Jumat, 12 November 2010

Imbalan Pahala Menyuruh Ma'ruf Melarang Munkar

Menyuruh yang Ma'ruf dan Melarang yang Munkar memiliki Imbalan Terbesar


Dalil-dalil bagi tindakan menyerukan melawan kemunkaran adalah sangat jelas. Allah Swt. telah meminta itu bahkan jika itu mengakibatkan kesyahidan, mengindikasikan pentingnya aksi itu. Rasulullah Saw. bersabda,

“Pemimpin para syuhada adalah Hamzah dan orang yang mengatakan kebenaran di hadapan penguasa tiran untuk menyuruh yang ma'ruf dan melarang yang munkar, dan dia terbunuh.” (Hadits Riwayat al-Hakim)

Allah Swt. telah mengancam Kaum Muslimin dengan hukuman jika mereka tetap diam tentang kesalahan, dan mereka tidak beraksi untuk mengubahnya dan menyingkirkannya. Diriwayatkan oleh Hudzaifa bin Al-Yaman bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

“(aku bersumpah) demi Dzat yang Jiwaku ada di tangan-Nya, kalian harus menyuruh kebenaran dan melarang kesalahan, jika tidak Allah akan mengirimkan atas kalian hukuman dari-Nya, kemudian kamu berdoa pada-Nya dan Dia tidak akan menjawabmu.” (Hadits Riwayat Ahmad dan Tirmidhi)

Rasulullah Saw. bersabda,

“Jika rakyat melihat seorang opresor melakukan opresi dan tidak melakukan apapun untuk menghentikannya dari tindakannya, maka segera Allah Swt. akan menghkum mereka.” (Hadits Riwayat Tirmidzi)

Rasulullah Saw. bersabda,

“Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian harus memerintahkan kebaikan dan melarang kejahatan, dan mengambil tangan opresor dan menariknya menuju al-Haq dan jaga dia tetap dalam kebenaran, jika tidak Allah akan memperseterukan hati kalian dengan satu sama lain dan mengutuk kalian sebagaimana Dia mengutuk keturunan Israel” (Hadits Riwayat Abu Dawud)

Rasulullah Saw. bersabda,

“Allah tidak akan menghukum orang umum karena pekerjaan (dosa) sebagian orang, hingga mereka melihat kemunkaran di antara mereka sendiri dan mereka mampu melarangnya tapi mereka tidak melakukannya. Jika mereka melakukan itu Allah akan menghukum sebagian orang itu dan orang umum.” (Hadits Riwayat Ahmad)

Pada masa Khalifah Rasyidah, Umar bin Khattab ra., Umar memberikan Khutbah di dalam masjid, membatasi Mahar. Seorang wanita berbicara di dalam masjid dan mengoreksi opini Umar ra. tentang Mahar, menanyainya bagaimana dia bisa membatasi sesuatu ketika Allah Swt. telah membolehkannya. Umar ra. setuju dengan wanita itu bahwa dia benar dan Umar salah, dan dia tarik kembali pengumumannya. Wanita ini tidak takut pada Umar ra., meskipun dia adalah seorang Khalifah. Ketika dia memahami bahwa Umar salah, dia memprotesnya, memenuhi fardhu yang ditetapkan Allah Swt. atas kita. Terdapat banyak contoh lain kekuatan para wanita Muslimah dalam berbicara untuk menyuruh yang ma'ruf dan melarang yang munkar di publik maupun di privat. Asma binti Abu Bakar ra. terus melindungi Deen ini, menyatakan kebenaran, bahkan hingga dia seorang wanita tua ketika dia menentang pemerintah Hajjaj bin Yusuf.

Beberapa orang menyarankan kita untuk tidak mengoreksi, tapi hanya berkonsentrasi pada diri kita sendiri dan tetap menyingkir dari aksi jenis apapun yang mengakibatkan 'perpecahan'. Mereka bilang kita harus tidak menentang pandangan yang sudah umum, bahkan jika pandangan-pandangan itu salah dan bertentangan dengan Islam. Yang benar adalah bahwa menyingkirkan kemunkaran tidak bisa terjadi jika kita tetap diam, dan persatuan Umat Muslim atas ketidakpatuhan terhadap Allah adalah Kejahatan. Dasar persatuan kita haruslah hanya atas Aqidah islam dan ketundukan pada hukum-hukum Allah Swt.

Oleh karena itu hari ini wanita Muslimah butuh mengerjakan menyuruh kebaikan dan melarang kejahatan dengan cara apa yang telah ditetapkan Allah Swt. dan mengikuti apa yang Rasulullah Saw. sabdakan dan contoh-contoh para Sahabat ra. yang berbicara melawan kekufuran bahkan jika itu menghasilkan mereka diserang secara fisik. Kita punya banyak sekali contoh Khulafaur Rasyidin yang selalu berbicara kebenaran dan memenuhi kewajiban mereka membangun persatuan Umat atas dasar Islam.

Ketika Abu Bakar ra. menjadi Khalifah, dia naik ke mimbar, memuji Allah Swt., kemudian berkata, “Wahai rakyat, kalian membaca ayat,

Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk .... (Surah Al Maidah 5:105) dan kamu salah menginterpretasikannya. Sesungguhnya aku mendengar Nabi Saw. bersabda,

“Barangsiapa yang melihat kejahatan dan tidak melawannya atau berusaha mengubahnya akan segera semuanya dihukum oleh Allah Swt.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda