Jumat, 12 November 2010

Keyakinan yang kokoh dalam Akidah Islam

  Keyakinan yang kokoh dalam Akidah Islam


Terdapat contoh-contoh lain wanita yang menjadi beriman melalui keyakinannya sendiri. Ummu Habiba ra., anak perempuan Abu Sufyan, memeluk Islam meski ayahnya masih seorang musryik. Sementara Ummu Habibah ra., sedang dikucilkan dia tetap teguh memegang Islam, sementara suaminya telah pindah ke Kekristenan. Suaminya, Ubaidullah bin Jahash, bermigrasi ke Abysinnia, bersama dengan istrinya untuk menghindari penghukuman karena agama mereka tapi di sana dia menanggalkan Islam dan mengadopsi Kekristenan, agama penduduk Abyssinia. Dia mencoba untuk membujuk Ummu Habiba untuk melakukan hal yang sama, tapi dia teguh memegang Islam seiring semua penderitaan yang harus ditanggungnya sebagai seorang asing. (Tarikh At Tabrani). Ummu Kultsum binti Ugba bin Abi Mait ra. juga memeluk Islam, meskipun seluruh keluarganya masih memegang agama politheistik mereka dan dia bermigrasi ke Madinah di mana dia bisa hidup dalam kehidupan di bawah kekuasaan Islam.

Banyak perempuan masuk Islam dan menderita penyiksaan karena melakukannya, salah satu yang paling terkenal adalah Hazrat Sumayah binti Khubat ra. seorang syahidah. Dia adalah ibu dari Ammar bin Yasir ra., dan merupakan orang ke-7 yang masuk Islam. Klan Al-Mughira biasa menyiksa dia. Orang-orang biasa lewat dan menyaksikan dia sedang disiksa di sisi anak laki-lakinya dan suaminya di tanah panas Mekkah. Nabi Saw. meneguhkan dia dengan mengatakan, “Wahai keluarga Yasir, tanggung penderitaan ini dengan sabar, karena Allah telah memberi kalian janji Surga.” Dia telah tua dan lemah. Abu Jahal juga termasuk di antara mereka yang biasa menyiksanya. Dia menerima siksaan yang keji dan meninggal untuk menjadi orang pertama yang disyahidkan untuk Islam.

Contoh-contoh lainnya termasuk, Haritsah binti Al Muammil ra., saudara perempuan Ummu Ubais, yang dikenal sebagai Zunairah Al Romiyah. Dia adalah seorang perempuan budak, salah satu orang beriman yang paling awal dalam Islam dan merupakan salah satu wanita yang disiksa karena keimanan mereka. Abu Jahal biasa memukulnya dengan brutal; begitu pula Hazrat Umar ra. sebelum dia masuk Islam. Setelah Zunairah masuk Islam, dia menderita begitu banyak siksaan hingga dia kehilangan penglihatannya.

Kekuatan yang ditunjukkan oleh para wanita itu dan banyak wanita di dunia hari ini, yang menghadapi opresi karena Agama mereka, muncul melalui penerimaan Iman dengan cara yang telah diperintahkan Allah Swt. di dalam al-Qur'an. Ini adalah dengan menggunakan pikiran kita untuk mempelajari realitas kita, dan mencapai kesimpulan yang paling pasti, tanpa keraguan, bahwa Allah Swt. ada dan al-Qur'an adalah Kalimat Allah Swt. Al-Qur'an memerintahkan kita untuk mempelajari realitas kita dan memikirkan tentang Ciptaan, dengan cara ini kita bisa melihat bukti pasti adanya Allah Swt.

Allah Swt. berfirman,

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, [Terjemah Makna Qur'an Surat Ali Imran (3) : 190]

Sekali keyakinan pada Allah Swt. terbangun, maka keyakinan pada al-Qur'an yang penuh keajaiban sebagai wahyu dari Allah Swt. harus dibangun. Keajaiban al-Qur'an ada dalam bahasanya. Allah Swt. menantang siapapun yang mengklaim kitab itu tidak berasal dari-Nya Swt. untuk menulis setidaknya 1 surah seperti al-Qur'an. Orang-orang Arab yang bangga akan kefasihan dan keekspresifan mereka dalam bahasa mencoba dengan keras tapi tidak mampu memenuhi tantangan ini dan selama lebih dari 1400 tahun tidak ada yang bisa memenuhi tantangan ini. Al-Qur'an benar adalah wahyu dari Allah Swt. Itu adalah buku petunjuk bagi semua yang mau dengan sebenarnya menyembah Allah Swt. Dan karena Rasulullah Saw. membawa kitab ini, maka dia adalah Rasul Allah dan al-Qur'an ini adalah bukti kerasulan Muhammad Saw.

Sekali Akidah (keyakinan) diterima dengan penuh kepercayaan, dan dipahami mendalam, ia membentuk pondasi terkuat bagi seluruh pikiran dan tindakan kita. Semua yang dipikirkan dan dirasakan oleh seorang Muslim, dan setiap perbuatan yang dilakukannya menjadi “Halal dan Haram”, maka dia berhenti dari setiap tindakan Haram dan melakukan hanya perbuatan yang telah dinyatakan Halal oleh Allah Swt. Sebagai hasil dari ini dia menjadi seorang kepribadian Islam kuat. Allah Swt. berfirman dalam al-Qur'an,

Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Terjemah Makna Qur'an Surat Al-Baqarah (2) : 256]

   Keyakinan yang kokoh dalam Akidah Islam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda