Jumat, 01 Juli 2011

Kemampuan Militer Dunia Islam - Kemampuan Angkatan Bersenjata Negeri-Negeri Muslim

Kemampuan Militer Dunia Islam - Kemampuan Angkatan Bersenjata Negeri-Negeri Muslim



Kemampuan Militer Dunia Islam


Bagi bangsa manapun kemampuan militer hari ini secara garis besar dibagi menjadi tiga area utama. Itu termasuk Pasukan Darat, Pasukan Udara dan Pasukan Laut.
Dalam hal karakteristik umum dari berbagai kemampuan militer, menurut suatu laporan 2008 dunia Islam punya lebih banyak orang yang cocok untuk pelayanan militer. Faktanya hanya 5 negara paling kuat di dunia Islam (Pakistan, Indonesia, Mesir, Iran dan Turki) yang memiliki hampir dua kali lipat (217.67 juta) populasi yang cocok untuk militer dibandingkan dengan yang dimiliki oleh kekuatan global saat ini yaitu Amerika Serikat (118 juta). Satu diskusi singkat tentang posisi komparatif kemampuan militer dunia Islam direpresentasikan oleh 5 tanah Muslim yang paling kuat melawan AS telah dipertimbangkan untuk menjelaskan realitas Umat Islam untuk menjadi satu-satunya kekuatan global dunia di tahun-tahun yang akan datang dengan terbitnya negara Khilafah Islam yang benar.
§  Mengenai Pasukan Darat, di tahun 2008 AS mempunyai 29.920 senjata berbasis darat sedangkan dunia Islam yang diwakili hanya oleh 5 negara punya hampir ekuivalen 27.519 senjata berbasis darat.
Selain itu, data yang agak tua tahun 2001 menunjukkan bahwa AS punya 5.178 artileri tarik dibandingkan 9.333 artileri tarik di dunia Islam. Amerika Serikat punya 7.851 tank dibanding 8.704 tank dunia Islam. Terlebih lagi, selain dari 5 negara itu, Syria punya 4.100 tank, Bangladesh punya 1.980 tank, Kazakhstan punya 1.266, Yaman punya 1.250, Yordania punya 1.179, KSA punya 1.055, Algeria punya 950, Maroko punya 871, Libya punya 800, dan negeri-negeri Muslim lainnya punya tank konvensional maupun yang canggih. Dunia Islam diwakili oleh 5 negara (Pakistan, Indonesia, Mesir, Iran dan Turki) mempunyai 3.300 pengangkut-bersenjata tentara, 2.012 sistem roket jamak, 13.118 motor, 13.687 senjata kendali anti-tank, 5.779 senjata anti-pesawat. Selain itu, Iran, Turki dan Pakistan bisa memproduksi tank-tank modern dan tingkat lanjut.

§  Mengenai Pasukan Udara, Amerika Serikat punya 18.169 pesawat dibanding dengan 5 negara Muslim utama yang totalnya 3.536 pesawat. Selain itu, AS punya 4.593 helikopter dibanding 1.055 helikopter dunia Islam yang diwakili oleh Pakistan, Indonesia, Mesir, Iran dan Turki. Meskipun negeri-negeri Muslim yang lain seperti Bangladesh, KSA, Libya dll. punya beberapa ribu jet tempur, tetap saja dunia Islam tertinggal di area ini. Namun, bisa dikatakan bahwa, negara-negara seperti Iran bisa memproduksi jet tempur seperti ‘HESA Azarakhsh’ yang telah dikembangkan hingga generasi ke-5, sementara yang terakhir ‘HESA Saeqeh’ punya daya jangkau 3000 km. Pengebom-pengebom tempur itu punya kemampuan untuk melacak pesawat musuh, terlibat pertarungan, membidik lokasi di darat, dan mengangkut serangkaian senjata dan amunisi 4 . Pakistan Aeronautical Complex – Komplek Aeronautika Pakistan juga telah mengembangkan MFI-17 Mushshak yang digunakan sebagai pelatih oleh pasukan udara Pakistan. Fasilitas itu juga melakukan pemeliharaan pada berbagai jet tempur seperti F-16 dan Dassault Mirage 5. Pakistan dan Cina bersama-sama mengembangkan JF-17 Thunder (jet tempur generasi ke-4). Pakistan juga telah menciptakan misil jarak jauh yang bisa membawa hulu ledak nuklir. Selain itu Turki mampu memproduksi jet tempur F-35, helikopter. Terlebih lagi, Turki bisa memproduksi drone – pesawat tanpa awak dan juga memiliki teknologi perangkat lunak yang sangat modern hingga ke standar global.



§  Mengenai Pasukan Laut, dunia Islam memiliki sekitar 400 kapal angkatan laut dibandingkan AS total 1.559. Namun, kekuatan kapal dagang dunia Muslim ada lebih dari 4 kali lebih tinggi daripada yang dimiliki Amerika Serikat.

Selain itu, hanya 5 negeri Muslim utama yang punya 27 pelabuhan utama termasuk selat Malaka, selat Hormuz, Terusan Suez, Teluk Bengal, Tanduk Afrika, selat teluk Bosphorus dan Persia. Tempat-tempat itu bisa menyediakan kesempatan unik untuk mengendalikan lokasi-lokasi geostrategis dunia untuk angkatan laut di bawah kepemimpinan masa depan Negara Khilafah Islam. Faktanya sewaktu kembalinya Negara Khilafah Islam, dunia Islam bisa dengan mudah mengambil kendali rute-rute bisnis dunia dan kendali penuh Laut India karena terletak di batas Bangladesh, Pakistan, dan Indonesia. Selain itu dunia Islam bisa punya kendali penuh atas Mediterrania, Teluk Persia dan Laut Merah juga.

Terlebih lagi dunia Islam punya sekitar 33 kapal selam dibandingkan 50 kapal selam AS. Dunia Islam punya jumlah frigate – kapal perang medium yang ekuivalen, dua kali jumlah kapal patroli dan pantai, dan dua kali jumlah kapal amfibi dibanding kekuatan global sekarang Amerika Serikat per statistik 2007. Selain itu, baik Pakistan maupun Turki bisa memproduksi kapal selam. Tapi dunia Islam tidak punya kapal tempur penghancur – destroyer dan pengangkut pesawat yang penting di dunia hari ini. Namun, selisih ini bisa dengan mudah disingkirkan oleh kemampuan dunia Islam mempertahankan kehadiran pada skala global di berbagai benua melalui jangkauan geografisnya sendiri.

Memanglah kemampuan militer dunia Islam adalah ancaman konstan bagi Amerika Serikat. Perhatian Amerika telah mengganda dengan tes senjata nuklir di Pakistan. Memang salah satu tempat yang paling mungkin untuk kembalinya Khilafah yaitu Pakistan adalah negara nuklir. Misil-misil balistik Pakistan bisa membawa hulu-hulu ledak nuklir. Iran juga telah menguasai teknologi nuklir. Libya dicurigai memiliki hulu-hulu ledak nuklir. Turki di bawah perjanjian NATO yang sekarang mempunyai lebih dari 90 hulu ledak nuklir B-61. Yang 50 di antaranya disimpan di Incirlik Air Base – Basis Udara Incirlik, dan 40 lainnya di bawah kepemilikannya dan hulu-hulu ledak itu dipelihara oleh angkatan bersenjata Turki. Selain itu, Kazakhstan punya reaktor nuklir yang dinamai reaktor nuklir BN-350 di Aktau, didesain dan cocok untuk memproduksi senjata bertaraf plutonium. Meskipun di November 1997 Presiden Nursultan Nazarbayev menandatangani perjanjian-perjanjian dengan A.S. untuk memberikan bahan bakar yang terpakai di reaktor ini ke pengawasan IAEA, tetap saja reaktor ini ada di Kazakhstan. Terlebih lagi, baik Iran dan Pakistan telah mengembangkan misil-misil balistik antar benua juga misil-misil jangkauan jauh yang mampu melintasi jarak sekitar 2000-3000 km. Dan dengan populasi muda  yang besar yang berkemampuan pelayanan militer dan dengan sumberdaya-sumberdaya energi besar, logistik yang tersedia, Negara Khilafah Islam bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan militer apapun dalam hitungan bulan dengan ‘kebijakan industri militernya’.

Kemampuan Militer Dunia Islam - Kemampuan Angkatan Bersenjata Negeri-Negeri Muslim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda