Jumat, 28 Januari 2011

Pemikiran Masyarakat Islam - Dakwah Kepada Umat Islam

Pemikiran Masyarakat Islam - Dakwah Kepada Umat Islam

Download Buku Titik Tolak Perjalanan Dakwah Islam Hizbut Tahrir [rtf]
24. Karena Hizb adalah kelompok yang berusaha mengatasi masalah pemikiran dan perasaan masyarakat dengan pemikiran-pemikiran yang diadopsinya, maka dia harus memahami kecenderungan (muyul) masyarakat terhadap pemikiran Hizb dan terhadap Hizb itu sendiri. Yaitu, apakah masyarakat tertarik dengan pemikiran Hizb atau malah menjauhinya? Apakah mereka menyintai Hizb atau malah membencinya? Ataukah mereka tidak menyintai Hizb dan juga tidak membencinya, tetapi  menyikapi Hizb dengan sikap masabodoh atau tidak peduli?

25. Pengetahuan yang dimiliki Hizb tentang pemikiran dan perasaan masyarakat sangat diperlukan ketika Hizb menyeru masyarakat, sehingga Hizb harus memberikan perhatian yang besar dalam aspek pemikiran dan mengetahui pemikiran yang harus disampaikannya pada waktu yang tepat. Tetapi harus dipahami bahwa perhatian dalam aspek pemikiran hanya merupakan bagian aktivitas Hizb yang berkaitan dengan pemikiran, karena yang pertama kali harus dilakukan Hizb adalah mengubah metode berpikir masyarakat, kemudian yang kedua mengubah dasar pemikiran (qa`idah fikriyah) yang dijadikan masyarakat sebagai asas pemikiran mereka, lalu yang ketiga mengubah pemikiran yang ada pada  mereka, dan yang keempat menghubungkan seluruh pemikiran yang ada dalam kehidupan mereka dengan dasar pemikiran (qa`idah fikriyah) mereka. Dengan langkah ini, Hizb akan dengan mudah mengubah pemikiran masyarakat dan dapat menjamin bahwa masyarakat akan mengubah sendiri pemikiran-pemikiran mereka serta menghubung-kannya dengan dasar pemikiran mereka. Dengan demikian, Hizb akan dapat menjamin berlangsungnya transformasi umat Islam dan terwujudnya tahap revolusi pemikiran dan perasaan.

26. Transformasi umat Islam dari kondisi buruk yang mereka alami menuju kondisi yang lebih baik ditentukan oleh keberhasilan tahap revolusi (pemikiran dan perasaan) tersebut.  Yaitu tergantung pada adanya pemikiran Islam dalam benak masyarakat luas, sebab persepsi masyarakat tentang kehidupan, lahir dari pemikiran-pemikiran mendasar yang ada padanya, yang masih dipengaruhi oleh pemikiran aksidental (spontan/reaktif). Karena itu, harus dikerahkan segala daya upaya untuk mewujudkan pemikiran-pemikiran mendasar dan melenyapkan pemikiran-pemikiran aksidental tersebut, serta menjadikan pemikiran Islam semata sebagai satu-satunya pemikiran mendasar bagi masyarakat. Hanyasaja perlu dipahami sejelas-jelasnya bahwa keberadaan pemikiran Islam dalam masyarakat tidaklah cukup untuk menjamin keberhasilan tahap revolusi pemikiran, dan tidak cukup pula untuk mentransformasikan umat dari satu kondisi menuju kondisi lain. Masyarakat harus melihat pemikiran Islam tersebut sebagai pemikiran yang mempunyai makna-makna yang dapat diindera, dan mereka harus terdorong dengan kuat oleh perasaan mereka bahwa pemikiran-pemikiran itu harus diwujudkan dalam realitas kehidupan. Dengan demikian, pemikiran telah berubah menjadi persepsi yang akan mendorong manusia untuk melakukan tindakan. Pemikiran Islam ini harus betul-betul mantap tertanam dalam diri individu maupun masyarakat, sehingga membuat pemikiran itu mengakar dan menancap kuat, serta mampu menghasilkan kekuatan dan pengaruh sehingga akhirnya dapat menimbulkan perubahan yang menyeluruh.  Pada saat itulah perubahan dan transformasi umat akan terjadi.

27. Harus diperhatikan bahwa pemikiran-pemikiran mendasar tentang kehidupan di negeri-negeri Islam adalah pemikiran Kapitalisme-Demokrasi. Namun pemikiran tersebut masih labil dan  tidak tertancap dengan kuat, karena masyarakat tidak menjadikannya sebagai pemikiran mendasar bagi mereka. Ini karena aqidah mereka masih Aqidah Islamiyah. Ketika mereka mengadopsi pemikiran Kapitalisme-Demokrasi, mereka mengambilnya begitu saja tanpa disertai keyakinan, atau mereka ditipu oleh orang yang memberikan pemikiran itu kepada mereka, yang menyatakan bahwa pemikiran tersebut tidak bertentangan dengan aqidah mereka, bahkan sesuai dengan aqidah mereka. Karena itulah, pemikiran tersebut tidak kukuh tertanam dalam benak mereka, meskipun mereka bertindak sesuai dengan pemikiran itu. Jika mereka yakin bahwa pemikiran tersebut bertentangan dengan aqidah mereka, mereka akan segera meninggalkannya dan kembali kepada pemikiran Islam. Dengan kembalinya mereka kepada pemikiran Islam, akan terjadi perubahan dalam masyarakat. 

28. Di masyarakat terdapat pemikiran-pemikiran aksidental (spontan/reaktif), yaitu pemikiran yang lahir dari pengaruh-pengaruh yang bersifat temporal, seperti pemikiran-pemikiran yang menyebabkan bangkitnya sentimen nasionalisme atau patriotisme, atau pemikiran-pemikiran tentang kemerdekaan dan sebagainya. Pemikiran-pemikiran ini dihasilkan oleh keadaan yang ada dan tengah kacau, bukan  lahir dari pemikiran tentang kehidupan. Karenanya pemikiran-pemikiran aksidental ini akan cepat lenyap ketika berlangsung penanaman pemikiran-pemikiran mendasar.
...........................................
Pemikiran Masyarakat Islam - Dakwah Kepada Umat Islam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda