Kamis, 15 Januari 2015

Pengertian Fitnah Makna Fitnah Menurut al-Qur’an



Definisi Fitnah sebagaimana dijelaskan dalam Al-qur’an


        Setelah kita menjelaskan makna fitnah ditinjau dari asal bahasanya, sekarang kita akan menjelaskan makna fitnah dalam Al-Qur’an.
        Al-qur`an menjelaskan makna-makna fitnah dalam berbagai bidang. Sesekali ia menjelaskan kata fitnah dalam arti usaha-usaha untuk menyesatkan, makna ini ditujukan kepada orang-orang yang hatinya sakit, ketika mereka meneliti ayat-ayat Al-Qur’an lalu tertarik dengan ayat-ayat ‘mutasyabihat’ tujuannya untuk menyesatkan manusia. “Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta'wilnya...” (QS. Ali-Imraan :7)
        Orang-orang Yahudi mempunyai peran yang besar dalam menyebarkan firnah dalam jiwa manusia. Mereka telah melakukan usaha agar orang-orang kafir terus berada dalam kekafirannya, mereka mengaburkan fakta, memanipulasi berita dan merubah perkataan dari makna asalnya.
“Mereka mengatakan: "Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka) kepada kalian maka terimalah dan jika kalian diberi yang bukan ini maka hati-hatilah". Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) dari Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka”. (QS. Al-Ma`idah :41)
        Mereka telah berusaha untuk memfitnah Rasulullah SAW, sebagaimana diceritakan dalam Al-Qur’an. “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu”. (QS. Al-Ma`idah :49)
        Al-Qur’an telah memperingatkan orang-orang mukmin dari fitnah yang menghancurkan semua yang makmur dan gersang, menghabisi semuanya dengan tanpa ada pengecualian, tidak ada bedanya antara orang yang ta’at dan maksiat. Fitnah tidak akan terjadi, kecuali jika pendengaran telah tersumbat dan mata tertutup dari manhaj Allah.
        Manhaj Allah adalah satu-satunya solusi untuk mengatasi fitnah. Manusia memiliki akal sehat yang sesuai fitrahnya jika digunakan maka akan dapat memilih, menerima manhaj Allah dan mengamalkannya atau menghadapi badai yang akan meluluhlantakkan segala sesuatu. Pendakwahan manhaj Allah dengan tepat akan membuahkan kemenangan. Kebenaran menjadi terlihat jelas dan kebatilanpun terlihat jelas.
        Bencana pertama dari fitnah akan menimpa hamba yang maksiat, perhatikan ancaman bagi setiap individu yang tidak mau menerima manhaj Allah, kemudian ancaman yang mencakup semua orang dengan tanpa pengecualian: “Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu”. (QS. Al-Anfaal :24)
        Ini adalah seruan yang jelas, semuanya adalah harapan untuk hidup, ajakan kepada kekekalan, buah dari keimanan yang masak dan siap dipetik.
“dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan”. (QS. Al-Anfaal :24).
        Tidakkah kamu lihat bencana terbesar bagi orang yang tidak mau menerima ajakan untuk hidup di jalan Allah sebagaimana dituntunkan oleh Rasul-Nya? Ya, itulah siksa neraka bagi masing-masing penolak kebenaran.
        Namun hal ini tidak berhenti sampai di sini saja.
“Dan peliharalah diri kalian dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”. (QS. Al-Anfaal :25)
        Demikianlah berpaling dari panggilan Allah dan Rasul-Nya menghasilkan fitnah yang sangat menakutkan, menimpa semua orang tanpa ada pengecualian.
        Karena bahayanya fitnah dan pengaruh-pengaruhnya yang jelek terhadap individu dan masyarakat, kita dapatkan bahwa Al-Qur’an sangat keras dalam menghadapi fitnah. Meminta orang-orang mukmin untuk menghadapi fitnah dengan kuat dan tegas dengan mengorbankan darah dan harta untuk menolak fitnah dan menjauhkannya. Berapapun banyaknya darah yang dikorbankan dan orang-orang yang syahid, ini amatlah sedikit jika dibandingkan dengan akibat-akibat fitnah yang membinasakan. Allah memerintahkan khalifah dan kaum Muslimin untuk berjihad melawan militer yang menghalangi kekuasaan syariah Islam.
“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah”. (QS. Al-Anfaal :39)
        Itu adalah jihad yang wajib atas negara Islam untuk menghilangkan kekuasaan hukum kufur dan menghindarkan kezaliman para penguasa batil sehingga negara Khilafah Islam bisa melebarkan kekuasaan syariah Islam menjadi rahmat bagi semua.
        Semoga lembaran-lembaran buku ini bisa menyadarkan kita terhadap bahayanya fitnah dan mendorong semua muslim yang benar untuk mengubah kondisi kerusakan dengan berbagai macam cara dan sarana.
        Semoga hadits-hadits nabi dalam buku ini bisa menjelaskan jalan bagi orang-orang mukmin dan menyinari kesadaran mereka setelah mengetahui bahaya fitnah.
        Kami berlindung kepada Allah dari fitnah yang tampak dan tersembunyi.

 Download Buku Membereskan Fitnah Kerusakan Umat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda