Minggu, 11 Desember 2011

Mengatasi akar masalah inflasi harga-harga - Sistem Ekonomi Islam



Mengatasi akar masalah inflasi harga-harga


Alasan utama bagi peningkatan biaya hidup yang merusak, adalah hilangnya nilai Rupee. Rupee yang lebih lemah menjadikan membeli barang-barang menjadi lebih mahal dan telah menyebabkan berbagai kemerosotan di banyak pasar.

Namun, institusi kolonialis IMF (International Monetary Fund), bersikeras mendesak untuk depresiasi Rupee. Ini adalah karena Rupee yang lebih lemah menguntungkan para multinasional Barat sehingga sekarang bisa memproduksi barang-barang dengan murah di Pakistan dan kemudian mengekspornya ke perekonomian Barat dengan nilai tukar menguntungkan.

Selain itu, mata uang di negara Islam didasarkan pada emas dan perak sehingga memungkinkan mata uang Khilafah mencegah kenaikan harga-harga, yang dihasilkan mata uang fiat (tanpa cadangan emas) hari ini.

Mengadakan revolusi industri

Negara harus mendirikan 2 jenis pabrik berdasarkan kewajiban Negara untuk mengurus berbagai kepentingan warganegara.

Pertama, pabrik-pabrik yang berkaitan dengan aset-aset milik publik seperti pabrik pengeboran minyak dan penyulingan. Karena aset-aset milik rakyat adalah milik semua kaum Muslimin, maka begitu pula pabrik-pabrik yang terlibat dalam pengeboran dan penyulingan. Negara mendirikan mereka mewakili kaum Muslim.
Kedua, pabrik-pabrik yang terkait dengan industri berat dan penghasil senjata. Para individu boleh memiliki pabrik semacam itu, tapi karena industri-industri demikian memerlukan dana besar Negara Khilafah akan menyediakannya. Militer yang kuat hanya mungkin ada jika ada industri besar, yang mampu memproduksi mesin dan peralatan.

Khilafah akan memastikan bahwa kaum Muslimin mendirikan industri efektif, sementara menciptakan lapangan kerja yang akan menguntungkan keseluruhan Umat.

Teknologi militer

Hari ini, militer Pakistan bergantung pada teknologi imporan. Amerika menjual senjata dengan maksud membangun pengaruh dan kepemimpinan atas Pakistan. Ada banyak batasan atas transfer teknologi, membuat militer Pakistan menjadi sandera bagi suplai suku cadang dan amunisi Amerika. Pakistan dijuali teknologi kuno yang tidak berguna bagi Amerika, seperti F-16 yang sudah ketinggalan laju teknologi.

Supaya Negara Khilafah menjadi independen dari negara-negara lain dan tidak dipengaruhi oleh siapapun dari mereka, ia harus memproduksi dan mengembangkan persenjataannya sendiri. Ini membuatnya independen dan terus memiliki persenjataan paling maju dan terkuat. Ia juga akan menguasai, semua senjata yang dibutuhkan untuk mengintimidasi, baik musuh terlihat maupun musuh potensial. Allah Swt. berfirman,


“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.” [Terjemah Makna Qur’an Surat (8) Al-Anfal 60]

Hukum-hukum pertanian untuk ekspansi

Meskipun Pakistan memiliki sumber-sumberdaya pertanian mantap, terdapat pengabaian dan non-pengolahan lahan. Terdapat mereka yang mempunyai lahan-lahan luas tapi tidak mampu mengolahnya. Juga terdapat eksploitasi karena kepemilikan lahan dipisahkan dari pengolahannya. Jadi, banyak jumlah mereka yang mengolah lahan yang sebenarnya tidak dimilikinya, tapi membayar sewa pada pemilik sebenarnya. Islam memandang masalah pertanian terkait dengan pengolahan lahan dan bukan jumlah lahan yang dimiliki. Secara unik, Islam memecahkan masalah pertanian dengan melarang pemisahan kepemilikan lahan dari pengolahannya. RasulAllah Saw. bersabda,


“Barangsiapa mengolah lahan yang tidak dimiliki oleh siapapun, dia lebih berhak atasnya.” (Hadits Riwayat Bukhari)

16Islam juga telah menyuruh untuk mengambil kembali lahan pertanian dari pemiliknya jika tidak diolah selama 3 tahun berturut-turut. Ini akan memastikan pemanfaatan penuh lahan pertanian oleh pemiliknya yang akan meningkatkan produksi pertanian. Negara Khilafah akan menyediakan hibah ataupun hutang tanpa bunga bagi siapapun yang bisa mengolah lahan, berkontribusi pada ekspansi kemampuan pertanian Negara. Jadi, dalam jangka waktu pendek, akan ada peningkatan dalam pengolahan lahan dan peningkatan penghidupan pedesaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda