Jumat, 01 Juli 2011

Kebencian Terhadap Amerika Terus Tumbuh di Dunia Islam

Kebencian Terhadap Amerika Terus Tumbuh di Dunia Islam



Efek-Efek Pasca 9/11


Kerja untuk Khilafah di seantero dunia
Keinginan dan permintaan akan Negara Khilafah telah tumbuh secara luar biasa di dunia Islam selama 10 tahun terakhir khususnya setelah serangan “teroris” pada 9/11. Pasca 9/11 telah menyingkap muka Amerika sebenarnya kepada Umat Islam. Penjajahan demokratis (legal secara demokrasi) di Afghanistan dan Irak telah sangat mempengaruhi sentimen Umat Islam. Selain itu, kedua invasi itu telah membongkar topeng para pengkhianat di tanah Muslim seperti Musharraf, Mubarak, Abdullah, Maliki, Karimov, Hasina, Bashar, dll. Akibatnya, Umat Islam terus berlanjut mulai memeluk seruan persatuan, Khilafah dan Syariah di tanah-tanah Islam.

Sungguh kerja untuk Negara Khilafah Islam oleh Umat Islam yang dipimpin oleh Hizbut Tahrir telah memaksa Barat untuk melupakan label menyebut Kaum Muslimin berdasarkan nasionalisme. Melainkan, mereka sekarang menyebut Kaum Muslimin yang menginginkan penyatuan dan Khilafah sebagai ‘para radikal dan ekstrimis’ untuk menembus garis-garis batas. Namun, kutukan para pengutuk tidak menghambat para politisi ikhlas Khilafah di seantero Umat Islam.

Faktanya di 2007 Hizbut Tahrir Indonesia telah mempertemukan massa lebih dari 100.000 orang dalam salah satu stadion terbesar di dunia, di kota Jakarta untuk konferensi Khilafah global, di mana para partisipan lebih dari 60 negara menyuarakan opini mereka untuk Khilafah. Kemudian di 2009, Konferensi Khilafah Ulama Global di Jakarta telah menyaksikan lebih dari 6.000 ulama Islam dari setiap negeri Muslim bergabung dan mengulang sumpah mereka untuk bekerja untuk mendirikan kembali Khilafah menurut metode kenabian yang diikuti Hizbut Tahrir tanpa penyimpangan sejak 1953.

Selain itu, jika kita lihat opini Umat Islam, adalah bukti yang jelas bahwa, kerja tahap 1 dan tahap 2 (sesuai metodologi Nabi Saw. untuk Khilafah) telah sangat direalisasi oleh perjuangan politik partai ini. Sungguh segala puji milik Allah Swt., yang telah memberikan kebaikan di dalam Umat. Alhamdulillah Umat Islam hari ini tidaklah sama dengan 20 atau 30 tahun silam!!

Oposisi Terhadap Amerika sedang Tumbuh di Dunia Islam


§  Satu survei di 25 Februari 2009 oleh University of Maryland di Amerika Serikat menemukan bahwa, Kaum Muslimin mengekspresikan permusuhan mereka terhadap kehadiran militer Amerika di negeri-negeri Muslim. Ditanyakan tentang apakah Umat Islam menyetujui tujuan untuk “penggusuran kehadiran Amerika Serikat dan basis-basisnya dan pasukan militernya dari semua negeri Islam,” mayoritas besar mendukung tujuan ini termasuk 87 persen di Mesir (83% sangat setuju), 64 persen di Indonesia (21% sangat setuju), dan 60 persen di Pakistan (38% sangat setuju). Pada Desember 2006 72 persen mendukung tujuan ini (37% sangat setuju) di Maroko ketika ditanyakan pertanyaan ini.

§  Survei yang sama ditanyakan khususnya tentang pasukan angkatan laut Amerika Serikat berbasis di Teluk Persia. Survei itu

Kebencian Terhadap Kaum Muslimin
Paper untuk Para Pembaca: Maaf karena Menggambarkan Kaum Muslimin sebagai Manusia
Time Tuned 14 September 2010
Pertama, adalah ofensif dan tidak sensitif membangun suatu Islamic center berjarak dua blok dari Ground Zero. Sekarang adalah ofensif dan tidak sensitif mempublikasikan foto-foto Kaum Muslimin Amerika dengan damai beribadah, pada atau di sekitar 9/11.
The Portland Press Herald telah meminta maaf kepada para pembacanya karena mempublikasikan gambar-gambar Kaum Muslimin merayakan akhir Ramadhan, yang tahun ini bertepatan dengan ulang tahun 9/11.

menemukan permusuhan luas di seantero dunia Islam, meski itu paling kuat di Timur Tengah. Para responden di 8 negeri Muslim ditanya “secara keseluruhan, apakah anda pikir memiliki pasukan angkatan laut Amerika Serikat berbasis di Teluk Persia adalah ide bagus atau ide buruk?” Rata-rata, 66 persen mengatakan itu adalah ide buruk; hanya 13 persen menyebutnya ide bagus. Permusuhan adalah paling luas di Mesir (91%) dan di Palestina (90%), diikuti Turki (77%), Yordania (76%), Azerbaijan (66%), dan Indonesia (56%). Di Pakistan permusuhannya lebih rendah (45%) tapi hanya 1 persen mengatakan itu adalah ide bagus.

Selain itu, rata-rata, 71 persen mayoritas di Timur Tengah tidak setuju adanya basis-basis Amerika Serikat di Teluk; hanya 14 persen setuju. Persepsi ini adalah yang paling kuat di antara bangsa-bangsa di dalam atau di dekat Timur Tengah – 83 persen di teritori orang-orang Palestina; 77 persen di Mesir dan Azerbaijan; 74 persen di Turki; dan 71 persen di Yordania.

§  Selain itu survei itu menemukan mayoritas luas percaya bahwa, Amerika Serikat berusaha “untuk memperlemah dan memecah belah dunia Islam”, dan keyakinan ini tampak setidaknya sama kuat sekarang ini dengan dua tahun yang lalu. Di Mesir 87 persen mengatakan mereka pikir ini adalah tujuan Amerika Serikat (82% pasti itu tujuannya). Di Indonesia, 62 persen mengatakan hal yang sama, meski mereka kurang kategorikal tentang itu (22% pasti itu tujuannya). Di Pakistan, 74 persen mengatakan itu adalah tujuan Amerika Serikat (55% pasti). Di akhir 2006, 76 persen orang Maroko mengatakan itu adalah tujuan Amerika Serikat (49% pasti). Pertanyaan ini juga ditanyakan di empat bangsa Muslim lainnya. Mayoritas luas di manapun melihat ‘melemahkan dan memecah belah Islam’ sebagai tujuan Amerika Serikat: 82 persen di teritori orang-orang Palestina, 82% di Turki, 80 –persen di Yordania, dan 65% di Azerbaijan.
 Kebencian Terhadap Amerika Terus Tumbuh di Dunia Islam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda