Sabtu, 15 November 2014

Karakteristik Masyarakat Islam




Karakteristik Masyarakat Islam

II. Karakteristik Masyarakat Islam Dan Keistimewaannya

Masyarakat muslim atau masyarakat Islami adalah sebuah masyarakat yang telah diciptakan oleh Rasulullah SAW. Ia telah membangunnya dengan kedua tangannya sendiri sesuai dengan petunjuk Allah SWT. Maka, corak kehidupan yang terjadi saat itu menjadi contoh bagi masyarakat Islam setelahnya sampai hari nanti ketika manusia harus menemui Tuhannya.

Ketika Islam telah datang, manusia masih dalam kondisi terjepit antara berbagai perselisihan dan penindasan. Dan berbagai agama yang mendahului agama Muhammad SAW telah mencoba untuk meminimalisir berbagai konflik yang mereka alami. Dan memang Allah belum membentuk sebuah masyarakat secara utuh. Karena, sistem hidup penyempurna yang akan menyempurnakan bangunan kerangka sosial ini baru akan diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Shalawat beriringkan salam kami haturkan kepadanya.

Dan ketika Allah menghendaki sebuah struktur masyarakat yang matang secara pemikiran maupun perasaan. Dan untuk membangun masyarakat yang paling sempurna diutuslah nabi Muhammad SAW sebagai utusan terakhir-Nya. Kemudian, Allah memberikan kepadanya ajaran agama terakhir yang paling sempurna dan diridoiNya. Dengan tujuan, agar seluruh umat manusia memeluk agama tersebut.

Jadi, struktur masyarakat yang telah dibangun oleh Rasulullah SAW adalah sebuah susunan masyarakat yang tidak keluar dari ajaran Allah dan hukum-Nya. Masyarakat yang dalam kurun waktu kurang dari setengah abad telah menyebarkan pondasi ajaran dan berbagai hal yang berkaitan dengan pemahaman keagamaannya seperti akidah, ibadah, interaksi antar manusia, keadilan, kebaikan, memerintahkan dengan Islam dan melarang kemunkaran selain Islam sekaligus jihad di jalan Allah.

Sehingga, keberhasilan penyebaran ajaran dan penerapan hukum ini mencapai setengah wilayah bola bumi. Hal tersebut bukanlah peristiwa yang tidak masuk di akal. Hanya saja, Allah telah mempermudah jalan untuk menuju pembangunan masyarakat yang adil sesuai dengan ajaran Islam.

Masyarakat yang dapat merealisasikan hal tersebut yang telah Allah pindahkan dari kegelapan dosa sistem kufur menuju petunjuk sistem Islam, adalah sebuah contoh kehidupan masyarakat yang ideal. Dan kondisi tersebut telah diterapkan pada tatanan masyarakat masa Rasulullah SAW, sahabat, tabi’in dan masyarakat pasca tabi’in. Tepatnya, selama tiga abad pertama hijriah. Yang dikatakan oleh Rasulullah SAW sebagai sebaik-baiknya masa.

Masyarakat yang ada pada waktu itu benar-benar dianggap sebagai contoh masyarakat ideal sepanjang sejarah; kapan dan di manapun di seluruh dunia. Maka, contoh tersebut dapat kita lihat dari cara mereka dalam menerapkan ajaran Islam dalam seluruh lini kehidupannya. Dan penerapan ini tidak hanya dilakukan oleh beberapa kabilah dari beberapa suku saja. Akan tetapi, seluruh lapisan masyarakat melakukan hal yang sama; kulit hitam, kulit putih, sampai anak kecil. Dengan kekuasaan sistem negara Islam mereka dapat menjaga keimanan kepada Allah dengan menerapkan akidah yang benar dan beribadah sesuai dengan ajaran Rasul-Nya dan tidak pernah keluar dari segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dalam menjalankan roda kehidupan mereka. Dan tipe masyarakat seperti ini akan selalu menjadi contoh di manapun dan kapanpun ia berada dan siapapun yang menjadi tokoh di dalamnya.

Masyarakat Islam seperti ini memiliki karakteristik dan keistimewaan tertentu. Dan masyarakat seperti inilah yang akan menjadi contoh sempurna sebuah kerangka sosial.
Dan pada lembaran-lembaran berikut kita akan mencoba untuk menerangkan beberapa keistimewaan dan ciri-ciri yang ada pada masyarakat Islam pada waktu itu. Dengan harapan, setelah mengetahui unsur-unsur tersebut kaum muslimin dapat menyadari bagaimana sebuah sistem Islam dapat menuntunnya untuk hidup secara terhormat di dunia. Tentunya dengan syarat, mereka harus mengikuti seluruh ajaran Allah dalam menjalani kehidupan ini dan menerapkan syariah yang tidak ada bandingannya atas muslim maupun non muslim.

Karakteristik Pertama Dalam Bangunan Masyarakat Islam:
Pertama, salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh kelompok masyarakat ini adalah keimanan mereka. Mereka adalah masyarakat yang taat beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab dan Rasul-Nya. Keimanan kepada Hari Akhir dan ketentuan Allah; baik ataupun buruk ketentuan tersebut. Sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW, penutup para nabi.

Sebuah masyarakat muslim yang memiliki keimanan mulai dari hati, akal dan perbuatan yang benar sesuai dengan tugas manusia di dunia ini sebagai hamba Allah di bumi. Di mana ia bertugas untuk hidup sesuai dengan ajaran Allah. Allah berfirman dalm al Quran: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." [QS. Al Baqarah: 30]

Mereka adalah masyarakat beriman yang konstruktif, dinamis dan memiliki kapabilitas dalam membangun sebuah bangunan kehidupan yang paling istimewa. Tentunya, karena sesuai dengan ajaran syariah Allah dan tidak keluar dari koridor yang telah Ia tentukan. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Nasa-i: “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amal perbuatan kecuali yang dikerjakan dengan ikhlas dengan hanya mengharap ridlo Allah SWT.” [Lihat: “An Nasa-I” pada bab: Jihad]

Dan seseorang tidak dikatakan sebagai orang yang beriman sebelum ia mengerjakan amal shalih. Karena keimanan tanpa amal, niscaya seperti angan-angan dan bersifat fiktif. Sehingga, tidak akan ada satupun yang akan mempercayai kredibilitasnya. Dan amal shalih tentunya adalah sebuah amal yang dianggap benar dalam ajaran syariah Islam. Sehingga akan membawa manusia ke arah kebaikan rahmat dan menghalangi mereka dari keburukan hukum kufur.

Download Buku Generasi Masyarakat Islami

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda