Senin, 05 September 2011

Kebangkitan Islam Sebagai Harapan Masa Depan – Eksistensi Kebangkitan Islam


Kebangkitan Islam Sebagai Harapan Masa Depan – Eksistensi Kebangkitan Islam


Pada bagian sebelumnya kami telah menjelaskan faktor-faktor yang mengantarkan kebangkitan, berbagai pelajaran dan hasil-hasilnya. Hal itu memperkuat bahwa kebangkitan memang mulai terwujud secara nyata di atas Islam. Umat mengharapkan kembalinya pemerintahan berdasarkan hukum Allah. Umat memandang Islam merupakan harapan umat masa sekarang dan masa depan. Eksistensi kebangkitan itu jelas bagi semua orang dan tampak nyata bagi pandangan mata secara langsung maupun tidak. Saya memohon kepada Allah agar kebangkitan ini mampu meraih tujuan-tujuan yang didengungkan sehingga harapan umat terpenuhi, angan-angan umat tercapai serta umat terbebaskan dari kondisinya saat ini.

Yang tersisa sekarang adalah pertanyaan besar apakah dalam posisi dan bentuknya sekarang, juga dengan adanya aspek negatif yang telah kami tunjukkan sebelumnya, kebangkitan ini akan mampu mencapai tujuan yang dituntut. Akankah umat dapat mencapai harapan-harapan yang didengungkan serta keinginan besar untuk hidup di bawah naungan Islam, setelah dalam jangka waktu lama Islam lenyap dari pemerintahan dan dari realitas kehidupan, yaitu sejak runtuhnya Khilafah Islamiyah tahun 1924?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah perkara yang ringan dan mudah sebagaimana yang digambarkan sebagian orang. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu menuntut tercapainya sejumlah hal yang hampir tidak mungkin dicapai secara pasti, atau menuntut kepastian terjadinya sejumlah hal itu. Selain itu, pertanyaan-pertanyaan cabang yang memiliki hubungan signifikan dengan pertanyaan-pertanyaan besar itu antara lain:

a)   Apakah harakah-harakah yang ada akan menelaah kembali dan mengoreksi metode perjuangannya serta hanya berpegang teguh pada metode Rasul Saw. saja?

b)   Apakah harakah-harakah itu akan bersatu dalam satu harakah? Apakah harakah-harakah yang meyakini bahwa metode sahih yang mengantarkan kebangkitan yang benar adalah metode Rasul Saw. akan berlindung di bawah panji satu harakah?

c)   Apakah harakah-harakah itu akan melakukan aktivitas sampai batas saling bersaing, tidak harmonis, bahkan kadang-kadang sampai berkelahi satu sama lain?

d)   Apakah harakah-harakah yang fokus pada masalah furu’ (cabang), parsial, dan masalah-masalah sunnah serta mengesampingkan yang lain itu akan beralih dari jalan yang ditempuhnya itu, berjuang untuk melakukan aktivitas penuh kesungguhan dan melakukan aktivitas yang produktif?

e)   Apakah perbedaan itu akan terus dalam kondisi seperti yang ada hingga Allah menyiapkan satu harakah yang sahih dan berpegang teguh pada metode Rasul Saw. sebagai sebab datangnya pertolongan, tercapainya tujuan serta tegaknya Negara Islam?

Benar, jawaban atas berbagai pertanyaan itu bukanlah sesuatu yang sederhana dan gampang. Oleh karena itu, kami menyerahkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu kepada harakah-harakah itu sendiri. Biarlah zaman yang akan menjawabnya. Hanya saja, kami berkeinginan untuk memperkuat satu perkara penting yang memiliki korelasi positif dengan kebangkitan, faktor-faktor yang mengantarkan kebangkitan, pelajaran-pelajaran kebangkitan dan hasil-hasilnya. Di antara yang terpenting adalah:

Pertama, kita harus mengimani dan tidak boleh ada keraguan sedikitpun bahwa pertolongan itu semata-mata di tangan Allah Swt. Kita pun harus mengetahui dengan keyakinan pasti bahwa pertolongan Allah Swt. kepada kita bergantung pada pertolongan kita kepada agama-Nya.

Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian (Terjemah Makna Quran Surat [47] Muhammad 7)

Kedua, pertolongan pada tahap akhir itu akan diberikan kepada Islam dan penganutnya yaitu kaum Mukmin yang benar serta melaksanakan amal salih. Ini sesuai dengan dalil:

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang salih di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka beruasa, Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka, dan Dia akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku tanpa mempersekutukan apapun dengan-Ku. Siapa saja yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, mereka itulah orang-orang yang fasik. (Terjemah Makna Quran Surat [24] an-Nur 55)

Rasul Saw. juga bersabda:

Sungguh perkara (dakwah) ini akan mencapai apa yang dicapai oleh malam dan siang. Allah tidak meninggalkan satu rumah pun baik di kota maupun di kampung, kecuali Dia memasukkan ke dalamnya agama ini dengan keperkasaan Yang MahaPerkasa dan kehinaan orang-orang yang rendah, keperkasaan yang Allah menjadikan Islam perkasa dengannya dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan orang-orang kafir (Hadits riwayat Ahmad, ath-Thabrani dan al-Haitsami)

Ketiga, kebangkitan Islam ini akan datang buahnya, baik dalam waktu yang cepat maupun lambat. Namun, semua itu bukan berarti akan terwujud dengan hanya duduk-duduk dan menunggu tercapainya pertolongan. Sebab, yang demikian dinafikan oleh adanya kewajiban beramal salih. Lagipula, datangnya pertolongan Allah itu disyaratkan adanya pertolongan kita kepada agama-Nya. Bahkan sangat penting para aktivis yang ikhlas itu mengerahkan segala kesungguhan dan daya-upayanya, bahkan untuk melipatgandakan upayanya. Hal itu dibarengi dengan kesanggupan menanggung kesulitan, apapun bentuknya. Mereka harus menghiasi diri dengan kesabaran dan keteguhan dalam kebenaran. Mereka harus berpegang teguh dengan mabda’ (ideologi) Islam dan pada metode Rasul Saw. hingga tercapai yang mereka inginkan.

Keempat: Sesungguhnya kebangkitan Islam yang dimaksud adalah kebangkitan yang tegak di atas Islam baik terkait dengan fikrah (ide/pemikiran), thariqah (metode), akidah, aktivitas, konstitusi dan manhaj hidup. Kebangkitan itu sendiri harus dibingkai oleh metode Rasul Saw. dalam mewujudkan Daulah Islamiyah dengan dasar-dasarnya, tanpa keluar darinya sedikitpun, meskipun dibarengi dengan cara (uslub) dan sarana (wasilah) yang berbeda-beda. Dengan seizin Allah, kebangkitan ini akan dapat diwujudkan. Kebangkitan itulah yang akan mewujudkan angan-angan dan harapan umat, mengembalikan keagungan dan kemuliaan Islam, mengembalikan kaum Muslim pada posisi yang sesuai di tengah-tengah umat di seluruh dunia. Dengan itu, umat Islam akan menjadi markas (pusat) kepemimpinan dunia. Daulah Islam akan menjadi negara terdepan (superpower) di alam ini. Daulah Islam akan membawa petunjuk kepada umat manusia seluruhnya serta membebaskan mereka dari kezaliman dan penghambaan atas sesama manusia. Daulah Islam akan mencegah terjadinya kezaliman serta perbuatan melampaui batas, tirani dan perpecahan. DAULAH ISLAM akan menjadi pengemban pelita hidayah ISLAM dan tuntunan ISLAM yang akan memberikan kebahagiaan yang dicari-cari.

Dari : Seputar Gerakan Islam; Abu Za’rur


Kebangkitan Islam Sebagai Harapan Masa Depan – Eksistensi Kebangkitan Islam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda