Sabtu, 03 November 2007

pencegahan Toksplasmosis

Oleh

Nanik Triana,S.KH

Mahasiswa KKN UGM 2002-2003

Sub unit Treko 4 (Badran)

Mungkid, Magelang

Pengertian

Toksplasmosis adalah suatu penyakit parasit yang disebabkan oleh Toksoplasma gondii, suatu protozoa jaringan yang dapat menginfeksi bangsa burung dan hewan menyusui (mammalia) antara lain babi, sapi, kambing, domba, kucing, dan termasuk manusia.

Infeksi toksoplasma ini dapat bersifat tunggal atau dalam kombinasi dengan infeksi lain dari golongan TORCH (Toksoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpes simplek virus )

Infeksi toksoplasma dapat terjadi pada segala umur tanpa membedakan jenis kelamin.


Penyebab dan sumber penularannya.

Penyebab Toksoplasmosis adalah parasit protozoa Toksplasmosis gondii. Sumber inveksi umumnya adalah kucing yang merupakan inang utama, sedangkan bangsa burung dan segala macam hewan termasuk manusia merupakan inang perantara.

Toksoplasmosis berkembangbiak di usus kucing yang kemudian dikeluarkan bersama tinja dalam bentuk ookista yang sangat ringan sehingga mudah menyebar bersama air dan angin, menempel pada makanan dan minuman.

Tanah yang terkontaminasi tinja kucing yang mengandung parasir tersebut dapat menyebabkan infeksi pada tikus, burung dan anak-anak, selain itu juga merupakan sumber infeksi hewan herbivora seperti kambing, domba, babi dll.

Tanda dan gejala

Pada umumnya infeksi ini tidak menunjukkan gejala klinis yang khas (tidak spesifik). Gejala yang muncul biasanya :

  • Demam

  • Pembesaran kelenjar limfe dileher bagian belakang tanpa rasa sakit

  • Sakit kepala

  • Rasa sakit di otot dan lesu

  • Napsu makan berkurang

  • Berat badan menurun

Gejala ini biasanya sembuh secara spontan


Diagnosis

Diagnosis toksoplasmosis dapat ditegakkan dengan tiga macam cara yaitu : diagnosis klinis, biologis, dan lab dengan tes serologis untuk mendeteksi antibodi.


Cara penularan

Ada dua macam cara penularan toksoplasmosis yaitu :

  1. Cara penularan secara kongenital

Yaitu masuknya parasit melalui plasenta

(tali pusat) dari ibu yang trinfeksii toksoplasma kepada janinnya.

2. Carapenularan perolehan, dapat terjadii melalui :

  • makan daging setengah matang yang berasal dari hewan yang terinfeksi atau mengandung ookista , misalnya daging sapi, kambing, domba, ayam, dll

  • makan makanan yang tercemar ookista dari tinja kucing atau sebang-sanya yang menderita toksoplasmosis.

  • tranfusi darah, transplantasi organ atau cangkok jaringan.

  • kecelakaanlaboratorium, toksoplasma gondii masuk ke dalam tubuh tanpa sengaja atau melalui luka.

  • makan sayuran mentah dan buahbuahan tanpa dicuci sebelumnya.



Faktor resiko

  • kebiasaan makan sayuran mentah dan buah-buahan segar yang tidak dicuci atau dicuci kurang bersih

  • makan tanpa cuci tangan lebih dulu

  • mengkonsumsi makanan dan minuman yang disajikan tanpa penutup sehingga kemungkinan tercemar ookista lebih besar.

  • Makan jaringan hewan (otak, hati, daging, dll) yang mengandung sista tanpa dimasak dengan sempurna.

  • Kontaminasi tangan penyaji atau pengolah jaringan hewan yang dimasak.


Toksoplasmosis pada ibu hamil

Infeksi toksoplasmosisi pada ibu hamil sering tidak menibulkan gejala yang nyata tetapi dapat berakibat serius pada janin atau bayinya.

Infeksi toksoplasmosis pada bulan tiga bulan pertama kehamilan dapat menyebabkan keguguran dan bayi lahir mati, sedangkan kehamilan lebih lanjut atau menjelang kelahiran dapat berakibat bayi lahir prematur atau lahir cukup bulan dengan gejala toksoplasmosis atau bayi lahir normal dan gejala toksoplasmosis baru muncul beberapa minggu atau bulan setelah lahir, bahkan gejala-gejala baru tampak beberapa tahun kemudian.

Kerusakan janin lebih banyak terjadi pada infeksi kehamilan muda (10-24 minggu) berupa keguguran, lahir mati, prematur, serta dapat menyebabkan hidrocephalus, microcephalus, icterus, hepatosplenomegali, kerusakan otak, kejang, dll


Pencegahan melalui pola makan dan hidup sehat

Pola makan dan hidup sehat untuk mencegah masuknya toksoplasma gondii ke dalam tubuh adalah :

  • Menghindari makan daging setengah matang, misalnya sate atau jenis masakan lain yang menyebabkan daging tidak termasak dengan sempurna,

  • Mencuci semua sayuran, buah, dan lalapan dengan bersih. Usahakan mencuci dengan air yang mengalir.

  • Mencuci tangan sebelum makan dengan menggunakan air dan sabun.

  • Berkebun sebaiknya menggunakan sarung tangan.

  • Anak-anak sehabis bermain dengan pasir atau tanah harus mencuci tangan dengan sabun.

  • Mencegah kontaminasi makanan terha-dap lalat, mmembiasakan diri selalu mencuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan semua bahan yang tercemar ookista.

  • Tinja kucing dibakar atau diberi antiseptik

  • Kucing peliharaan sebaiknya diberi-kan makanan matang untuk memo-tong siklus hidup toksoplasma gondii.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda