor yang tidak etis dalam negosiasi:


Lies

Sebuah kebohongan adalah statemen yang dibuat oleh negosiator dengan melakukan hal yang kontradiksi pada pengetahuan atau kepercayaan tentang suatu materi pada negosiasi.


Puffery

Puffery adalah tindakan melebih – lebihkan nilai dari sesuatu yang dimiliki masing – masing orang. Negosiator melakukan tindakan melebih –lebihkan nilai dari alternatif yang dia usulkan agar disetujui lawan.


Weakening the Opponent

Tindakan ini dilakukan oleh seorang negosiator dengan menunjukkan kelemahan – kelemahan yang ada pada dirinya agar pihak lawan bersimpati sehingga mau menurunkan penawarannya sesuai keinginan negosiator tadi.


Strengthening One’s Own Position

Taktik ini dilakukan oleh seorang negosiator dengan memberikan sebuah statemen yang menunjukkan bahwa dia cukup kuat tetapi statemen itu digunakan hanya untuk menutupi kelemahannya saja dan untuk menggertak lawan negosiasi saja.


Nondisclosure

Hal ini termasuk salah satu cara yang kurang etis karena para pihak yang terlibat negosiasi merahasiakan berbagai informasi dan kepentingan mereka dari pihak lawan sehingga tidak terjadi saling keterbukaan.


Exploiting Information.

Eksploitasi informasi dari para negosiator sangat penting karena akan memperlancar jalannya suatu negosiasi tetapi terkadang eksploitasi tersebut bisa saja menjadi tidak etis karena hanya akan memperlemah posisi salah satu pihak dalam negosiasi.


Change of Mind

Pada jangka panjang apabila anda tidak melakukan pembatalan sebuah komitmen atau persetujuan, anda diijinkan untuk merubah pemikiran anda. Mungkin pada saat itu anda menyetujui penawaran yang sebelumnya tidak pernah anda setujui.


Distraction

Negosiator terkadang melindungi kelemahan mereka atau kepentingan mereka dengan cara melakukan gangguan pada pihak lawan. Taktik ini tidak akan mengurangi tingkat perlawanan dari lawan negosiasi dan masih dapat dikatakan beretika.


Maximization

Taktik ini termasuk taktik etis dalam negosiasi apabila maksimalisasi yang dijalankan sesuai dengan kriteria universalitas etika dan aturan golden rule dari sebuah negosiasi.


Applying Ethics to Negotiations; Oil on Water?

Apabila pelaksanaan negosiasi berjalan dengan benar dan sesuai etika maka akan memperlancar proses negosiasi tersebut pada masa yang akan datang apabila kita melakukannya dengan pihak yang sama. Apabila negosiasi dilakukan dengan tidak etis maka pada masa yang akan datang akan mengakibatkan hal – hal sbb:

  1. Negosiasi menjadi sangat sukar.

  2. Merusak hubungan kedua belah pihak.

  3. Rusaknya reputasi kita.

  4. Hilangnya peluang untuk mendapatkan benefit lebih dari orang tersebut.


Kesimpulan

Artikel tersebut pembahasannya cukup lengkap dalam memahmi masalah etika bernegosiasi. Dalam bernegosiasi hendaknya kita harus memperhatikan aspek – aspek etis di dalamnya. Kita jangan hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek yang terkadang membuat kita melewatkan aspek etis dalam bernegosiasi.


Kita juga harus memperhatikan dampak jangka penjang apabila kita mengabaikan hal – hal etis tersebut yang dapat merusak relationship, reputasi, kesulitan dalam melakukan negosiasi dengan pihak yang sama pada masa yang akan datang, dan hilangnya peluang untuk mendapat benefit lebih pada masa yang akan datang.


Mungkin sebagian besar orang menganggap bahwa aspek etis tersebut merupakan aspek yang tidak penting karena hanya dianggap akan menghambat jalannya negosiasi dan memperbesar jumlah cost yang harus dikeluarkan pada saat ini tetapi hal tersebut tidak benar karena jumlah cost yang harus dikeluarkan akan lebih besar pada masa depan apabila kita mengabaikan aspek etis tadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI DIKIRIM KE EMAIL SAYA → Kirim ke alamat email saya:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda

film video Islami
3 keping DVD berisi file-file film-film / video-video Islami:
1. Film Perjuangan Dakwah Rasul SAW. (Disertai penjelasan Perjuangan Rasul Saw. dan Metodenya Dalam Menegakkan Islam) (durasi 63 menit)
2. Film Fakta Sebenarnya Tragedi WTC (9/11) (58 menit)
3. Film Rintihan Umat Islam – Nestapa Umat Islam Zaman Ini dan Perjuangan Umat (43 menit)
4. Film Perjuangan Menyelamatkan Umat – Menyelamatkan Umat Zaman Ini (79 menit)
5. Film Kejayaan Peradaban Islam Era Khilafah 632-1453M (60 menit)
6. Film Kejayaan Peradaban Islam Era Khilafah – Menguasai Tiga Benua 1453-1924M (64 menit)
7. Video Mencari Dalang Teror (100 menit)
8. Film Noda Berdarah Komunisme (54 menit)
9. Film Di Balik Asap Perang Dunia (50 menit)
10. Film Sejarah Adanya Ideologi Liberal (62 menit)
11. Film Sejarah Islam Di Nusantara 1 644-1652M (57 menit)
12. Film Sejarah Islam Di Nusantara 2 1652-2006M (58 menit)
13. Film The Message – Ar-Risalah – Subtitle / Teks bahasa indonesia (178 menit)
14. Video Indahnya Keluarga Bersyariah (50 menit)
15. Film Mencerdaskan Akal Sesuai al-Quran (52 menit)
16. SMPlayer Portable – Video Files Player (15MB)
17. BONUS : Film Seri UMAR bin Khattab (Omar Ibn Khattab) lengkap 30 episode – subtitle / teks bahasa indonesia – keping DVD file format MP4 (22 jam 43 menit)
18. BONUS : Video Penaklukan Konstantinopel (17 menit)
19. BONUS : Film Dokumenter Suriah (43 menit)
20. BONUS : Film Mengenal Allah Melalui Ciptaan-Nya (36 menit)
Total 19 film / video Files 10.1GB (untuk ditonton memakai komputer)
Tak perlu repot download
Harga : Rp75.000 (bebas ongkos kirim)
Pengiriman ke seluruh Indonesia (melalui Pos indonesia) kirim SMS ke 0852.1451.0995
Kirim SMS ke: 0852.1451.0995