Jumat, 02 September 2011

Faktor-Faktor Kebangkitan Islam Hakiki – Pelajaran Penting Pengaruh Positif Gerakan Kebangkitan Islam

Faktor-Faktor Kebangkitan Islam Hakiki – Pelajaran Penting Pengaruh Positif Gerakan Kebangkitan Islam


Hakikat Kebangkitan Islam

Pada pembahasan terdahulu kami telah menyatakan dalam buku ini, bahwa yang menjadi perhatian kita setelah runtuhnya Khilafah Islamiyah dan upaya melanjutkan kehidupan Islam dengan mendirikan kembali Daulah Islamiyah adalah mengetahui bagaimana mewujudkan kebangkitan secara praktis dari ketiadaan; mengetahui pelajaran-pelajaran mengenai kebangkitan ini, serta hasil-hasil dan pengaruhnya.

Dari telaah kita terhadap beberapa harakah utama di Dunia Islam pada saat sekarang, dan dari pengetahuan kita akan tujuan-tujuan, metode pencapaian tujuan, komentar atas harakah-harakah tersebut dan perbandingannya dengan metode dan manhaj Rasulullah dalam berdakwah dan mendirikan Daulah Islamiyah, maka jelaslah hal-hal berikut:

Pertama: Tidak ragu lagi, kaum Muslim akhirnya mengharapkan Islam kembali memegang pemerintahan dan kembali ke tengah-tengah realitas kehidupan. Islam menjadi satu-satunya harapan mereka untuk mewujudkan kebangkitan serta mengembalikan kemuliaan dan kehormatan. Harapan ini, kalau bukan merupakan kesepakatan (ijmak), telah menjadi pendapat umum pada diri kaum Muslim di berbagai penjuru mereka. Dari sini, seseorang bisa mengatakan dengan bangga bahwa di sana terdapat kebangkitan Islam yang menjangkau seluruh penjuru kaum Muslim. Kaum Muslim secara keseluruhan telah bangun dari keterlelapan serta bangkit dari tidur dan mimpi bohong yang dibangun di atas janji-janji seruan yang lain: nasionalisme, patriotisme, sosialisme, demokrasi dan lainnya.

Kedua: Faktor-faktor kebangkitan:

1.   Pemahaman umat akan kehidupan pemerintahan yang beraneka ragam yang menerapkan kapitalisme, sosialisme, dan sekularisme yang tampak jelas kelemahannya dalam mewujudkan kebahagiaan bagi manusia atau mencapai kebangkitan dan memperbaiki kondisi mereka.

2.   Pemahaman umat akan kepalsuan seruan patriotisme dan nasionalisme. Pemahaman ini gagal menyatukan kelompok-kelompok bangsa yang satu, apalagi untuk menyatukan umat.

3.   Kemunculan sejumlah harakah, partai dan kelompok Islam yang menyerukan Islam secara umum atau menyerukan kebangkitan dengan asas Islam.

4.   Pemahaman umat akan permusuhan nyata negara-negara kafir terhadap Islam dan kaum Muslim. Perhatian umat terhadap langkah-langkah negara kafir dalam menanamkan doktrin, nilai-nilai dan propaganda kepada kaum Muslim. Doktrin, tata-nilai dan propaganda kufur mereka itu di antaranya berupa seruan kebebasan, demokrasi, penjagaan Hak Asasi Manusia dan sebagainya. Jika perkaranya berkaitan dengan kaum Muslim maka lihat perkataan James Baker – Menhan AS terdahulu – bahwa demokrasi tidak layak bagi bangsa-bangsa Timur Tengah. Lihatlah Perancis, penyeru kebebasan, yang justru mengumumkan akan mengintervensi Aljazair secara militer jika FIS memegang pemerintahan. Lihatlah AS dan sikapnya terhadap pencaplokan tanah, yaitu Israel. Padahal AS mengetahui kebengisan dan dosa Israel karena hal itu tidak perlu penjelasan. Lihatlah Inggris yang bersegera menyematkan cap teroris dan fundamentalis kepada kaum Muslim yang berjuang untuk Islam. Inggrislah yang mereka-reka istilah fundamentalisme dengan sangat getol dikaitkan dengan setiap aktivitas fisik menentang pemerintahan yang menekan berbagai bangsa karena Islam mereka. Masih banyak lagi contoh yang tidak cukup tempat untuk memaparkannya.

5.   Kedudukan dan posisi tawar kaum Muslim terus menukik turun. Kemiskinan, kehinaan, penyakit dan sebagainya terus menyebar di tengah-tengah kaum Muslim di dunia. Hal itu menyebabkan kaum Muslim mulai berpikir mengenai metode menyelesaikannya dan mulai berjuang demi kebangkitan.

6.   Munculnya sistem-sistem tiranik yang terus menimpakan tekanan, siksaan, paksaan dan kezaliman. Hal itu menyebabkan kaum Muslim mulai berpikir tentang perubahan, mencari metode paling efektif yang bisa mengantarkan pada kebangkitan yang benar serta membebaskan dari ketidakadilan dan kejahatan.

Ketiga: Pelajaran penting dari kebangkitan ini

1.   Berdirinya berbagai harakah, dakwah dan kelompok yang menyerukan Islam dan menyerukan tuntutan kembalinya pemerintahan sesuai dengan wahyu yang Allah turunkan. Yang kami paparkan dan paling penting serta spesial, dakwah melanjutkan kehidupan Islam dengan mendirikan Daulah Islamiyah.

2.   Bangkitnya kajian Islam dan proses memahami Islam secara mendalam serta proses mengenal pelajaran-pelajaran dan hukum-hukum Islam secara gamblang.

3.   Bangkitnya kajian al-Quran, menghapalnya, mengetahui tafsirnya dan kaian as-Sunnah yang suci.

4.   Tersebarnya dan bertambahnya jumlah masjid serta bangkitnya antusiasme membangun masjid, memakmurkan dan memeliharanya.

5.   Kaum Muslim, tidak terkecuali para pemudanya, giat melaksanakan ibadah, bersemangat menampakkan simbol yang menunjukkan dirinya sebagai Muslim serta berpegang teguh pada hukum-hukum agama Islam dan hal-hal sunnah.

6.   Penerimaan bahwa Islam merupakan solusi dan pembebas umat dari kerendahan dan kehinaan.

7.   Diangkatnya senjata menentang sebagian sistem yang memerintah dan menghukumi tidak dengan Islam (yaitu sistem kufur para penjajah dan anteknya) dan dilaksanakannya aktivitas fisikal untuk mewujudkan perubahan.

8.   Tersebarnya pemenuhan kewajiban hijab (jilbab) di tengah-tengah para Muslimah secara mencolok dan banyak di antara mereka yang menolak menikah dengan orang-orang yang tidak berpegang teguh pada agama atau beraktivitas di arena yang menyalahi syariah, seperti bekerja di bank-bank dan lembaga ribawi lainnya.

Dari : Seputar Gerakan Islam; Abu Za’rur


Faktor-Faktor Kebangkitan Islam Hakiki – Pelajaran Penting Pengaruh Positif Gerakan Kebangkitan Islam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda