Selasa, 26 November 2013

Pernyataan Kesaksian Orang Kafir Mengenai Kebangkitan Islam

orang kafir menentang Islam


Musuh Islam Menyadari “Bahaya” Kebangkitan Islam

Sebagian dari keterangan atau ketetapan mereka, sebagai contoh:
< Seorang pejabat di kementerian luar negeri Prancis berkata: “Sesungguhnya dunia Islam adalah seperti raksasa yang sedang terikat yang belum menampakkan wujudnya secara sempurna hingga sekarang. Saat ini, dia kebingungan, khawatir dan berada dalam kesulitan sebab keterbelakangan dan kemerosotannya. Sekalipun dia juga dihinggapi penyakit malas dan kekacauan, namun dia sangat optimis pada masa depan yang lebih baik dan kebebasan yang lebih sempurna.
Maka tugas kita adalah berusaha sekuat tenaga agar raksasa itu tidak bangkit dan mewujudkan angan-angannya. Jika gagal dalam menggagalkan kebangkitannya, niscaya kita akan tertimpa bahaya yang sangat besar dan masa depan kita akan terbang seperti kapas yang ditiup angin. Sesungguhnya kebangkitan dunia Arab dan kekuatan besar Islam yang mengikutinya, memberikan peringatan akan bencana bagi Barat dan memberikan peringatan akan akhir dari tugas hakikinya dalam memimpin dunia.” [Jalalul Alam, Qâdatul Gharb Yaqûlûn: hal.55]

< Lord Camble, salah seorang anggota majelis kebangsawanan Inggris menuliskan dalam sebuah pernyataannya. Dalam pernyataan itu dia berkata: “Sesungguhnya di sana ada satu bangsa yang tinggal antara Teluk dan samudera Atlantik –yang dia maksudkan adalah bangsa Arab yang Muslim-, bahasanya satu, agamanya satu, kiblatnya satu, kebudayaannya satu, angan-angannya sama, juga tanahnya saling berhubungan, dan sekarang berada dalam genggaman tangan kita, tetapi dia mulai menggeliat. Lalu apa yang akan terjadi dengan kita besok, jika raksasa telah terbangun?” [Muhammad Quthub, Wâqi’unâ al-Mu’âshir: hal.389]

< Albert Misyador berkata: “Sesungguhnya orang Muslim yang pintar dan berani ini telah meninggalkan bagi kita hasil usahanya, seninya, kejayaannya dan keagungannya. Orang Muslim yang telah lama tidur nyenyak beratus-ratus tahun telah mulai menyeru, “Inilah aku sekarang, aku belum mati. Aku telah kembali dalam kehidupan.” Albert meneruskan kata-katanya, “Siapa yang tahu? Barangkali dia telah kembali sekarang, dan negara kita jadi terancam. Dia turun dari langit untuk memerangi dunia kedua kalinya di waktu dan masa yang sangat tepat. Saya tidak mengaku mendapatkan kenabian (artinya, bisa meramal masa depan-pent.) tetapi tanda-tanda yang menunjukkan akan prediksi ini begitu banyak, yang kekuatan atom atau nuklir tak akan sanggup menghentikannya.” [Said Hawwa, Jundullah, Tsaqâfatan wa Akhlâqan: hal.15, dinukil dari Jaudat Said dalam bukunya “Lima Hâdza ar-Ra’b Kulluhu Minal Islâm, hal.16]

< Seorang orientalis yang bernama Gibb berkata: “Sesungguhnya yang paling berbahaya dari agama ini adalah bahwa ia bisa timbul seketika tanpa ada tanda-tanda jelas terlebih dahulu, dan tanpa bisa diduga di mana tempat timbulnya.” [Muhammad Quthub, Wâqi’una al-Mu’âshir: hal.389]

Inilah beberapa contoh yang datang dari lisan musuh-musuh Islam dan dari keterangan-keterangan mereka, dan apa yang tersirat dalam keterangan mereka, dan yang tersembunyi di hati mereka lebih besar lagi.

Makna serupa juga pernah dimuat oleh penyair Muhammad Iqbal dalam syair indahnya yang diberi judul “Parlemen Iblis.”
Dia menyebutkan di sana bahwa para syaitan dan para iblis serta para pembantunya berkumpul di majelis permusyawaratan. Mereka mendiskusikan perihal perjalanan dunia dan berita-berita esok (masa depan) serta apa saja yang mereka dengar tentang itu, karena mereka mengkhawatirkan akan sistem iblis mereka dan misi syetan mereka.
Maka mereka saling ingat mengingati akan fitnah dan bahaya yang barangkali telah mengepung mereka dan mengancam sistem mereka seperti yang telah dialami oleh republik, komunisme dan lain-lain. Saat itu berbicaralah pemimpin majelis, yakni syaitan, “Jika sekarang aku takut maka sesungguhnya aku takut dengan umat yang bara api kehidupannya masih menyala dan semangatnya masih terpendam di bawah abunya. Di dalamnya masih ada orang-orang yang ‘mengeringkan’ lambungnya dari tempat tidur dan air mata mereka mengalir di pipi mereka pada waktu sahur. Terlihat jelas oleh pemburu berpengalaman bahwa Islam adalah fitnah esok dan kelicikan masa depan.
Saya (iblis) tidak memungkiri bahwa umat ini telah meninggalkan al-Quran, terfitnah dengan harta dan mabuk dengan mengumpulkannya dan menyimpannya seperti umat-umat lainnya. Saya tahu bahwa malam di ‘timur’ sedang gelap gulita dan ulama-ulama Islam serta para pendidiknya tidak mempunyai ‘tangan’ bersinar yang dapat menyinari kegelapan dan menerangi dunia. Tetapi saya takut para ‘pemukul beduk’ masa ini dan keadaannya akan menggoyang tempat tidurnya dan membangunkan umat ini serta mengarahkannya kepada Syariat Muhammad.
Saya (iblis) peringatkan dan waspadalah terhadap agama Muhammad, pemelihara kehormatan, penjamin keamanan dan harga diri. Agama penuh kemuliaan dan keagungan, agama penuh amanah dan kesucian diri, agama penuh kesopanan dan kepahlawanan, agama penuh perjuangan dan Jihad. Agama yang membatalkan segala bentuk perbudakan dan menghapuskan segala bekas perbudakan manusia. Agama yang tidak membedakan antara tuan dan budak dan tidak mendahulukan penguasa atas rakyat.
Berusahalah semampu kalian hingga agama ini terus tersembunyi dan terdinding dari pandangan manusia, dan hingga orang Muslim tetap sibuk dengan masalah-masalah ilmu kalam dan perdebatan. Hancurkan seruan azan orang Islam sebab dia dapat mematahkan mantera dunia dan mengalahkan sihir kita dengan azannya dan takbirnya. Berusahalah untuk memanjangkan malamnya dan membatalkan sihirnya. Sibukkan dia agar tidak semangat dan tidak dapat bekerja hingga dia rugi di dunia ini. Sangat baik untuk kita jika orang Islam tetap menjadi budak orang lain, dan sangat baik untuk kita jika dia meninggalkan dunia ini dan mengasingkan diri darinya juga menyerahkan dunia untuk orang lain dengan alasan karena zuhud. Celakalah kita, rugilah kita, jika umat yang diperkuat dengan agamanya ini terjaga dan sadar untuk menjaga dunia.” [Abul Hasan an-Nadawi, Mâdzâ Khasiral ‘Âlam bi Inhithâthil Muslimîn: hal.229 dan seterusnya]

Pernyataan Kesaksian Orang Kafir Mengenai Kebangkitan Islam

DOWNLOAD BUKU: MEMENUHI KEWAJIBAN UMAT MERAIH KEJAYAAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda