Selasa, 13 Januari 2015

Pengertian Fitnah Arti Fitnah Menurut Bahasa Dan Istilah



DEFINISI FITNAH

        Imam al-Azhari berkata dalam kitab, “Lisaanul ‘Arab”: “Arti kata fitnah secara umum adalah cobaan dan ujian. Berasal dari perkataan: "فتنت الفضة والذهب" fatantu al-fidhdhah wa ad-dhahab, yakni meleburkan emas dan perak dengan api untuk memisahkan yang baik dari yang jelek. Kata "الفتن" al-fatnu dengan harakat fathah pada fa’ kemudian sukun pada ta’, artinya adalah pembakaran, seperti firman Allah SWT: "يوم هم على النار يفتنون" “yaumahum ‘ala an-naari yuftanuun”, “(Hari pembalasan itu ialah) hari ketika mereka diazab di atas api neraka”. (QS. Adz-Dzaariyaat :13). Yakni mereka dibakar dengan api. Tukang emas disebut juga "الفتان" al-fattan (yang membakar) demikian pula syetan.

        Ibnu al-A’rabi berkata: fitnah adalah ujian, fitnah adalah cobaan, fitnah adalah harta, fitnah adalah anak, fitnah adalah kekafiran, fitnah adalah perbedaan manusia dalam pendapat dan fitnah adalah membakar dengan api (barangkali beliau melihat pada tempat di mana dapat terjadi fitnah).

        Ibnu Sidah berkata: fitnah adalah cobaan, seperti dalam firman Allah SWT: "انا جعلناها فتنة للظالمين" “inna ja’alnaahaa fitnatan lidzdzalimin”, “Sesungguhnya kami jadikan pohon zaqqum sebagai fitnah bagi orang-orang yang dzalim”, yakni cobaan. Maksudnya: mereka diuji dengan pohon az-Zaqqum , lalu mereka mengingkari keberadaannya. Hal itu karena ketika mereka mendengar bahwa pohon tersebut tumbuh di dasar neraka, mereka berkata: “Bukankah pohon terbakar dengan api, bagaimana mungkin bisa tumbuh di neraka?” Maka jadilah fitnah bagi mereka.

        Dalam firman Allah: "ربنا لاتجعلنا فتنة للقوم الظالمين" “rabbanaa laa taj’alnaa fitnatan lilqaumi adz-dzalimin”, “Ya tuhan janganlah Engkau jadikan kami sebagai sasaran fitnah bagi orang-orang yang zalim”, maksudnya adalah: Janganlah Engkau memberikan kemenangan mereka atas kami, sehingga mereka menjadi sombong dan menganggap diri mereka lebih mulia dari kami. Fitnah di sini adalah rasa ketakjuban orang-orang kafir terhadap kekafiran mereka. Fitnah adalah rasa kagummu terhadap sesuatu.

Abu Zaid berkata: فتن الرجل, يفتن, فتونا fatana ar-rajulu, yaftinu, futuunan artinya seorang laki-laki hendak melakukan perbuatan keji. Dijelaskan dalam firman Allah SWT: "فستبصر ويبصرون. بأيكم الفتون" “fasatubshiru wa yubshiruun. bi ayyikumul maftuun”, “Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat. Siapa di antara kalian yang gila. (QS. Al-Qalam :6)
apabila ba’ dalam kata bi ayyi adalah ba’ za`idah, maka al-maftuun ‘yang gila’ itu adalah manusia, namun jika ba’ bukan ba’ za`idah maka al-maftuun adalah jamak kata fitnah, dan fitnah di sini artinya sesat dan dosa. "الفتان" Al-fattaan artinya syetan, jamaknya adalah "فتان" futtaan, di antara artinya yang lain adalah pencuri.

Dalam firman Allah: "وفتناك فتونا" “wa fatannaaka futuuna”, “Dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan”. (QS. Thaahaa :40), yaitu membersihkanmu sebersih-bersihnya. Dalam firman Allah yang lain: ومنهم من يقول ائذن لى ولا تفتنى" “wa minhum man yaquulu i’dzan lii wa laa taftinni”, “Di antara mereka ada yang berkata: "Berilah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah". (QS. At-Taubah :49), maksudnya jangan anda menjadikan diriku menjadi berdosa karena tidak mentaati perintahmu untuk keluar. Az-Zujaj berkata: diceritakan bahwa orang-orang munafiq menghina kaum muslimin pada perang Tabuk, mereka berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang pergi perang ingin mendapatkan banaatul ashfaar, maka orang yang tidak jadi berangkat perang berkata "ولا تفتنى" “walaa taftinnii” , maksudnya janganlah kamu menjerumuskan saya dengan banaatul ashfar. Maka Allah memberitahu bahwa mereka terjerumus dalam fitnah, yakni dalam dosa.

        "فتن الرجل" Fatana ar-rajulu artinya menghilangkan apa yang ada padanya, seperti dalam firman Allah SWT: "وان كادوا ليفتنونك عن الذي أوحين اليك" “wain kaaduu layaftinuunaka ‘anil ladzi auhainaa ilaika” "Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkanmu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu” (QS. Al-Israa` :73). Yakni memalingkanmu dan memperdayakanmu. Dalam firman Allah SWT: "ماأنتم عليه بفاتنين. الا من هو صال الجحيم" “maa antum ‘alaihi bi faatiniin. Illa man huwa shaalil jahiim”, Sekali-kali tidak dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah, kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala”. (QS. Ash-Shaaffaat :163). Imam Tsa’lab menjelaskan: “Kalian tidak dapat menyesatkan seseorang, kecuali orang yang telah ditetapkan sebagai penghuni neraka”. Disebutkan bahwa fitnah berarti menyesatkan dalam firman Allah SWT: “maa antum ‘alaihi bi faatiniin”, artinya: kalian tidak akan dapat menyesatkan seseorang, kecuali orang yang telah Allah sesatkan, maksudnya kalian tidak akan dapat menyesatkan seseorang, kecuali penghuni neraka yang telah ditetapkan oleh Allah.

        Di antara arti fitnah adalah gila dan kekacauan, seperti dalam perkataan Allah SWT: والفتنة أشد من القتل" “wal fitnatu asyaddu minal qatli” ‘fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan’, fitnah di sini maksudnya adalah kekafiran. Dan dalam ayat: "وقاتلوهم حتى لاتكون فتنة" “wa qaatiluuhum hatta laa takuuna fitnah”, ‘Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi’.

Di antara makna fitnah yang lain adalah aib atau cela, seperti dalam ayat: "ومن يردالله فتنته" “wa man yuridillahu fitnatahu”, ‘Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya”. (QS. Al-Maaidah :41). Menurut sebagian pendapat maknanya adalah membuka aibnya, dan pendapat yang lain mengatakan kekafirannya. Abu Ishaq berkata: “Bisa juga mengartikannya dengan mengujinya untuk menampakkan perkaranya”.

        Di antara makna fitnah yang lain adalah siksaan, seperti siksaan orang-orang kafir kepada orang-orang mukmin yang lemah pada permulaan Islam untuk menghalangi mereka dari iman. Fitnah juga berarti perkelahian yang terjadi di antara manusia dan fitnah adalah pembunuhan, seperti firman Allah: ان خفتم أن يفتنكم الذين كفروا" “in khiftum ayyaftinakumulladziina kafaruu”, ‘jika kamu takut diserang orang-orang kafir’. (QS. An-Nisaa` :101). Dan firman-Nya dalam Surat Yuunus: "على خوف من فرعون وملئه أن يفتنهم" “’ala khaufin min fir’auna wa mala`ihi ayyaftinahum”, ‘dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka”. (QS. Yuunus :83). Yakni membunuh mereka.

        Adapun sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya aku melihat fitnah di antara celah-celah rumah kalian”, yaitu pembunuhan dan peperangan serta perselisihan di antara kaum muslimin, ketika mereka saling membentuk kelompok-kelompok dan mereka diuji dengan keindahan dunia dan daya-tariknya sehingga mereka melupakan akhirat dan persiapannya.

        Fitnah adalah uji-coba, seperti dalam firman Allah SWT: أولا يرون أنهم يفتنون في كل عام مرة أو مرتين" “awalaa yarauna annahum yuftanuuna fii kulli ‘aamin marratan au marrataini”, ‘Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun” (QS. At-Taubah :126). Disebutkan bahwa maksudnya adalah mereka diuji dengan panggilan untuk melaksanakan jihad. Menurut pendapat yang lain: mereka diuji dengan siksaan dan musibah.
Fitnahnya hati adalah bisikan-bisikan, fitnahnya kehidupan adalah menyimpang dari jalan yang lurus sedangkan fitnahnya kematian adalah pertanyaan kubur. Selesai.

        Fitnah termasuk perbuatan-perbuatan yang berasal dari Allah SWT dan juga dari hamba, seperti bencana, musibah, pembunuhan, siksa dan perbuatan-perbuatan yang tidak disenangi lainnya. Allah mencela fitnah yang berasal dari manusia dalam berbagai bentuknya di semua tempat, seperti dalam firman Allah SWT: والفتنة أشد من القتل" “walfitnatu asyaddu minal qatli”, ‘fitnah itu lebih berbahaya daripada pembunuhan”, ان الذين فتنوا المؤمنين" “innalladziina fatanul mu’miniina”, ‘Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang mu'min laki-laki” (QS. Al-Buruuj :10), "ماأنتم عليه بفاتنين. “maa antum ‘alaihi bi faatiniin”, ‘Sekali-kali kalian tidak akan dapat menyesatkan seseorang’. [Lihat terminologi di atas dalam kitab Ghariib al-Qur’an karya ar-Raghib al-Ashfihani, tahqiq Muhammad Sayyid Kailani. Penerbit Daarul Makrifah – Beirut]

Download Buku Membereskan Fitnah Kerusakan Umat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda