Rabu, 21 Januari 2015

Penguasa Bersistem Kufur Membuang Ideologi Islam






Para pemimpin dan menyikapi mereka dalam fitnah




Terdapat masa-masa di mana kaum Muslimin memiliki para kepala negara Khilafah orang-orang yang terbaik dari umat, mereka menerapkan sistem Islam dalam berbagai bidang dengan sebaik-baiknya, orang-orang kaya di antara umat adalah orang-orang yang dermawan, urusan umat diperhatikan dan dibereskan sesuai syariah, keberkahan menyelimuti wilayah negara khilafah Islamiyah.

        Terdapat pula zaman-zaman di mana para penguasa bersistem kufur membuang ideologi Islam dan berbuat kejahatan yang luas, orang-orang kaya di antara umat adalah para kapitalis yang mengeruk keuntungan dengan menyalahi syariah, mereka pelit dan merampas tambang-tambang melimpah milik umum, perempuan pun ikut menjadi penguasa yang memerintah atas umat.



  1. Dari Umar bin Khattab r.a. dia berkata: Nabi SAW bersabda: “Maukah kalian aku beritahu sebaik-baik pemimpin kalian dan sejelek-jelek pemimpin kalian? Sebaik-baik pemimpin kalian adalah pemimpin yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan kalian. Sedangkan sejelek-jelek pemimpin kalian adalah pemimpin yang kalian benci dan mereka membenci kalian, kalian mengutuk mereka dan mereka mengutuk kalian”.

(H.R. At-Tirmidzi, dia berkata: “Hadits hasan”. Di antara perawinya terdapat Muhammad bin Abi Hamid, beliau dianggap dha’if jika meriwayatkan dari hafalannya)

Pemimpin yang baik adalah mereka yang selalu menjaga rakyat, bekerja untuk kebaikan rakyat dan mencintai rakyatnya. Ia melakukannya karena dorongan keimanan pada Allah Swt. Dia memperbanyak bekal untuk Hari Perhitungan Amal. Dia menjadikan Islam sebagai konstitusi dan undang-undang. Seorang khalifah yang mendapat dukungan dan bantuan umat dalam urusan kebaikan Islam. Sehingga pada gilirannya rakyat merasakan jerih payah ini, demi akidah dan syariah yang sama, lalu timbul rasa kecintaan terhadap khalifah dan para jajarannya, senang kepada mereka dan mentaati perintah mereka sesuai aturan dari Allah.

        Apabila pelecehan menggantikan do’a dan kebencian menggantikan rasa cinta, maka itu adalah bukti kejahatan, dan pemimpin-pemimpin yang jahat itu mendzalimi rakyatnya dan menerapkan hukum-hukum kufur atas umat, menimpakan fasad/kerusakan atas umat, menyuburkan aliran-aliran sesat. Para penguasa batil itu menjadi fitnah untuk diatasi dan diganti kekuasaannya dengan khalifah yang nyata dibai’at untuk menerapkan sistem Islam.



  1. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan dari Nabi SAW: “Akan ada setelahku para pemimpin yang memberikan hikmah di atas mimbar-mimbar mereka, apabila mereka turun, maka hikmah tersebut dicabut dari mereka dan tubuh mereka lebih buruk daripada bangkai”.

(Disebutkan dalam Majma’uz Zawa`id: hadits ini diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-ausath, di antara rawinya terdapat Sa’ad bin Maslamah yang dihukumi lemah oleh kebanyakan ahli hadits, namun dianggap tsiqah oleh Ibnu Hibban, Ibnu Hibban berkata: “Sering salah dan dia bukan seorang mudallis” (bukan pencampur hadits dengan yang bukan aslinya).



        Berapa banyak telah kita dengar para penguasa dan tokoh yang berdiri di depan mikrofon, di atas podium, di acara siaran-siaran radio dan televisi, di depan kamera… mereka berbicara dan ditepuki oleh orang-orang awam. Pidato berhenti dengan habisnya waktu dan mereka hanya bisa bicara kebijakan di atas mimbar, setelah mereka turun dari mimbar, mereka akan menjadi bencana bagi rakyat mereka. Mereka kehilangan hikmah dalam tingkah-laku mereka, dan berjalan menelusuri jalannya orang-orang bodoh dan jahat. Mereka mengikuti sistem kufur dan kebijakan dari kaum kafir imperialis. Mereka membawa kesialan kepada diri mereka sendiri serta rakyat mereka, dan mereka memusuhi umat yang menyuarakan kebenaran.

        Dengan begitu para penguasa batil menjadi virus penyakit mematikan yang mewabah.



  1. Dari Mu’adz bin Jabbal r.a. dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Hari Kiamat tidak akan datang sehingga Allah mengutus para pemimpin yang pembohong, menteri-menteri yang jahat, para pemegang amanat yang khianat, para qura` yang fasik, pakaian mereka adalah pakaian pendeta namun mereka tidak memiliki keinginan (atau perhatian dan tanggung-jawab), lalu Allah menimpakan fitnah kepada mereka –hujan debu yang gelap- sehingga mereka kebingungan, seperti orang-orang Yahudi yang tersesat dalam kegelapan”.

(H.R. al-Bazzar. Sebagaimana disebutkan dalam Majma’uz Zawa`id)



        Hadits ini menunjukkan para penguasa yang merusak bumi dan menyelewengkan kehidupan kepada kerusakan dengan kufurnya hukum mereka, yaitu:

  • Pemimpin-pemimpin yang pembohong
  • Menteri-menteri yang jahat
  • Qari`-qari` (pembaca Qur’an) yang fasik
  • Penerima-penerima amanat yang khianat

Itu adalah pintu-pintu kerusakan dan kesesatan. Menteri yang jahat menambah penyimpangan dan kesesatan bagi pemimpin yang pembohong, lalu orang-orang yang khianat membantu keduanya dalam kesesatan, dan para qura` (fukaha dan ulama) yang jahat tidak memerintahkan kepada yang makruf dan tidak melarang dari kemungkaran, bahkan mereka menebarkan kebohongan dan dusta dalam masyarakat, serta menyebarkan dosa dan permusuhan. Mereka hanya memiliki penampilan yang menarik, pakaian mereka adalah pakaian para ulama namun hati mereka kosong dari mengikuti Kitabullah, tidak mengkufuri thaghut dan tidak membela umat.

        Para penguasa batil bersama para ulama jahat menyebarkan paham kufur sekularisme, menyebarkan ashobiyah nasionalisme, menyebarkan sikap pasrah terhadap kezaliman, menyudutkan Islam ke masjid-masjid saja. Mereka hanya tertarik dengan kelestarian kedudukannya meski harus memelintir ayat-ayat Allah. Mereka saling membantu dalam menzalimi umat, mereka saling melontarkan dalih dan alasan yang tampak indah di mata umat. Mereka tiada mengindahkan syariah, terlebih bagi diri mereka sendiri.

Maka timbullah fitnah yang membingungkan dan gelap. Kita berlindung kepada Allah semoga tidak menjadi salah satu di antara mereka yang kebingungan.


Download Buku Membereskan Fitnah Kerusakan Umat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda