Selasa, 06 September 2011

Kebangkitan yang Benar – Kebangkitan Umat Manusia Dengan Islam Dan Syariah Islam

Kebangkitan yang Benar – Kebangkitan Umat Manusia Dengan Islam Dan Syariah Islam


Sesungguhnya kita menghendaki kebangkitan yang menyeluruh di atas hukum-hukum Islam dan manhaj Rasul Saw. Kita menghendaki kebangkitan yang dibangun dengan melepaskan akar-akar pemikiran, sistem dan ajaran-ajaran kufur dari negeri-negeri Muslim. Sesungguhnya kita menghendaki kebangkitan bercahaya seperti api, yang menampakkan kebenaran serta yang membakar habis kesesatan, kekufuran, dan kebatilan. Dengan itu musuh-musuh kita memahami, bahwa kita, umat Islam dan umat Muhammad, merupakan sebaik-baik manusia dalam kebenaran dan kejujuran. Dengan itu pula, tidak tersisa ruang bagi musuh yang sedang menunggu-nunggu untuk menimpakan sesuatu kepada kita; agar tidak tersisa lagi kesempatan yang terbuka untuk mengalihkan kita dari jalan yang lurus dan kesungguhan yang benar; atau agar kita tidak membiarkan bagi mereka satu ruang pun untuk bisa meraih sesuatu dari kita, Islam kita, nabi kita, dan dari para aktivis yang ikhlas berjuang untuk menjadikan kalimat Allah menjadi yang tertinggi dan kalimat orang-orang kafir menjadi rendah.

Benar, itulah kebangkitan yang kita kehendaki. Kita tidak menghendaki kebangkitan yang terbatas pada ibadah dan perbuatan mandub saja. Akan tetapi, kita menghendaki kebangkitan atas hukum-hukum Islam keseluruhan baik dalam pemerintahan, politik, ekonomi, sosial, hubungan luar negeri, tsaqafah dan pendidikan, politik dalam negeri dan luar negeri dan dalam seluruh urusan umat, baik secara individu, kelompok maupun negara. Benar, kita menghendaki kebangkitan yang diridhai Allah dan Rasul-Nya. Kebangkitan yang dibenci oleh orang-orang kafir, fasik, munafik, dan para thaghut. Kebangkitan yang membuang representasi kekufuran, kezaliman, kefasikan dan kejahatan untuk menjadikan kita sebagai sebaik-baik umat manusia, kokoh dengan pertolongan Allah dan mendapat penguatan dan bantuan-Nya.

Benar, itulah kebangkitan yang kita kehendaki dan bukan yang lain. Kebangkitan inilah yang segera memberikan buahnya dengan seizin Allah. Inilah kebangkitan yang wajib diwujudkan. Kebangkitan selain itu tidak akan memberikan apa yang menjadi kehendak umat dan tidak akan pernah mengantarkan pada tercapainya tujuan yang didengungkan. Karena itu, melanjutkan kehidupan Islam merupakan satu-satunya jalan untuk mewujudkan kemuliaan, kewibawaan dan mencapai yang wajib.

Karena itu, terjun dalam pandangan-pandangan yang saling memperjelas terkait dengan perkara-perkara cabang dan parsial tidak akan pernah mencapai kebangkitan apapun sebagaimana yang dikehendaki. Membatasi diri pada ibadah semata tidak akan pernah mengantarkan pada tujuan. Pola hidup asketik (uzlah), jauh dari mengurus urusan-urusan umat, terjun dalam fatwa-fatwa semata, memanjangkan jenggot, memendekkan pakaian dan perbuatan mandub lainnya memang tidak mengapa untuk diikuti. Akan tetapi, membatasi aktivitas hanya dalam masalah itu tidak akan mengantarkan umat pada kedudukan yang dikehendaki oleh Allah, juga tidak akan mengubah kondisi umat sedikitpun. Realita kehidupan kita merupakan bukti terbaik untuk itu. Sayidina Utsman bin Affan pernah berkata, “al-Qur’an akan bisa dijaga dengan kekuasaan.”

Lalu apa yang berubah secara langsung jika kita menunaikan seluruh perbuatan sunnah bahkan yang wajib jika kita masih menghukumi dengan selain Islam? Kebangkitan apa yang akan terwujud bagi kita jika kita sekedar memakai pakaian yang pendek, memanjangkan jenggot, memakai siwak dan kita fokus dalam ibadah saja; sementara kita masih mengatasi permasalahan-permasalahan kita, mengurai persoalan kita dan mengatur interaksi kita dengan selain petunjuk Islam dan ajaran-ajarannya? Perubahan apa yang akan terwujud jika kita menyibukkan diri dengan kelompok-kelompok zikir dan perdebatan mengenai asma dan sifat Allah? Ketinggian berpikir dan politik yang akan mampu mengubah kondisi seperti apa jika masing-masing kita memiliki akhlak terpuji serta memerintahkan kemakrufan dan mencegah kemunkaran dalam pemahaman yang sempit?

Benar, kita menghendaki kebangkitan yang benar dan berdiri di atas pencampakan semua akidah, pemikiran atau sistem yang tidak terpancar dari Islam. Kita pun menghendaki kebangkitan yang tegak di atas pelepasan segala hal yang menyalahi Islam sejak dari akarnya. Semua itu tidak akan pernah tercapai, sebagaimana telah saya tunjukkan, kecuali dengan melanjutkan kehidupan Islam dan mengubah negeri dari dar al-kufr menjadi Dar al-Islam.

Memang, ada pendapat bahwa perbaikan itu harus dimulai dari individu dan bahwa wajib bagi masing-masing kita memperbaiki diri kita sendiri, kemudian memperbaiki anggota keluarga dan kerabat. Jika kita telah baik seluruhnya secara individu maka masyarakat akan menjadi baik dan sempurnalah kebangkitan serta berubahlah kondisi. Namun, pendapat demikian ditolak oleh syariah dan akal serta dinafikan oleh realita.

Asy-Syahid Sayyid Quthub – semoga Allah merhamati beliau – telah memahami hal itu dan mengungkapkan dengan ungkapan beliau:

Tidak ada Islam kecuali dengan Daulah Islam, agama realistis. Larangan dan motivasi saja tidak cukup. Agama tidak akan tegak tanpa negara dan kekuasaan. Agama adalah manhaj dan sistem yang dengannya kehidupan manusia ditegakkan secara praktis dan bukan semata perasaan kebaikan yang hidup dalam benak penganutnya tanpa kekuasaan, tanpa tasyri’ serta tanpa manhaj tertentu dan konstitusi yang jelas. (Fi Zhilal al-Qur’an, dari buku Taghyir al-Judzriy fi Fikr as-Syahid as-Sayid Quthub, Abdullah Tharablusi cet.I, Dar al-Bayariq, Beirut. 1993)

Dari : Seputar Gerakan Islam; Abu Za’rur


Kebangkitan yang Benar – Kebangkitan Umat Manusia Dengan Islam Dan Syariah Islam

1 komentar:

  1. salam...artikel yang menarik..boleh tak kamu kongsi dengan saya tentang maklumat dan bahan2 rujukan mengenai kebangkitan islam?ia sgt membantu saya...trima kasih

    BalasHapus

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda