Jumat, 12 November 2010

Gaya-Gaya dakwah - Dakwah Sehari-Hari

Gaya-Gaya dakwah


Seorang wanita bisa memberdayakan berbagai gaya dalam dakwahnya kepada para wanita lain. Dia bisa memberikan pembicaraan dan pelajaran Islam, dia bisa mendistribusikan literatur, dia bisa menulis dan dia bisa membuat pernyataan. Semua ini adalah pekerjaan politik jika dihubungkan dengan menciptakan opini untuk perubahan lengkap. Dia bisa membawa seruannya kepada sanak keluarganya, teman-teman, tetangga-tetangga, rekan-rekan kerja dan Umat secara keseluruhan. RasulAllah Saw. juga bersabda,

Sampaikanlah meskipun hanya satu ayat yang kamu tahu”. (Hadits Riwayat Tirmidzi, Ahmad, Bukhari)

Para Sahabiyat ra. atas kekuatan Iman yang tak tergoyahkan dan pemahaman Islam mereka, biasa bekerja untuk propaganda Islam. Banyak dari mereka membantu mempromosikan kepentingan-kepentingan Islam di dalam lingkaran-lingkaran keluarga mereka masing-masing, melalui diskusi dan debat. Arwa binti Abdul Muttalib ra. adalah seorang wanita yang biasa mendukung Rasulullah Saw. dan berbicara demi beliau. Dia selalu mendesak anak laki-lakinya untuk membantu RasulAllah Saw. dan untuk melakukan apapun yang dia minta untuk dilakukannya. Wanita demikian yang lainnya adalah Ummu Shuraik ra. yang biasa bergerak secara rahasia di antara para wanita Quraysh untuk membujuk dan mengubah mereka menjadi Islam. Dia telah mengubah banyak orang sebelum dia diekspos. Penduduk Mekah memperingatkan dia bahwa dia akan menderita jika tidak karena status keluarganya.

Di antara para wanita Muslimah ada beberapa yang mengajak para laki-laki yang tertarik pada mereka untuk memeluk Islam dan membuat itu sebagai persyaratan untuk pernikahan.

Ummu Salim ra. adalah seorang wanita demikian. Dia berkata pada Abu Talhah, yang memintanya untuk pernikahan, “Demi Allah seorang sepertimu tidak bisa ditolak, tapi kamu adalah seorang musyrik dan aku adalah seorang Wanita Muslimah. Sama sekali tidak diperbolehkan bagiku untuk menikahimu. Jika kamu memeluk Islam, aku akan mengambil itu sebagai maharku darimu.” Anas bin Malik ra. diriwayatkan berkata bahwa Abu Talha telah melamar Ummu Salim ra. sebelum masuk Islam. Maka dia berkata padanya, “Abu Talhah tidakkah kamu tahu bahwa Tuhan yang kamu sembah tumbuh dari bumi?” Abu Talhah menjawab, “Ya, benar”. Dia kemudian berkata, “Tidakkah kamu merasa malu menyembah mereka? Tapi jika kamu masuk Islam aku tidak akan meminta hal lain lagi dalam mahar.” Abu Talhah memintanya untuk menunggu hingga dia memikirkan perkara itu, dan pergi. Setelah itu Abu Talhah kembali dan memproklamirkan, “Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah RasulAllah.” Sejak itu Ummu Salim ra. menangis, “Anas mengatur pernikahan Abu Talhah”. Dan dia menikahinya.

Jadi para wanita hari ini dengan mengambil cahaya dari para pendahulunya, bisa memainkan peran penting dalam memproduksi lingkungan da'wah dalam keluarga mereka dan masyarakat mereka. Jadi manakala kita berjumpa dengan wanita lain kita harus membicarakan perkara-perkara Agama.

Mungkin dipikir sulit untuk berkecimpung dalam Dakwah dan kerja politik karena berbagai tanggung jawab rumah tangga dan batasan-batasan waktu. Namun, kita harus berpikir praktikal tentang bagaimana untuk memasukkan dakwah ke dalam kehidupan normal kita. Hari demi hari kita bertemu banyak orang dan berinteraksi dengan para keluarga, teman dan tetangga kita, kita harus pastikan bahwa kita menggunakan semua kesempatan itu untuk mendiskusikan hal-hal penting. Para Sahabiyat ra. adalah para pengemban dakwah. Mereka juga para ibu, isteri dan anak perempuan. Mereka memenuhi semua kewajiban yang Allah Swt. wajibkan atas mereka. Jadi para pembawa da'wah berusaha untuk membawa Seruan hingga kemampuannya yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda