Minggu, 18 Januari 2015

Berdirinya Khilafah di Baitul Maqdis



  1. Diriwayatkan dari Dhamrah bin Habib bahwa Ibnu Raghab al-Ayadi berkata kepadanya: Abdullah bin Huwalah al-Azdi –sungguh dia pernah menginap di rumahku- berkata kepadaku: “Pada suatu ketika Rasulullah SAW mengutus kita memeriksa kota Madinah dengan jalan kaki untuk menemukan sesuatu. Kami melaksanakannya dan kembali dengan tidak menemukan apa-apa. Nabi SAW melihat kepayahan di wajah kita, lalu beliau berdiri di tengah-tengah kita dan berkata: Ya Allah, Jangan engkau bebankan mereka kepadaku sehingga aku lemah, jangan Engkau bebankan mereka kepada diri mereka, sehingga mereka tidak mampu menahannya dan jangan Engkau bebankan kepada orang lain, sehingga orang-orang itu mengusai mereka. Kemudian beliau berkata: “Sungguh kalian akan membebaskan Syam, Romawi dan Persia, sehingga salah seorang di antara kalian memiliki unta sekian-sekian, sapi sekian-sekian dan domba sekian-sekian. Sampai ada seorang di antara kalian yang memberikan seratus dinar, namun dibenci”. Kemudian beliau meletakkan tangannya di atas kepalaku (atau ubun-ubunku) seraya berkata: Ibnu Hawwalah! Apabila engkau melihat khilafah berdiri di tanah suci (Baitul Maqdis), ketahuilah sesungguhnya, kegoncangan, musibah dan kejadian-kejadian yang besar sudah dekat. Hari Kiamat pada hari itu lebih dekat kepada manusia daripada tanganku yang ada di atas kepalamu ini”.
(H.R. Imam Ahmad. disebutkan dalam kitab al-Fathur Rabbani: Abu dawud juga meriwayatkan hadits yang hampir sama dan juga al-Hakim dalam kitabnya al-Mustadrak dan dia berkata: “Sanadnya shahih namun Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkan dalam kitab shahih mereka”. pendapat al-Hakim ini didukung oleh Imam adz-Dzahabi)
        Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda hari Kiamat dan permulaannya, yaitu: berdirinya khilafah di tanah suci (Baitul Maqdis), dan kemakmuran bertambah banyak sampai-sampai seseorang membenci pemberian seratus dinar. Kita tidak tahu kapan akan berdiri khilafah di Baitul Maqdis. Namun kita tahu bahwa khilafah rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian tidaklah tegak melainkan dari pertolongan Allah SWT. Dan pertolongan Allah SWT tidaklah turun melainkan jika umat ini berusaha mengubah apa yang ada pada dirinya sendiri yaitu pemikirannya dan perbuatannya dari teracuni ideologi kufur menjadi murni berideologi Islam. Umat yang memenuhi kewajiban dakwah dengan metode Rasul SAW dengan tanpa henti. Umat yang terus berusaha memenuhi kewajiban tegaknya khilafah ala minhaj an-nubuwah, mereka terus bergerak menyadarkan manusia termasuk tokoh-tokoh yang berpengaruh dan militer sehingga mereka semua mau memenuhi kewajiban menegakkan sistem Islam yang tidak terkotori oleh sistem kufur di segala bidang.

Dengan berdirinya khilafah rasyidah di Baitul Maqdis maka kezaliman dan kebatilan yang telah mendera umat hingga hitungan abad diganti oleh Allah Swt. dengan pertolongannya yaitu rahmat sistem syariah Islam dan kebenaran aqidah Islam hingga barokah di segala segi kehidupan bertaburan memenuhi seantero wilayah khilafah yang terus meluas.

Kemudian setelahnya akan kembali muncul peristiwa-peristiwa besar seiring berjalannya waktu dan takdir menuju hari kiamat. Maka siapapun yang tetap bertekad dan berusaha melakukan amal terbaik, mengusahakan terpenuhinya kewajiban agung dan teramat besar dampaknya bagi umat manusia yaitu tegaknya syariah Islam keseluruhan dengan negara khilafah, niscaya Allah Swt. akan memberi ganjaran yang terbaik. Aamiin ya ArhamaRahimin.

Download Buku Membereskan Fitnah Kerusakan Umat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda