Senin, 18 November 2013

TUJUAN SERANGAN PEMIKIRAN TERHADAP ISLAM

TUJUAN SERANGAN PEMIKIRAN TERHADAP ISLAM




KETIGA: SERANGAN PEMIKIRAN

Yang dimaksud dengan serangan pemikiran adalah cara-cara non-militer yang digunakan para musuh Islam untuk menghilangkan kehidupan Islam -yaitu aqidah dan syariah Islam keseluruhan yang berkuasa serta diterapkan oleh Negara Khilafah- dan menyimpangkan umat dari Islam.

BAHAYA SERANGAN PEMIKIRAN

Serangan pemikiran merupakan senjata paling berbahaya dari senjata yang digunakan musuh Islam untuk memerangi umat Islam guna melenyapkan identitasnya, menghilangkan jati dirinya dan melepaskan keterikatan umat Islam dari agama Islam.

Dan fitnah lebih besar daripada pembunuhan.” (QS. Al-Baqarah: 217)

Serangan pemikiran ini mempunyai kelebihan tersendiri di antaranya:
1. Tipuan: dengan muncul dalam bentuk buku menawan yang diterbitkan, atau film yang mempesona, atau dengan lidah salah seorang warga negara kita.
2. Bahaya: sebab serangan pemikiran ini menarik hati dan menimbulkan rasa cinta yang melekat dengan hati, mempunyai umur panjang dan berimplikasi luas.
3. Sederhana: serangan pemikiran ini mudah, sederhana dan mempunyai beban ringan daripada serangan militer yang banyak menghabiskan tenaga, dana dan kucuran darah. [Almu’aasharah fii Ithaaril ashaalah hal.135. Demikan juga Sa’duddin Shalih, Alasaalib alhaditsah fii muwajahatilIslam hal.35]

DARI SERANGAN MILITER KE SERANGAN PEMIKIRAN

Bersamaan dengan munculnya cahaya Islam, maka muncul pula pertikaian bersenjata antara Islam dengan musuhnya. Setiap kali, para musuh Islam menelan pil pahit kekalahan dari umat Islam mereka bertanya-tanya tentang rahasia kekuatan umat Islam dan faktor kemenangan mereka. Maka mereka menemukan bahwa akidah Islamlah yang merupakan rahasia kekuatan umat Islam. Umat Islam menang karena mereka berpegang teguh dengan Islam keseluruhan. Dan mereka kalah, karena mereka terlepas dari Islam.

Mereka mengganti meriam dengan pena, dan tentara yang ganas dengan pembawa misi Kristenisasi dan para orientalis. Senjata yang mereka gunakan dalam serangan ini adalah kekufuran pemikiran, kalimat, pendapat, tipu daya, konsep, kerancuan, bersilat lidah, ungkapan menawan, perdebatan sengit, permusuhan konsisten dan menyelewengkan kalimat dari arti sebenarnya. Hal itu agar peperangan ini mengambil strategi lain yang bukan berhadapan secara militer, dan agar dapat melenyapkan umat Islam secara perlahan dan berangsur-angsur tanpa keributan dan keramaian. [Abdul wahhab abdulwasi, attahaddiyat allati tuwajihu alalam alIslami. Dan juga sa’duddin assayyid shalih, alasaalib alhadiistah fii muwaajahatil Islam hal.32]

TUJUAN SERANGAN PEMIKIRAN
    
Tujuan serangan pemikiran teringkas dalam beberapa poin penting berikut ini:
1. Melenyapkan Islam secara global dan total.
2. Mengaburkan gambaran Islam di mata umat Islam.
3. Mengasingkan umat Islam sekarang ini dari agama Islam, sehingga kaum Muslimin tidak mempunyai kekuatan dan kekuasaan Negara Islam yang diperolehnya pada zaman dulu dan supaya tidak bisa kembali lagi.
4. Agar umat Islam menjalankan berbagai konsep dan sistem kufur barat dan meninggalkan sistem Islam keseluruhan yang berasal dari Allah Swt.
5. Menjadikan umat Islam mengekor kepada barat dengan seutuhnya. Akhirnya umat Islam tidak dapat menerapkan dan mendirikan masyarakat Islam, negara Khilafah Islam dan tidak mampu memulai pembangunan peradaban Islam mereka lagi.
6. Berupaya menunda kebangkitan Islam dan menggugurkannya atau menyimpangkannya dari metode perjuangan Rasul Saw. dalam menegakkan Islam keseluruhan. [diolah dari Anwar Jundi, Al-Mu’aasharah: hal.28]

TANDA-TANDA SERANGAN PEMIKIRAN

Tanda-tanda yang nampak dari serangan pemikiran secara global sebagai berikut:
1. Berupaya merancukan atau mengaburkan pandangan yang diarahkan kepada Islam meliputi:
- Upaya merusak dan mengaburkan pandangan tentang Al-Qur’anul karim. (yaitu sebagai kitab yang dibaca saja tanpa perlu semua hukumnya diterapkan)
- Upaya mengaburkan pandangan dalam hal sunah Nabi dan sunah Khulafa’ ur-Rasyidin. (yaitu umat Islam tidak wajib bersatu di bawah pimpinan seorang kepala negara yaitu Khalifah; umat Islam boleh saja berpecah-belah dalam banyak negara kebangsaan ashabiyah menyalahi Syariah)
- Upaya mengaburkan pandangan tentang kepribadian Rasulullah Saw. (yaitu bahwa Rasul Saw. hanyalah Nabi yang berakhlak mulia, tidak mendirikan Negara Islam, serta tidak perlu menerapkan Syariah Islam keseluruhan, bahwa Beliau bukan kepala negara yang menjalankan perintah Jihad-Futuhat bersama pasukan mujahidin Islam)
- Upaya mengaburkan pandangan dalam hal sejarah Islam. (yaitu bahwa ketika Islam dan Syariatnya diterapkan oleh Umat diwakili seorang Khalifah maka banyak terjadi kekacauan serta pertumpahan darah; itu semua adalah keterbelakangan, tidak adil dan kuno)
- Upaya mengaburkan sistem kehidupan Islam. (yaitu para pembenci Islam mengatakan bahwa agama itu hanya urusan pribadi dan ritual serta moral belaka; negara sekularismelah yang terbaik)
- Upaya mengaburkan warisan peninggalan Islam. (yaitu bahwa Islam dengan Negara Khilafahnya tidak punya andil dalam kemajuan)

2. Upaya westernisasi kepada Islam dan meliputi:
- Westernisasi dalam pendidikan dan kebudayaan
- Westernisasi kehidupan sosial
- Westernisasi sistem ekonomi
- Westernisasi sistem politik, pemerintahan, militer, kebijakan luar negeri, dsb.
[diolah dari Anwar Jundi, almu’asharah fii ithar al-ashaalah hal.28; Ali Abdul Halim Mahmud, Alghazwu alfikri waatsaruhu alfikri filmujtama’ alIslami hal.59]

TUJUAN SERANGAN PEMIKIRAN TERHADAP ISLAM

DOWNLOAD BUKU: MEMENUHI KEWAJIBAN UMAT MERAIH KEJAYAAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda