Jumat, 01 Juli 2011

Alasan Kemunduran Umat Islam - Racun Paham Nasionalisme

Alasan Kemunduran Umat Islam - Racun Paham Nasionalisme



Alasan Kedua: Racun Nasionalisme


Yaitu halangan pecah belah di antara Umat Islam yaitu racun ‘Nasionalisme’. Allah Swt. mewahyukan,

Dan sesungguhnya Umat kalian ini, adalah UMAT yang SATU, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.” [Terjemah Makna Qur’an Surat Al-Mukminun : 52]
Allah Swt. juga berfirman,

Dan berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali Allah (yaitu Qur’an ini), dan janganlah berpecah belah di antara kamu sendiri, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara (dalam ideologi Islam); dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” [Terjemah Makna Qur’an Surat Ali-Imran : 103]
Berapa banyak lagi dibutuhkan untuk menjadi jelas? Wahai Umat Muhammad Saw. tercinta, untuk berapa lama para penguasa itu akan tetap membuat kita terpecah? Untuk berapa lama mereka akan menjual perayaan-perayaan nasional dan simbol-simbol politik mereka kepada kita untuk memotong-motong kita? Memanglah nasionalisme juga telah dilarang dengan perkataan Nabi Muhammad Saw.: “Tinggalkanlah. Itu Busuk.” (Hadits Riwayat Bukhari & Muslim) di mana Nabi Saw. menunjuk pada semua bentuk Ashabiyah, nasionalisme, rasisme, dan patriotisme karena itu adalah sumber perpecahan kita. Beliau Saw. telah juga bersabda, “… Orang-orang harus meninggalkan kebanggaan mereka dalam kebangsaan karena itu adalah satu bahan bakar dari bahan-bahan bakar api neraka. Jika mereka tidak meninggalkan itu Allah Swt. akan menilai mereka lebih rendah dari cacing rendah yang mendorong diri mereka sendiri melalui khur (feses).” (Hadits Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi).

Juga, Rasulullah Saw. bersabda, diriwayatkan oleh Tirmidhi dan Abu Dawud, “Sesungguhnya ada orang-orang yang membanggakan nenek moyang mereka yang telah mati; tapi dalam pandangan Allah mereka lebih hina daripada kumbang hitam yang menggulung kotoran dengan hidungnya. Sungguh, Allah telah menyingkirkan darimu arogansi Masa Jahiliyah (Zaman Kebodohan) dengan kebanggaannya terhadap kebesaran nenek moyang. Manusia tidak lain adalah seorang beriman bertakwa atau pendosa yang tidak beruntung. Semua orang adalah anak Adam, dan Adam diciptakan dari tanah.”

Rasulullah Saw. juga bersabda, “Orang-orang beriman, dalam kecintaannya, saling berkasih sayang, dan ikatan dekat, adalah seperti satu badan; ketika ada bagian yang mengeluh, seluruh tubuh akan merespon dengan rasa lemah dan demam.” (Hadits Riwayat Muslim), “Orang-orang beriman adalah seperti satu orang: jika matanya menderita, seluruh tubuhnya menderita.” (Hadits Riwayat Muslim)

Akhirnya ada hadits diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Bukanlah termasuk salah seorang dari kami orang yang menyeru pada Ashabiyah (nasionalisme/tribalisme), atau seorang yang berperang demi Asabiyah atau seorang yang mati demi Ashabiyah.”

Oleh karena itu, ide nasionalisme adalah asing dari ideologi Islam. Adalah jelas dilarang bagi Umat Islam untuk tetap tidak bersatu untuk memuaskan status quo para penguasa kita yang merupakan pihak yang langsung diuntungkan dari pemecah belahan umat setelah pemecah belahan Khilafah di tangan kolonialis. Memanglah itu suatu kelemahan kita. Adalah ‘ide tidak manusiawi’ ini yang menjadi arsitek penghancuran Negara Khilafah Islam dan masih membuat kita terpisah dan tercerai-berai.

Di titik ini adalah penting untuk mencatat bahwa, ikatan ideologis Islam berlanjut menjadi dasar hubungan-hubungan di antara Kaum Muslimin selama lebih dari seribu tahun. Islam menyatukan bangsa Arab, bangsa Barbar, bangsa Romawi, bangsa Persia dan bangsa India dan mempersatukan mereka untuk membentuk  ‘Ummatan Wahidah’ yaitu sebagai satu umat, sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an.

Islam oleh karenanya, menyatukan orang tanpa pandang warna kulit, ras, kekayaan, status atau bahasa mereka. Adalah ikatan ideologi ini, berdasarkan aqidah Islam yang mantap yang menyediakan kekuatan dan kehebatan untuk Negara Khilafah Islam dalam kampanyenya untuk menyebarkan kalimat Allah Swt. ke seantero globe. Pada dasarnya, adalah ikatan ideologi Islam ini yang diusahai kaum Kufar untuk dihancurkan. Banyak usaha telah dibuat selama 1.300 tahun kekuasaan Islam untuk menekan kehebatan dan kekuatan Negara Islam.

 Alasan Kemunduran Umat Islam - Racun Paham Nasionalisme
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda