Jumat, 01 Juli 2011

Jumlah Tenaga Kerja dan Ukuran Besar Pasar Domestik Dunia Islam - Negeri-Negeri Muslim

  Jumlah Tenaga Kerja dan Ukuran Besar Pasar Domestik Dunia Islam - Negeri-Negeri Muslim


Tenaga Kerja dan Pasar Domestik


Tabel: Tenaga Kerja Global dalam Juta, 2009 [CIA Fact books]
Diagram: Distribusi Tenaga Kerja Global, 2009

Akhirnya 2 faktor penting lainnya bagi suatu perekonomian untuk tumbuh adalah sumberdaya manusianya dan pasar domestik yang substansial.

Melihat pada kondisi dunia Islam, dunia Islam memiliki tenaga kerja terbesar di kategori usia 15-50 tahun. Memanglah untuk membahanbakari ekspansi ekonomi, mencapai produksi berbiaya rendah, dan keunggulan kompetitif (competitive advantage) dalam pasar; adalah penting bahwa, salah satu faktor produksi vital yaitu tenaga kerja tersedia melimpah di dalam negeri. Hari ini komunitas Eropa cemas karena kebanyakan negara-negara anggota Uni Eropa akan melihat penurunan dalam ukuran populasi mereka karena tingkat pertumbuhan populasi negatif. Mereka juga akan punya masalah populasi menua seperti Jepang. Ide kompetensi biaya produksi telah menegaskan kebutuhan untuk mendapat sumber tenaga kerja murah oleh berbagai perekonomian terbesar dunia. Ini jelas menegaskan peran tenaga kerja dalam pembangunan ekonomi. Selain itu, masuknya arus imigrasi di Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara Eropa juga menggarisbawahi seberapa putus asa negara-negara itu untuk mempertahankan jumlah tenaga kerja yang besar untuk kebutuhan produksi industri mereka.

Memanglah dunia Islam memiliki anugerah tenaga kerja yang sangat besar. Namun, adalah suatu ironi bahwa, potensi besar tenaga kerja ini  sejauh ini tidak bisa digunakan untuk membahanbakari industrialisasi dan pembangunan ekonomi. Para penguasa pembohong dan represif dunia Islam mengabaikan apa yang dimiliki resep ekonomi Nabi Saw. yang kontras dengan menciptakan pengangguran massal dengan mengikuti resep beracun ekonomi Barat yang menciptakan ketergantungan dan deindustralisasi. Memanglah sekali kembalinya Negara Khilafah telah sempurna, Negara Khilafah Islam akan mempunyai 17.23% tenaga kerja global di dunia sementara China dan India mengikuti dengan hanya 2.57% dan 1.667% secara berurutan. Di tahap saat ini Indonesia, Bangladesh dan Pakistan yang merupakan tempat-tempat yang mungkin bagi kembalinya Negara Khilafah Islam memiliki tenaga kerja ke-4, ke-8, dan ke-11 secara berurutan dalam statistik global.

Selain itu, Negara Khilafah Islam akan terdiri dari 23% populasi global dari konsumen global, yang merupakan satu faktor utama untuk membahanbakari pertumbuhan ekonomi dalam mencapai industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi secara internal.

Adalah ironis bahwa, meski memiliki sedemikian banyak potensi ekonomi dan industri, hari ini dunia Islam yang terfragmentasi 57-bagian bukanlah pemimpin dalam kue global supremasi ekonomi. Dalam berbagai dimensi kondisi ekonomi hari ini dalam dunia Islam bisa dikarakterisasi sebagai lemah, bangkrut dan frustasi. Sebagai contoh:

§  Malaysia berada pada posisi ke-19 sementara Turki pada ke-29 dalam skala untuk mengukur pembangunan infrastruktur industri yang didefinisi sebagai tingkat hingga mana pembangunan dasar teknologi, sains dan sumberdaya manusia memenuhi kebutuhan-kebutuhan bisnis dan industrialisasi, (IMD International, 2008). Hal ini belum mempertimbangkan fakta-fakta dan diagram-diagram di atas yang menunjukkan supremasi dunia Islam dalam ketersediaan hampir semua sumberdaya alam kunci untuk menjadi satu raksasa ekonomi.

§  Menurut Porter, Michael E. dan Scott Stern dari National Innovative Capacity dan juga global competitiveness report, yang mengukur kompetensi bisnis, inovasi dan potensi untuk maju, tidak satu aristokrat-pun sekarang ini bisa ada di 20 besar meskipun fakta bahwa, dunia Islam telah dikaruniai oleh Allah Swt. dengan banyak sumberdaya dan kemampuan.

§  Dalam hal produktivitas hasil ekonomi keseluruhan, suatu pengukuran pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di dunia hari ini, tidak satu tanah Muslim-pun yang bisa ada di daftar 30 besar. Malaysia dengan suatu cara bisa di posisi ke-37 sementara Turki sekular berdiri di posisi ke-38. Memanglah pemisahan dari Negara Khilafah Islam dan menjadi Turki sekular telah memerosotkan Turki dari posisi nomor 1 ketika selama tahun 1800-an ke tingkat hari ini!


Jumlah Tenaga Kerja dan Ukuran Besar Pasar Domestik Dunia Islam - Negeri-Negeri Muslim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda