Senin, 18 November 2013

STRATEGI ORIENTALISME



ORIENTALISME

Orientalisme adalah gerakan mempelajari ilmu, sastra dan peradaban Islam dengan tujuan mengetahui pengetahuan, pemikiran mereka, arah dan faktor kemajuan serta kekuatan umat Islam. Upaya mempelajari ilmu ini bertujuan menghantam kekuatan Islam, mengambil manfaat dari ilmu pengetahuan umat Islam, serta memulai penjajahan Kristen (baik secara militer dan pemikiran) terhadap dunia Islam dan menundukkan umat Islam dalam cengkeraman dan kekuasaannya. [Sa’duddin Shalih, Al-Asaalib Al-haditsah hal.89]

Faktor pertumbuhan orientalisme kembali kepada abad ke-18 M, namun orientalisme sebagai metode yang digunakan secara individu telah muncul jauh sebelumnya. Orientalisme adalah upaya meletakkan racun di madu. [Mohammad Quthb: Hal nahnu Muslimun? Hal.78]

Kaum orientalis merupakan murid-murid pelaku Kristenisasi. Tujuan orientalisme sama dengan tujuan serangan pemikiran dan juga sama dengan tujuan Kristenisasi yang telah disebutkan tadi.

SARANA ORIENTALISME

Sarana mereka yang terpenting adalah melalui penulisan buku. Kaum orientalis telah menulis banyak buku menyesatkan tentang Islam yang bahkan mencapai hampir enam puluh ribu jilid. Dan tentu saja, penulisan itu akan terus berlanjut.

Dalam buku-buku tersebut, mereka menghembuskan berita bohong tentang Islam dan umat Islam dan juga tentang Al-Qur’an dan Sunnah Nabi dengan berita bohong yang tiada batasnya. [Abdul adzim ibrahim al-math’ani, iftiraa’aat almustasyriqiin alal Islam hal.3]

Mereka tidak membahas sebuah kekurangan, kecuali menuduhkannya kepada Islam. Tidak ada hakikat Islam yang benar kecuali mereka berupaya menghapus atau menyelewengkan maksudnya yang diakibatkan kedengkian dari dalam diri mereka.

Di antara buku-buku mereka yang paling berbahaya adalah:
Buku “kehidupan Muhammad” karya Sir William More, “Islam” karangan Henry Lams, ”ajakan menara” karya Kant Kraj, dan biografi Al-Qur’an karya orientalis Ariri, “cakupan pengetahuan Islam”, “kamus Munjid” dan “ensiklopedi Arab ringkas.”
Buku-buku tersebut dikarang para orientalis untuk mengaburkan pandangan tentang gambaran Islam. Para orientalis diliputi sikap penuh fanatisme dan kedengkian terhadap Islam. Di dalam buku-buku itu terdapat kekeliruan ilmiah dan pengaburan sejarah yang tidak terhitung jumlahnya.” [Sa’duddin shalih, al-asaalib alhadiitsah fii muwaajahtil Islam hal.97]

Musibah yang terbesar yaitu bahwa banyak orang awam penipu yang mengaku sebagai umat Islam, tetapi menjadikan musuh Islam -yang memalsukan agama dan Nabi mereka serta memerangi agama mereka- sebagai guru bagi mereka. Mereka mengadopsi konsep tentang agama Islam dari para musuh itu dan membenarkan tulisan yang dibuat para musuh Islam tentang sejarah dan kandungan agama ini. Kemudian orang awam dari umat Islam tadi menyangka bahwa mereka adalah intelektual. [Sayyid Quthb, Fii Dhilalil Qur’an jilid 3 hal.1379, ketika menafsirkan ayat 158 dari surat al-a’raaf]

Para musuh Islam berusaha mengalahkan umat Islam melalui akidah, paham, dan sistem kufur sebab mereka mengetahui-melalui pengalaman panjang- bahwa mereka tidak dapat mencapai tujuan yang mereka inginkan ketika umat Islam berpegang teguh pada akidah dan sistem Islam mereka, berjalan sesuai jalan lurus itu dan mengetahui makar para musuh mereka. Oleh karena itu, para musuh Islam dan pengikut mereka mencurahkan tenaga maksimal untuk mengalihkan umat kepada paham nasionalisme, sistem negara sekularisme, demokrasi, paham pluralisme, sistem peradilan hukum thaghut, gaya hidup hedonisme-materialistis, sistem ekonomi kapitalisme, dsb.; mereka ingin berhasil menancapkan penjajahan dan penguasaan terhadap dunia Islam.

Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.” (QS. Ali Imran:69)

Kita diwajibkan berdiri melawan serangan pemikiran saat ini dan racun-racun dalam pemikiran umat. Kita harus bergantung kepada Al-Qur’an dan as-Sunnah yang suci dan menjadikan keduanya sebagai sumber dan dasar bagi segala pemikiran dan sistem. Itu semua harus dicapai dengan gerakan organisasi/partai politik berideologi Islam; partai yang menyadarkan umat dan mencerdaskan umat hingga terwujudnya penerapan seluruh Syariah termasuk Negara Khilafah. Hanya dengan partai berideologi Islam yang besar dan kuat sajalah umat bisa dikeluarkan dari kungkungan jahiliyah yang membelenggunya; untuk kemudian hidup dalam naungan Aqidah dan Syariah Islam, naungan Negara Khilafah Islam.

Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu.” (Ali-Imran:120)

Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (QS. Al-Anfaal:30)

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. (QS. at-Taubah:32)

Dan sungguh orang-orang kafir sebelum mereka (kafir mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah ada dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.” (QS. Ar-Ra’d:42)

STRATEGI ORIENTALISME

DOWNLOAD BUKU: MEMENUHI KEWAJIBAN UMAT MERAIH KEJAYAAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda