Jumat, 01 Juli 2011

Kemunduran Barat Amerika - Kemajuan Islam


Kemunduran Barat Amerika - Kemajuan Islam




  “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” “Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” [Terjemah Makna Qur’an Surat at-Taubah: 32-33]

Nabi Saw. bersabda,
“Islam itu superior dan superioritasnya tidak pernah bisa diungguli”

 
Pendahuluan


Dunia ini sedang ada di persimpangan jalan. Masa kita adalah sulit. Saat ini tidaklah stabil. Tapi insya Allah masa depan cerah. Tanda-tanda ‘Abad Amerika’ menuju akhir adalah sangat jelas. Siapapun dengan pengetahuan cukup bisa melihat ini sedang benar terjadi. Amerika sedang menjadi lemah. Dia kelelahan. Dia rentan. Jangkauan globalnya telah terbatas. Ambisi globalnya bahkan ditantang oleh negara-negara seperti Korea Utara. Dia tidak lagi sendirian mengendalikan dunia. Dia ditikam oleh naiknya Russia dan China yang tampak.  Tapi terdapat tantangan lebih besar yang sedang dihadapinya; menyelamatkan status quo-nya dalam berkuasa sebagai satu-satunya negara global dunia.

Bandingkan posisi Amerika antara Perang Afghanistan dan Perang Dunia II. Tidak pernah militer Amerika telah sangat ditantang. Militernya terpencarkan. Dari Asia-Pasifik ke Atlantik, Timur Tengah ke Asia Tengah, basis-basis Amerika menjadi kurang dominan. Orang-orang menolak mereka. Bahkan sekutu terdekat seperti opini publik Jepang adalah menentang kehadiran basis-basisnya. Semangat dan motivasi (morale) militernya ada di titik terendah. Para tentara yang diterjunkan menolak penerjunan dan bahkan dengan senang hati menghadapi sidang pengadilan. Dua perang di Iraq dan Afganistan telah menunjukkan seberapa tidak efektif yang disebut berbagai kemampuan superpower-nya. Hari demi hari Amerika kehilangan rekan-rekan NATO. Nyatanya, Amerika telah kalah perang di Afghanistan melawan sekumpulan pelawan penjajah yang menggunakan amunisi 70-an tanpa pelatihan militer formal. Ini sekarang berlangsung lebih lama daripada Perang Dunia I, Perang Dunia II dan Perang Vietnam. Jika tidak karena ada bantuan dari Pakistan dan Iran, Amerika pasti telah menjadi mati sekarang. Para komandan militer meminta untuk berkompromi dengan Taliban. Di beberapa waktu yang lalu Amerika telah dikalahkan secara komprehensif di Somalia. Ketidakmampuan Amerika untuk melindungi para sekutu telah menyempurnakan kegagalannya seperti dalam hal Georgia dalam ’Perang Ossetia Selatan’.

Perekonomian Amerika sedang bangkrut. Perang Irak telah menelan biaya sekitar 10% GDP-nya. Krisis finansial telah menghancurkan berbagai industri jasa finansialnya dan di bulan September 2010, 300 bank-nya telah kolaps. Perusahaan-perusahaan seperti Lehman Brothers telah menjadi bangkrut. Dari 2007-2010 perekonomiannya kehilangan lebih dari 16 trilyun US$. Rencana penyelamatan ekonominya tidak menuju ke manapun dan tiga teratas ‘tim penasihat ekonomi’-nya telah mengundurkan diri. Amerika telah mendapatkan salah satu catatan pengangguran tertinggi yaitu 17%, tertinggi dalam 45 tahun terakhir. Tiap bulan rata-rata 0.65 juta orang Amerika menjadi penganggur. 48 negara bagian Amerika secara teknis bangkrut. Utang per kapita-nya adalah salah satu yang tertinggi di dunia. Tiap warga negara Amerika memiliki 13 kali utang lebih tinggi daripada pendapatan mereka.

Cerita-cerita kesuksesan Amerika sebagai pemimpin global dalam menyelesaikan perselisihan, membawa kestabilan dalam berbagai wilayah hampirlah nol. Kepemimpinannya adalah yang paling tidak dihormati di dunia termasuk yang terkenal ‘Sepatu Bush’ yaitu mantan presiden George W. Bush. Faktanya, dia dianggap sebagai orang yang paling berbahaya di Planet, lebih berbahaya daripada Osama Bin Laden. Kepemimpinannya juga dikenal sebagai ‘Teroris No.1’ Dunia. Amerika juga adalah bangsa yang paling bangkrut secara moral, dengan salah satu yang terinfeksi AIDS tertinggi dan bangsa berpenghasilan tertinggi dari ‘pornografi remaja’!

Amerika sedang menjalani perang perpetual. ‘Perang Melawan Islam’ adalah namanya. Di dalam perang ini Amerika secara fisik tidak melawan militer formal satupun, melainkan para aktor non-negara seperti Taliban dan berbagai kelompok perlawanan di Irak. Bahkan Amerika adalah satu-satunya negara global yang tidak memenangkan satu perangpun dengan melawan militer formal. Vietnam adalah contohnya. Dan bahkan aspek lebih penting perang oleh Amerika adalah ideologis. Perang melawan ideologi berdasar ‘La ilaha il’lal-lahu Muhammadur Rasul’Allah’. Ini bahkan diklarifikasi oleh pernyataan G.W.Bush yang memberi sebutan perang ini sebagai ‘perang salib’ (crusade) sementara Obama berusaha membodohi opini global umat dengan secara hipokrit berkata, ‘we are not at war against Islam’ – ‘kita tidak sedang perang melawan Islam’. Ini adalah perang melawan waktu, sejarah dan keimanan terhadap Penguasa alam semesta, Allah Swt. Ini karena dengan keyakinan Islam murni, umat Islam melihat pembantaian keji, pembunuhan berdarah dingin, kebrutalan, pelanggaran kemuliaan para saudara dan saudari mereka di Iraq, Afghanistan, Palestina, Pakistan dan Kashmir dan di tempat lain sebagai pembantaian sistematis oleh orang-orang Barat yang dipimpin oleh USA. Di samping fakta nyata ini di lapangan, ummat Islam dengan jelas melihat para penguasa mereka seperti Erdogan, Husni Mubarak, Asif Ali Zardari, Susilo Bambang Y., Hamid Karzai, Maliki, Hasina, Khaleda, Raja Abdullah, Bashar Al Asad dan lain-lainnya bekerja sebagai boneka-boneka Amerika dan Barat dengan mengaplikasikan berbagai alat dan teknik untuk merasukkan penghinaan dan cercaan lebih jauh atas umat Islam. Umat Islam melihat secara terbuka aksi kriminal tutup mulut oleh para penguasa antek kriminal itu dalam perkara penjajahan Irak atau Afganistan, pelarangan Hijab, pembakaran Qur’an atau perendahan kehormatan Nabi Saw. Berbagai kejadian, keadaan, peristiwa itu memotivasi umat Islam untuk mencari perlindungan oleh Amir al-Mu’minun di bawah naungan Negara Khilafah Islam. Oleh karena itu, tantangan-tantangan global dominan yang dihadapi imperium Amerika sekarang adalah dari Umat Islam, yang 81%-nya1 mendukung kuat kembalinya negara Khilafah Islam, dikepalai oleh Amirul Mukminin seperti dahulu Abu Bakar r.a., Umar bin Khattab r.a., Utsman bin Affan r.a., dan Ali bin Abu Thalib r.a. Haruslah diperhatikan secara serius bahwa, hanya adanya keinginan dan ‘aspirasi politik’ untuk penyatuan dan Khilafah di pihak Umat Islam tanpa kehadiran nyata Negara Khilafah Islam, sudah membuat Amerika ketakutan, kehilangan akal sehat dan memaksanya untuk menganggap aspirasi ini sebagai faktor ‘ perhatian kebijakan luar negeri dan keamanan terbesar’ bagi Amerika dan para sekutu Baratnya.

1 Survei opini publik global - Global public opinion survey oleh University of Maryland, 2009.

Nyatanya dalam sebuah wawancara dengan BBC Radio 4, mantan kepala angkatan bersenjata Inggris penasihat Perdana Menteri Inggris David Cameron,  Jenderal Richard Dannatt mengakui bahwa; terdapat agenda Islamis yang jika tidak kita lawan dan kalahkan di Afghanistan Selatan atau Afghanistan, atau di Asia Selatan, maka jelas pengaruhnya akan berkembang. Ia bisa tumbuh pesat, dan ini adalah poin penting, kita bisa melihatnya bergerak dari Asia Selatan ke Timur Tengah ke Afrika Utara, dan ke penanda tinggi Khilafah Islam abad ke-14, ke-15’.

Oleh Karena itu, buku berjudul ‘Kemunculan Tata Dunia Baru’ ini telah ditulis dengan investigasi mendalam dan tuntas dan analisis berbagai artikel akademik, paper penelitian, polling opini global, pernyataan kebijakan dan manuver kebijakan Barat, kejadian global, geopolitik, informasi statistik, dan fakta-fakta dan angka-angka yang menunjuk pada realitas-realitas di atas. Ini menggarisbawahi bahwa, sementara Amerika menjadi ‘pria sakit’ dunia yang baru dan sementara Cina dan Rusia sedang memfrustasi Amerika untuk menjadi suatu kekuatan global, perubahan jelas dan mendasar sedang melaju cepat di dunia Islam, karena umat Islam melihat kemungkinan nyata untuk muncul sebagai negara pemimpin unik ideologis di dunia. Untuk mencapai penilaian objektif atas realitas global yang menonjol ini, buku ini berkonsentrasi pada faktor-faktor terpenting yang dibutuhkan untuk menjadi negara pemimpin nomor satu atau negara global terdepan. Pemeriksaan faktor-faktor krusial semacam itu menunjukkan bahwa ketersediaan katalis-katalis itu di dunia Islam membuatnya suatu realitas tak terhindarkan bahwa dunia akan sekali lagi menyaksikan bangkitnya ‘Negara Khilafah Islam’.
  
 Kemunduran Barat Amerika - Kemajuan Islam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda