Minggu, 23 Desember 2007

MEMBANGUN KEUNGGULAN KOMPETITIF CPO

MELALUI MANAJEMEN RANTAI SUPLAI


BUILDING A COMPETITIVE ADVANTAGE ON CPO THROUGH SCM


CPO merupakan komoditi agribisnis yang memiliki nilai strategis. Permintaan dan harga CPO dunia diperkirakan akan terus meningkat akibat aposkan yang ketat. Nilai startegis dan ketatnya persaingan tersebut merupakan tantangn tersendiri yang harus dijawab perusahaan-perusahaan berbasis kelapa sawit di Indonesia. Kunci untuk menjawab tantangan itu adalah keunggulan kompetitif yang harus dicapai dalam mengantarkan value superior ke konsumen. Menurut Porter (1998) keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui kinerja dengan kegiatan berbiaya rendah atau memimpin differensiasi untuk membedakan dirinya secara unik dengan para pesaing.


Keunggulan kompetitif dalam industri CPO dapat dicapai bila rantai kegiatan dari kebun hingga konsumen terkelola degan baik secara nilai atau biaya. Rantai kegiatan tersebut pada hakikatnya merupaka rantai pasokan yang mengalirkan :

Bahan baku buah pabrik pengolahan

sawit dari kebun menjadi CPO&

ditimbun dalam tangki


konsumen akhir didistribusikan dipasok ke

ke retailer konsumen industri


SCM secara nyata diakui merupakan pertimbangan startegis untuk mencapia keunggulan kompetitif. SCM merupakan integrasi perencanaan, koordinasi dan pengendaliana proses bisnis dan kegiatan supply chain untuk memberikan nilai superior pada konsumen dengan biaya rendah dan memuaskan kebtuuthan stakeholder lain.

Berikut ini beberapa study tentang SCM:


SCM pada agribisnis kelapa sawit:

kebun, kontraktor angkutan, pabrik, tangki timbun CPO, konsumen industri, distributor, retailer, konsumen akhir.


Proses yang menjamin keluarnya buah dari kebun hingga menjadi CPO yang didistribusikan kepad konsumen dengan kualitas tinggi dan biaya rendah. Proses ini meliputi:manajemen panen, transportasi dari kebun ke pabrik,manajemen tangki timbun, dan delivery ke konsumen.

Keunggulan kompetitif


Keunggualan nilai keunggulan produktivitas



Proses yang menjamin dihasilkannya

karakter produk bernilai tinggi

yang diinginkan konsumen.

Indicator dominant nilai pada komoditas sawit dan CPO adalah kualitas.

Perusahaan yang mampu menghasilkan kualitas premium yakni gold CPO dan super CPO memiliki keunggulan nilai dihadapan konsumen.

Keunggulan produktivitas tercermin dari volume produksi yang tinggi dengan proses berbiaya rendah tiap unitnya.


Perusahaan berbasis kelapa sawit perotensi meningkatkan keunggulan produktivitasnya melalui:

  • Peningkatan rendemen

  • Penguarangan looses produksi

  • Pengoptimalan jam kerja karyawan.

Keunggulan nilai dapat dicapai melalui keunggulan kualitas. Indicator kualitas yang digunakan untuk menilai CPO adalah kandungan FFA atau asam lemak bebas. Sehingga bila FFA meningkat, maka kualitas CPO turun. Kandungan FFA CPO sangat ditentukan oleh kualitas kelapa sawit atau buah sawit yag menjadi bahan bakunya.

  • tandan buah segar (TBS) mampu menghasilkan CPO denagn FFA ideal bila dipanen dalam keadaan masak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda