Minggu, 11 Desember 2011

Mengatasi kemiskinan dan kekurangan melalui distribusi - Sistem Ekonomi Islam



Sistem Ekonomi
Memungkinkan warga negara mendapat bagian dari kekayaan


Mengatasi kemiskinan dan kekurangan melalui distribusi

Kemiskinan dan kekurangan hanya bisa benar-benar dientaskan dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar tiap warganegara dan memberi tiap warga negara kesempatan yang adil untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tambahan. Kekeliruan sistem kapitalis adalah bahwa ia berusaha secara keliru untuk mengurus kemiskinan dan kekurangan dengan meningkatkan produksi, tanpa menangani perkara sesungguhnya, yaitu distribusi kekayaan untuk setiap individu.

Jadi, pemerintah dahulu hingga kini telah menujukan perhatian mereka ke pertumbuhan dalam produksi dan peningkatan rata-rata penghasilan, sementara membuta terhadap bagaimana kekayaan ini didistribusikan di dalam masyarakat. Seiring waktu, meski ada pertumbuhan, juga terdapat konsentrasi kekayaan di tangan segelintir orang. Pihak yang kuat menggalang kekayaan melalui kekuatan mereka sementara pihak yang lemah menjadi semakin kekurangan bagian, karena lemahnya mereka. Ini dipastikan meningkatkan kemiskinan, bukannya mengentaskannya.

Secara unik, Islam mengatasi masalah distribusi. Allah Swt. berfirman,

“Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” [Terjemah Makna Qur’an Surat (59) Al-Hasyr 7]

Islam menyediakan hukum-hukum unik mengenai energi, pemasukan negara, investasi, pertanian dan industri, yang memungkinkan para individu untuk mengambil bagiannya, tanpa membuat yang lain kekurangan.

Masyarakat akan mendapatkan keuntungan dari sumber-sumberdaya energi

Sistem kapitalis memastikan bahwa para pemilik modal swasta diuntungkan dari sumber-sumberdaya energi sementara masyarakat menghadapi kesulitan. Meningkatnya harga-harga layanan publik adalah konsekuensi privatisasi kapitalis berbagai kepemilikan masyarakat. Privatisasi meningkatkan harga-harga layanan umum sehingga para pemilik swasta bisa dapat untung besar. Sebagai contoh Bank Dunia telah mengamati secara dekat kenaikan-kenaikan dalam tagihan listrik masyarakat, yang membubung antara 2000 dan 2004 dan terus meningkat. Jadi, sementara kelompok lokal kecil menimbun kekayaan sangat besar dengan memiliki sumber-sumberdaya energi, masyarakat luas dijangkiti dengan harga-harga energi meningkat tak terjangkau. Dan kenaikan biaya-biaya juga telah membuat cacat industri dan pertanian Pakistan.

Islam memberikan sumber-sumberdaya energi sebagai milik publik. Negara atau para individu tidak bisa mereguk keuntungannya untuk diri mereka sendiri. Sebaliknya Islam memastikan bahwa keseluruhan masyarakat mendapat keuntungan dari kekayaan. RasulAllah Saw. bersabda,

“Kaum Muslimin berserikat dalam tiga hal: air, padang gembalaan dan api” (Hadits Riwayat Ahmad)

Jadi Khilafah akan memastikan bahwa masyarakat mendapat keuntungan dari sumber-sumberdaya energi, menyediakan energi murah untuk membahanbakari pertanian dan industri dan biaya-biaya domestik terjangkau.

Abolisi perpajakan opresif

Di bawah sistem kapitalis, para warga negara menghadapi beban besar perpajakan. Pajak penghasilan memakan gaji-gaji rakyat, pajak penjualan menjadikan membeli obat dan makanan pokok sebagai beban sementara perpajakan atas bahan bakar dan energi mencekik produksi industri dan pertanian. Islam bebas dari pajak-pajak keji seperti pajak penjualan dan pajak penghasilan. RasulAllah Saw. bersabda,

“Pengumpul pajak tidak akan pernah masuk surga” (Hadits Riwayat Ahmad)
Sungguh, Islam punya sistem unik sendiri pengumpulan pendapatan negara untuk rakyat, termasuk pendapatan dari kepemilikan publik, seperti gas, dan produksi pertanian, seperti kharaj, dan produksi industrial melalui Zakat atas barang-barang tertentu. Jadi, Khilafah akan mampu menghasilkan pendapatan besar sementara mendorong aktivitas ekonomi yang dinamis dan kuat.

Investasi domestik untuk menggantikan intervensi asing

Bayt-ul Mal akan punya akses ke dana-dana besar melalui sistem pendapatan Islam, insyaAllah. Dana-dana itu akan dibelanjakan untuk area-area pembangunan penting, seperti rumah sakit dan sekolah di area-area pedesaan dan industri berat.

Pendapatan-pendapatan itu akan memungkinkan pembiayaan proyek-proyek besar, seperti pembangunan dam dan pembangunan telekomunikasi pedesaan, utang bebas bunga dan hibah untuk penghidupan tanah pertanian, tanpa bergantung pada investasi atau utang asing. Investasi asing oleh negara-negara kolonialis dan hutang-hutang dari berbagai institusi finansial kolonialis selalu datang dengan persyaratan untuk meningkatkan kendali para kolonialis atas sumber-sumberdaya suatu negara, yang mengakibatkan terkuburnya potensi negara yang sebenarnya.

Menyelamatkan diri dari utang-utang dzalim

Per 30 Juni 2007, Pakistan punya hutang dengan Paris Club $12,694 milyar, berbagai institusi multilateral seperti World Bank $18,687 milyar dan IMF $1,407 milyar. Semuanya bertotal $32,788 milyar. Seperti bangsa-bangsa berutang di seantero dunia, Pakistan tidak akan pernah membebaskan diri dari jebakan utang karena bunga (riba). Pakistan telah mengeluarkan milyaran dollar untuk bayar bunga, faktanya lebih dari utang aslinya tapi tetap saja berada dalam hutang.

“Mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” [Terjemah Makna Qur’an Surat (2) Al-Baqarah 275]

Khilafah akan membeberkan kedzaliman perbudakan kolonialis atas negara-negara melalui utang-utang berbunga dan akan menggalang negara-negara miskin untuk menghapus eksploitasi ekonomi global.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda