Jumat, 28 Januari 2011

Revolusi Pemikiran Umat Islam - Dakwah Islam Ideologis

Revolusi Pemikiran Umat Islam - Dakwah Islam Ideologis

19. Hizb harus menyadari bahwa tahap yang sedang dilalui oleh umat Islam adalah tahap revolusi pemikiran dan perasaan, yang akan dapat mendorong kaum muslimin mengemban qiyadah fikriyah mereka secara internasional ke seluruh dunia untuk mengalahkan seluruh qiyadah fikriyah  lain dalam segala aspek kehidupan. Hizbut Tahrir harus menyadari bahwa dia wajib memikul tugas tersebut. Karena itu, aspek pemikiran tetap menjadi asas kegiatan Hizb. Aspek pemikiran ini  (yang harus selalu dibarengi dengan aktivitas politik) adalah tumpuan utama kegiatan Hizb. Maka dari itu, Hizb harus selalu mencermati kondisi politik internasional dan kondisi politik di negeri-negeri Islam, terutama kondisi politik di tempat dia berkiprah. Hizb juga harus berusaha untuk menjadikan pemikiran Islam sebagai  satu-satunya bahan diskusi dan bahan kajian di seluruh negeri-negeri Islam. Di samping itu Hizb juga harus selalu mencermati pemikiran yang berkembang di tengah masyarakat di negeri-negeri Islam.

20. Hizb harus selalu sadar dan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap masyarakat, dan selalu mencatat apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh masyarakat, sehingga Hizb dapat mengetahui sejauh mana pengaruh tsaqafahnya, penetrasi pemikiran yang disebarluaskannya, perasaan yang dibangkitkannya, serta perubahan masyarakat dari dingin menjadi panas dan dari panas menjadi mendidih. Hizb harus mengetahui semua itu agar Hizb dapat menancapkan tsaqafahnya ke dalam jiwa masyarakat. Sebab tsaqafah tersebut bak kayu bakar yang dibakar di tengah masyarakat yang selanjutnya akan mengalirkan panas dan mengubah masyarakat. Hizb harus mengetahui semua itu agar mampu mengangkat derajat umat mencapai taraf dimana mereka memahami secara sadar dan mempunyai perasaan secara benar, bahwa keberadaannya di dunia adalah demi Islam semata dan demi mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia, dan bahwa Hizbut Tahrir adalah partai yang sedang melaksanakan tugas ini.

21. Metode menilai pemikiran dan perasaan masyarakat sesungguhnya sangat mudah, yaitu dengan mencermati pengaruh yang ditimbulkan oleh peristiwa-peristiwa politik terhadap berbagai pemikiran,yaitu apakah suatu peristiwa politik dapat melahirkan pemikiran baru atau hanya sekadar mengukuhkan pemikiran lama? Selain itu, juga dengan cara mencermati pengaruh yang ditimbulkan oleh peristiwa politik terhadap perasaan, yaitu apakah suatu peristiwa politik dapat melahirkan perasaan baru atau hanya mengukuhkan perasaan lama semata? Yang dimaksud dengan perasaan di sini adalah reaksi naluriah yang muncul seperti gembira, sedih, rela, dan marah.  Ini metode untuk pemikiran dan perasaan yang muncul, serta pemikiran dan perasaan yang dikukuhkannya. Sedangkan metode untuk pemikiran dan perasaan yang telah ada, caranya dengan mencermati topik-topik yang menjadi bahan perbincangan masyarakat, serta mencermati perasaan yang muncul pada masyarakat. Misalnya, perbincangan kaum muslimin dewasa ini tentang koperasi dan perseroan terbatas (PT), padahal seharusnya mereka membicarakan tentang Syirkah Inan atau Syirkah Mudharabah. Seperti pula kemarahan mereka yang bangkit karena nasionalisme, padahal seharusnya mereka marah karena kehormatan Islam dilanggar. Dengan standar ini, pemikiran dan perasaan masyarakat akan dicatat dan direkam. Hizb juga harus memperhatikan semua lapisan masyarakat, baik kalangan intelektual maupun yang lainnya, sebab pemikiran suatu komunitas (jamaah) adalah sama, begitu juga perasaannya.  

22. Menilai pemikiran dan perasaan masyarakat tak lain adalah untuk memecahkan masalah yang ada, dengan cara menyerang pemikiran yang salah dan menjelaskan kekeliruannya. Juga dengan cara mengubah perasaan gembira terhadap sesuatu yang seharusnya seorang muslim tidak boleh bergembira, menjadi gembira terhadap sesuatu yang memang sudah semestinya dia bergembira, atau perasaan marah terhadap sesuatu yang semestinya seorang muslim tidak boleh marah, menjadi marah terhadap sesuatu yang sudah semestinya dia marah. Karena itu, Hizb harus benar-benar mengetahui reaksi yang ditimbulkan oleh pelbagai peristiwa dan pemikiran, yaitu mengetahui tanggapan positif masyarakat akibat adanya peristiwa dan pemikiran : apakah menimbulkan tanggapan positif ataukah tidak? Jika menimbulkan tanggapan positif, berarti masyarakat membenarkan atau menerima peristiwa dan pemikiran yang terjadi, karena itu yang harus dilakukan adalah menjelaskan kekeliruan pemikiran dan mengubah perasaan yang ada. Jika tidak menimbulkan tanggapan positif, berarti tidak perlu bersibuk diri dalam masalah tersebut, sebab itu sama artinya dengan melakukan perbuatan yang sia-sia.

23. Karena tumpuan utama untuk mengatasi masalah pemikiran dan perasaan adalah perubahan persepsi (mafahim), maka yang harus diketahui adalah sejauh mana reaksi yang muncul ketika terjadi upaya perubahan persepsi itu. Yaitu, apakah upaya Hizb mengubah persepsi masyarakat yang keliru menimbulkan tanggapan positif (berpengaruh) pada mereka ataukah tidak? Jika menimbulkan tanggapan atau pengaruh positif, berarti pemikiran yang diberikan oleh Hizb telah berhasil membentuk persepsi pada diri mereka. Hal itu juga menunjukkan bahwa tindakan mereka mengambil pemikiran Hizb adalah benar-benar untuk mengubah persepsi mereka. Lain masalahnya jika tidak muncul tanggapan positif pada mereka, sedang mereka memahami pemikiran Hizb. Dalam keadaan demikian, mereka mengambil pemikiran Hizb hanya sebagai informasi belaka, tidak digunakan untuk mengubah persepsi.
..................................
Revolusi Pemikiran Umat Islam - Dakwah Islam Ideologis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda