Selasa, 20 Januari 2015

Tidak Terperdaya Dunia



  1. Dari Ummu Salamah r.a. dia berkata: “Pada suatu malam Rasulullah SAW bangun dari tidurnya dalam keadaan terkejut seraya berkata: “Subhanallah, perbendaharaan rezeki dan fitnah-fitnah apalagi yang diturunkan Allah malam ini? Siapa yang mau membangunkan isteri-isterinya untuk shalat? Berapa banyak wanita-wanita yang berpakaian di dunia, kelak telanjang di akhirat”. (H.R. Bukhari dan at-Tirmidzi)

        Ini adalah mimpi kenabian yang dianugerahkan Allah kepada Rasul-Nya, Muhammad SAW. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”. (QS. An-Najm :18). Terlihat perbendaharan harta dunia yang Allah turunkan dan harta-harta terpendam yang dibukakan kepada manusia, kemampuan mereka untuk menundukkan alam, namun anugerah harta benda itu diikuti oleh fitnah.
        Manusia akan banyak terperdaya oleh ilmu, inovasi dan kenikmatan dunia, sehingga melupakan janji Allah dan hari pertemuan dengan-Nya.
        Manusia banyak yang terperdaya oleh kekuatan dan kemampuannya dalam memperalat orang lain, sehingga kesombongan mendominasi, memunculkan kerusakan di antara manusia, pertarungan demi hawa nafsu, memperbesar kezaliman hingga mereka merasakan sebagian dari akibat buruk perbuatan mereka.
        Pintu keselamatan dari badai ini adalah dengan mengingat hari pertemuan dengan Allah dan mempersiapkan diri menghadapi pertemuan tersebut siang dan malam dan tidak terperdaya oleh fatamorgana dunia.

Setiap muslim yang sadar harus memenuhi kewajiban mendakwahkan al-Qur’an dan as-Sunnah kepada manusia dengan berbagai sarana. Hingga perkara Islam dan kaum Muslimin menjadi perkara utama yang dipentingkan oleh umat. Hingga umat tidak lagi tertipu oleh tipuan sekularisasi dunia yang mencitrakan hal-hal tidak berguna, sia-sia, dan pemborosan sebagai hal-hal mulia. Tipuan semacam ini bisa berupa keglamoran selebritis, musik-musik dan penyanyi-penyanyi, rokok, permainan, sepak bola, novel-novel, komik-komik, lawakan, pacaran pergaulan bebas (mendekati zina), dan sebagainya. Kaum kapitalis zalim, jaringan bisnis yahudi, dan antek-antek mereka telah lama mengeruk keuntungan besar dari perbuatannya merusak manusia. Mereka bersama iblis menggandeng manusia ke kobaran Api Jahannam. Kaum sekuler, liberalis, serta para pengikut setan terus berusaha meracuni umat dengan berbagai tipuan yang menjauhkan manusia dari mengurus berbagai perkara penting, kewajiban-kewajiban, menolong saudaranya, melawan kezaliman dan kebatilan, amalan-amalan yang memperkuat langkah menuju kejayaan ideologi Islam, yang akan mengantarkan pada kemewahan Surga dan keselamatan dari siksa Neraka.

        Ideologi Islam yang diemban oleh seorang Muslim membuatnya mampu melihat jelas fitnah-fitnah yang memasuki setiap rumah, isi koran atau majalah yang bertentangan dengan syariah, dan siaran-siaran yang merupakan bagian dari makar para setan dari golongan manusia. Televisi telah memasukkan kepada kita budaya kufur dengan mengandung ide-ide kufur, yaitu budaya liberal, lepas dari akhlak, mengubur syariah. Kaum kafir imperialis dan antek-anteknya juga menggunakan media massa untuk tetap menundukkan manusia di bawah kekuasaan sistem kufur, di bawah hukum-hukum kufur, mendoktrin umat dengan seruan ashobiyah/nasionalisme, sekularisme, menyembunyikan dari umat dampak-dampak buruk akibat kezaliman sistem kufur.

Download Buku Membereskan Fitnah Kerusakan Umat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda