Sabtu, 29 Desember 2007

III.10.3 Peluang Ekspor Batubara


Batubara Indonesia mempunyai peluang yang baik dipasaran ekspor, karena batubara Indonesia selain mempunyai nilai kalori yang tinggi 6.000-7000 kcal/kg, juga kandungan abu dan belerang rendah. Peluang tersebut semakin besar, karena didukung oleh besarnya cadangan batubara yang ada di Indonesia disamping dukungan pemerintah yang sedang menggalakkan ekspor komoditi non migas. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah China yang membatasi ekspor batubaranya dan memprioritaskan memenuhi kebutuhan domestik, peluang Indonesia melakukan penetrasi pasar ekspor sangat terbuka. Jepang sendiri, saat ini mengaku khawatir atas suplai batubara negerinya, sehingga menjajaki kemungkinan impor dari Indonesia. Negara tujuan ekspor batubara Indonesia di antaranya Filipina, Korsel, Taiwan, Thailand, India, Hongkong, Malaysia, Amerika Serikat, Eropa (Spanyol, Belanda, Jerman, Denmark, Inggris, Italia dan Irlandia) dan pasar batubara yang baru yakni Jepang.


Pada 2003, ekspor batubara Indonesia meningkat 15,51% menjadi 85,7 juta ton dari 74,2 juta ton. Hingga Juni 2004 ekspor batubara mencapai 52,9 juta ton. Selama periode 1997-2003 ekspor batubara Indonesia rata-rata meningkat 12,7% per tahun. Perkembangan dan proyeksi batubara Indonesia yang meliputi produksi, konsumsi domestik dan ekspornya secara lengkap terlihat pada Gambar 3.

Peningkatan ekspor ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan Jepang, Taiwan, Thailand dan Filipina. Disamping itu, produk batubara Indonesia juga lebih disukai karena mempunyai kualitas super dengan kandungan air yang rendah apabila dibandingkan dengan produk batubara Australia. Ekspor batubara Indonesia dari tambang swasta, terutama berasal dari kontraktor besar baik swasta maupun asing (PKP2B). Hampir seluruh batubara yang diproduksi kontraktor PKP2B di lempar ke pasar ekspor, karena jenis batubara yang diproduksi perusahaan-perusahaan tersebut umumnya berkualitas baik (sub-bituminous danbituminous).


Untuk pasar ekspor, permintaan terhadap batubara Indonesia menunjukkan tren meningkat sejalan dengan kebijakan Cina yang membatasi ekspor batubaranya dengan tujuan untuk lebih konsentrasi terhadap pemenuhan domestiknya. Di sisi lain, permintaan dari Jepang, Korea Selatan, India ataupun Eropa juga meningkat sehingga prospek pemasaran batubara Indonesia ke mancanegara sangat menjanjikan.


III.10.4 Pasar Internasional

Dalam rangka pengembangan pemanfaatan batubara baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor, Pemerintah mendorong dipercepatnya pemanfaatan batubara kalori rendah yang memiliki sumber daya yang cukup berlimpah di Indonesia. Harga batubara berkisar US$23-US$32 per ton di pasar internasional. Sementara harga jual terbaik saat ini (2005) masih didominasi produksi KPC yang mencapai antara US$50-US$60 per ton karena kualitasnya.

Tingginya harga batubara dunia saat ini telah menyebabkan produsen batubara lebih memilih mengekspornya daripada memenuhi kebutuhan nasional. Akibatnya stok batubara dalam negeri berkurang. Kondisi tersebut semakin memburuk karena adanya faktor alam yang menghambat pengiriman batubara ke pembangkit listrik PLN.


Harga batubara 2005 di pasar Asia dan Australia berkisar US$38,89 per ton untuk batubara berkalori 6.300. Hingga akhir tahun 2004 diperkirakan harga masih relatif baik di kisaran US$30-32 per ton. Harga tahun 2002-2003 hanya berkisar US$24 per ton, sehingga banyak perusahaan pertambangan mengurangi kerugian ongkos dari kegiatan sleeping ratio. Kegiatan itu menyebabkan banyak tambang yang seharusnya bisa melakukan penambangan namun tidak bisa melakukan penambangan sehingga produksi menurun.





1 komentar:

  1. kami ada Investor yang siap join operation eksplorasi tambang batubara, kami mengharap bertemu Owner langsung dengan membawa IUP Eksplorasi,Ferdi 085649842128, Malang, East Java.

    BalasHapus

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda