Senin, 05 Desember 2011

Pakistan, Khilafah dan Penyatuan Kembali Dunia Muslim



Pendahuluan
Pakistan – Titik mula untuk Khilafah
Pakistan, Khilafah dan Penyatuan Kembali Dunia Muslim


Meski totalnya memiliki lebih banyak daratan, laut, tentara, sumberdaya material dan pemuda-pemudi berkemampuan daripada bangsa manapun di muka bumi, Kaum Muslimin mendapati diri mereka sendiri terpecah-belah ke dalam lebih dari 60 negara, dengan kemampuan dan kendali yang lebih kecil atas berbagai urusan mereka daripada bangsa-bangsa lain yang sangat kecil yang susah dilihat di peta dunia.

Pakistan tidak terkecuali. Meskipun mempunyai angkatan bersenjata terbesar ke-7 dunia, kemampuan nuklir, populasi terbesar ke-6 di dunia, pertanian yang kaya dan beragam, sumber-sumberdaya mineral cukup besar, ia dalam kondisi menghamba pada kemauan para kolonialis, tidak mampu memenuhi potensi real-nya.

Problem fundamental yang menjangkiti Ummat hari ini adalah bahwa kedaulatan Allah Swt. tidak ditegakkan di dalam kehidupan Kaum Muslimin. Sesungguhnya, jika satu atau lebih negeri Muslim muncul sebagai negara Khilafah yang di dalamnya Islam diterapkan, ini akan menjadi titik mula yang kuat bagi penyatuan-kembali seluruh Dunia Muslim sebagai negara paling kuat.

Problem mendasar ini telah mengakibatkan banyak masalah parsial, seperti: kemiskinan, buta huruf, ketidakstabilan politik, korupsi, nepotisme, kurangnya persatuan, konsentrasi kekayaan di tangan segelintir orang, dominasi para kolonialis atas sumberdaya, penjajahan tanah-tanah kita dan penyebaran tindakan-tindakan amoral.

Adalah nyata, selama 6 dekade, siapapun yang berkuasa di Pakistan, melalui pemilihan demokratis maupun kudeta militer, absennya Islam mengakibatkan penderitaan dan kesulitan. Allah Swt. mengklarifikasi penyebab utamanya,

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit" [Terjemah Makna Qur’an Surat (20) Thaha 124]

Kegagalan kediktatoran dan demokrasi tidaklah terhindarkan karena keduanya memberikan kepada manusia hak untuk menentukan apa yang Halal dan Haram, bukannya Allah Swt. Jadi, perkara-perkara yang jelas haram di dalam Islam dan mengundang kemurkaan Allah Swt. atas Kaum Muslimin, seperti terlibat Riba (bunga), mendorong ketidaktaatan dan bekerja sama dengan kaum kafir melawan Kaum Muslim, menjadi dibolehkan di dalam sistem saat ini. Inilah juga mengapa perkara-perkara yang jelas fardhu (wajib), seperti menerapkan Hudud Allah Swt., mengirim angkatan bersenjata untuk membebaskan Tanah-Tanah Islam yang dijajah, mengamankan darah suci Kaum Muslim, melindungi Aqidah Islam dan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pokok, terus tertunda. Inilah mengapa Kaum Muslimin menyaksikan apa yang diperintahkan Allah Swt. dan RasulAllah Saw. diabaikan oleh para penguasa sekarang, sementara apa yang dilarang oleh Islam terus dipaksakan atas leher-leher Kaum Muslimin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda