Minggu, 13 Juni 2010

Waktu Orang Yang Tidak Manfaat - Seorang Banyak Menyia-Nyiakan Waktu

Waktu Orang Yang Tidak Manfaat - Seorang Banyak Menyia-Nyiakan Waktu

FENOMENA KETIDAKBERDAYAAN

G. Tersia-siakannya Banyak Waktu

Telah banyak ditulis buku-buku tentang pentingnya waktu dan bagaimana memanfaatkannya, berikut contoh-contohnya. Buku-buku itu banyak memberi manfaat, sehingga menurut hemat saya tidak ada alasan mengulangnya lagi di sini. Tetapi saya hanya ingin menegaskan bahwa fenomena ketidakberdayaan yang paling jelas pada seseorang adalah menyia-nyiakan waktu tanpa memanfaatkannya siang dan malam. 1 jam bagi manusia aktif mempunyai banyak arti. Sehingga 1 jam yang dikira tidak bisa dimanfaatkan untuk suatu hal, bisa dimanfaatkan manusia aktif untuk sesuatu yang bermanfaat. Waktu adalah bagi setiap orang. Namun bagi manusia aktif waktu bisa menghasilkan hakikat hidup, dan mewujudkan kehidupan; bukan waktu yang mati. Karena itu, di antara hal yang memberatkan menusia di hari kiamat adalah pertanyaan untuk apa ia menghabiskan umurnya.” 118

118) Al Insanu hina Yakunu Kallan wa hina Yakunu Adlan, hlm. 9

Ibnu Aqil al-Hanbali 119 pernah menggambarkan pentingnya pemanfaatan waktu sebagai berikut: “Tidak halal bagiku menyia-nyiakan 1 jam dari umurku. Sehingga ketika lisanku berhenti membaca, maka aku memfungsikan pikiranku untuk beristirahat,” 120

119) Ibnu Aqil al-Hanbali Beliau adalah syaikh para pengikut madzhab Hambali, penulis beberapa karya. Lahir tahun 431, cemerlang pikirannya. Namun ia rancu dalam masalah sifat-sifat Allah karena bermajelis dengan seorang Mu'tazilah; wafat tahun 513. rahimahullah. Baca Siyaru A'lamin-Nubala': 19/443-451
120) Al-Waqtu huwal-Hayat, hlm. 178

Seorang penulis Barat mengatakan: “Setiap orang sukses memiliki semacam jurang untuk memanfaatkan kepingan-kepingan waktu. Yang kami maksud adalah sisa hari dan bagian-bagian kecil dari waktu yang kebanyakan orang menggunakannya untuk hal-hal tidak berharga. Seorang yang menabung setiap detik waktu dan jam, hari libur yang tidak ditunggu, jeda antara 1 waktu ke waktu yang lain, masa-masa menunggu seseorang yang terlambat datang dari waktu yang dijanjikan, dan menggunakan waktu-waktu tersebut, maka ia pasti menghasilkan hal-hal besar yang membuat kagum orang-orang yang tidak memahami rahasia besar ini.” 121

121) Sabiluka ilasy-Syuhrah wan-Najah, hlm. 56

Merupakan ketidakberdayaan sama sekali jika sekiranya seorang tsiqah menyia-nyiakan waktunya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, atau untuk perkara-perkara yang kurang besar nilainya dan menghabiskan waktu. Kemudian ia tidak merasa menyia-nyiakan waktu dan tidak menyadari sedikitnya perkembangan yang didapat, kecuali setelah terlambat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda