Jumat, 12 November 2010

Tentang Hizbut Tahrir Sejarah singkat Hizbut Tahrir

Bab Empat – Tentang Hizb ut Tahrir


Hizb ut Tahrir adalah partai politik yang ideologinya adalah Islam. Tujuan Hizbut Tahrir adalah untuk membebaskan Umat dari dominasi berabagai pemikiran, sistem dan negara kufur, dengan meneruskan jalan hidup Islam dan untuk mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia. Tujuan ini berarti membawa Kaum Muslimin kembali kepada hidup sesuai jalan hidup Islam dalam Darul Islam, Negara Islam dan masyarakat Islam, sehingga semua urusan kehidupan ditentukan oleh Islam dalam Negara Khilafah, ini menjadi satu-satunya metode untuk membangkitkan Umat.

Keanggotaan dalam Hizb ut Tahrir

Hizb menerima semua Muslim laki-laki dan perempuan sebagai anggotanya, tanpa pandang ras, bahasa atau madzhab mereka. Metode afiliasi adalah melalui memeluk keimanan Islam dan adopsi mereka atas budaya partai, yang diturunkan hanya dari Islam.

Kelompok para wanita adalah terpisah dari kelompok para laki-laki dan diberi bimbingan oleh para wanita lain, suami atau muhrim (sanak keluarga yang tak boleh dinikahi).

Rancangan Khilafah

Hizb telah menyiapkan sejumlah besar budaya, yang memaparkan Khilafah, yang datang segera dengan izin Allah Swt., sebagian kecil darinya digunakan untuk mempersiapkan manifesto (=pendapat mengenai hal yang prinsip) ini. Buku-buku itu termasuk;

Struktur Negara Islam
Sistem Sosial
Sistem Ekonomi
Sistem Keuangan dalam Negara Islam
Kebijakan Ekonomi Ideal
Sistem Hukum Pidana
Hukum-Hukum Pembuktian
Pendahuluan untuk Konstitusi
Buku-buku itu tersedia online dari website kami www.hizb-ut-tahrir.org

Sejarah singkat Hizbut Tahrir

Hizbut Tahrir didirikan di tahun 1953 Masehi / 1372 Hijriyah oleh Syeikh Taqiyuddin bin Ibrahim bin Mustafa bin Ismail bin Yusuf An-Nabhany, seorang ulama yang mencapai tingkat Mujtahid Mutlaq, seorang hakim Pengadilan Banding di al-Quds dan seorang politisi ulung. Rumahnya adalah rumah pengetahuan karena ibunya dan ayahnya adalah ahli hukum. Selain itu, kakek dari ibunya adalah Ismail bin Yusuf bin Hasan bin Muhammad An-Nabhany Al-Syafii, Abu Al-Mahasin, ahli literatur, penyair dan seorang hakim ternama di masa Khilafah.

Setelah kematian An-Nabhany di 1977 M / 1396 H, asistennya, Syeikh Abdul Qadim Yusuf Zalloum menjadi Amir. Dengan taufiq dari Allah Swt., dia memantapkan Hizb yang di dalamnya ribuan orang bergabung dan membawa berbagai pemikirannya, dengan jutaan suporter. Ia bekerja ke seantero Tanah-Tanah Muslim, di lebih dari 40 negara, dan adalah partai terbesar di dunia bekerja untuk Khilafah.

Amir saat ini, Syeikh Ata Abu ar-Rashta, mengambil tanggung jawab di 2003 M / 1424 H. Seorang insinyur pendidikan formalnya, dia aktif di dalam Hizb sejak usia sangat muda. Dia telah menjadi asisten Syeikh Zallum dan seorang juru bicara ternama untuk Hizb di Jordan. Syeikh Ata pernah mendekam di berbagai penjara para penguasa tiran beberapa kali dan dinyatakan oleh Amnesty International sebagai “prisoner of conscience” - “tahanan moral.”

Dalam tahun-tahun belakangan, Hizb ut Tahrir telah menjadi semakin terbangun baik di dalam Umat. Pada tahun 2007, Hizb menyelenggarakan konferensi terbesar mengenai subjek pendirian kembali Khilafah di Indonesia, dengan 100.000 hadirin dan setengah juta orang lainnya. Pada 2009 Hizbut Tahrir mengadakan Konferensi Ulama Internasional di Indonesia, 6000 dari seantero tanah-tanah Muslim menghadiri konferensi itu. Di tahun 2010 Hizb ut Tahrir mengadakan Konferensi Media Internasional di Lebanon, di mana para politisi dan wakil media diundang dan pandangan Hizbut Tahrir mengenai masalah-masalah paling penting dan membara dunia Muslim disajikan di hadapan mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda