Jumat, 03 Oktober 2014

Keterkaitan AS Dengan Diktator Demokratis Suharto

Keterkaitan AS Dengan Diktator Demokratis Suharto




Keterkaitan dengan Suharto

15.     Saat Suharto mengunjungi Washington di tahun 1995, seorang pejabat pemerintahan Clinton –dikutip dari New York Times– mengatakan bahwa Suharto adalah ‘orang kita (our kind of guy)’. Pada tahun 1965, saat Suharto menjatuhkan Sukarno, presiden RI ketika itu, diperkirakan lebih dari setengah juta orang Indonesia terbunuh. Jumlah sebesar itu merupakan salah satu pembantaian terhebat dalam sejarah modern. Di Timor Timur, diyakini bahwa keputusan pemerintahan Jenderal Suharto memicu kematian sekitar 200.000 orang atau kira-kira sepertiga penduduk Timor Timur. Pada tahun 1990, beberapa orang mantan diplomat AS dan pejabat CIA, termasuk juga mantan Duta Besar untuk Indonesia, Marshall Green, memberikan pengakuan tentang adanya bantuan bagi pembunuhan massal yang diatur oleh pihak militer Indonesia. Berdasarkan sebuah laporan dari States News Service yang dimuat di Washington Post tanggal 21 Mei 1991, pejabat Departemen Luar Negeri dan CIA di kedutaan besar AS di Jakarta secara pribadi memberikan nama ribuan pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk tingkat lokal, regional dan nasional, kepada angkatan bersenjata Indonesia, yang lantas membunuh atau menahan nama-nama tersebut.

16.     Seorang mantan pejabat politik di kantor kedutaan besar AS di Jakarta, Robert Martens, mengatakan, ‘mereka mungkin membunuh begitu banyak orang dan saya mungkin memiliki lumuran darah di tangan saya, namun tidak semuanya buruk. Ada saat di mana kita harus bertindak keras dalam waktu yang mendesak’. Martens mengatakan bahwa ia memberikan daftar nama tersebut kepada salah seorang ajudan Adam Malik, Menteri Luar Negeri Indonesia yang memainkan peran sangat penting dalam rencana kudeta militer. Sang ajudan, Tirta Kentjana Adhyatman, yang diwawancarai di Jakarta, membenarkan bahwa dia menerima daftar ribuan nama dari Martens kemudian menyerahkannya kepada Adam Malik yang lantas memberikan daftar tersebut ke kantor Suharto. Beberapa orang mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS dan CIA yang diwawancarai oleh States News Service pada tahun 1990, secara terbuka mengakui bahwa tujuan dibuatnya daftar nama pemimpin PKI adalah untuk rencana pembunuhan massal. ‘Takkan ada seorang pun yang peduli mereka dibantai, selama mereka adalah komunis’, ujar Howard Federspeil, seorang ahli Indonesia yang bekerja di Departemen Luar Negeri AS saat Suharto menyusun rencana anti-komunis. ‘Tidak ada seorang pun yang benar-benar serius mengurusi masalah ini’.

17.     Jutaan orang sekaligus dibunuh atau dipenjarakan di kamp penahanan, di mana mereka meninggal karena penyiksaan, ditelantarkan dan kerja paksa. Bahkan menurut sebuah laporan internal CIA, yang bocor kepada pers pada tahun 1968, pasukan keamanan Indonesia membunuh 250.000 orang dalam ‘salah satu pembantaian terbesar di abad duapuluh’. Selain itu, AS pun telah mendukung rezim Ferdinand Marcos di Filipina dan secara tidak langsung ikut membantu naiknya Pol Pot sang penjagal di Kamboja.

Download Buku SENJATA PEMUSNAH MASSAL DAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI KOLONIALIS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda