Jumat, 01 Juli 2011

Umat Islam Mendukung Khilafah dan Syariah - Persatuan Kaum Muslimin Sedunia

Umat Islam Mendukung Khilafah dan Syariah - Persatuan Kaum Muslimin Sedunia



Umat Islam Mendukung Persatuan, Khilafah dan Syariah


Memanglah Barat telah gagal dalam usaha mereka untuk menghentikan partai-partai seperti Hizb ut-Tahrir untuk menyebarkan pesan Khilafah, persatuan dan Syariah. Penindakan paling brutal dan paling keji dalam opresi di setiap tanah Muslim melawan perjuangan politik dan seruan untuk Khilafah malah menjadi kontraproduktif.

§  Satu survei pada 25 Februari 2009 oleh University of Maryland menemukan dukungan luas untuk persatuan politik di antara Umat Islam, menginginkan Khilafah dan Syariah sementara meningkatnya permusuhan melawan kekerasan. Di 2009 mengenai dukungan tujuan jangka-panjang untuk pemerintahan Islam yaitu “untuk mempersatukan semua negara Muslim menjadi satu negara Islam tunggal atau Khilafah”, 70 persen di Mesir, 69 persen di Pakistan, 51 persen di Indonesia mendukung tujuan ini. Di akhir 2006, 71% di Maroko bersetuju juga dengan ini. Perkara penting lainnya adalah “untuk mengharuskan penerapan tegas hukum Syariah di setiap negeri Muslim”; di Mesir 81% mengatakan mereka setuju dengan tujuan ini. Di Pakistan responnya mirip di angka 76%; di Indonesia 49% mendukungnya dibandingkan 42% yang tidak setuju. Di Maroko di akhir 2006, 76% mendukung agenda ini.

§  Ketika ditanyakan apakah mereka setuju dengan tujuan “untuk menjaga nilai-nilai Barat tetap di luar negeri-negeri Islam,” mayoritas di Mesir, Indonesia dan Pakistan mengatakan mereka setuju, sebagaimana angka kesetujuan mereka di 2007 (88% di Mesir, 76% di Indonesia, 60% di Pakistan). Di Maroko di akhir 2006, 64% setuju dan 21% tidak setuju. Namun, tidak ada negeri yang disurvei di 2008 yang tidak setuju dengan tujuan ini lebih dari 14%. Demikian pula, mayoritas di tiga negeri itu berlanjut mendukung tujuan ini “untuk menantang Amerika dan memperkuat martabat Umat Islam”, 86% orang Mesir, 69% orang Indonesia, dan 56% Pakistan setuju dengan tujuan ini (di Pakistan 30% tidak menjawab). Tidak ada yang tidak setuju lebih dari 15% di 2008. Di 2006, orang-orang Maroko setuju dengan tujuan ini dengan 69 persen setuju dan 19 persen tidak setuju.

§  Akhirnya di Mesir 81% menyatakan mereka setuju dengan fakta bahwa tujuan “penerapan tegas hukum Syariah di setiap negeri Islam”, 65% sangat setuju sementara hanya 12% tidak setuju. Orang-orang Pakistan juga mirip dengan 76% menyetujui tujuan ini (52% sangat setuju); 5% tidak setuju. Orang-orang Indonesia, namun demikian, yang setuju hanya mayoritas kecil: 49% mendukung tujuan ini, sementara 42% tidak setuju. Di Maroko di akhir 2006, 76% setuju dengan tujuan ini.

Para Wanita Muslimah juga Menginginkan Khilafah dan Syariah


Menurut polling New York Times yang dilakukan oleh The Gallup Organization menemukan bahwa, para wanita Muslimah tidak memandang diri mereka sendiri tertindas. Di suatu wawancara yang dilakukan empat mata di 8 negara Muslim utama menyatakan bahwa, ‘mayoritas responden tidak berpikir mengadopsi nilai-nilai Barat akan menolong kemajuan politik dan ekonomi dunia Islam.’

§  Selain itu survei itu menemukan bahwa, para wanita Muslimah menyuarakan perhatian mereka tentang ‘pembusukan umum karakter moral dan degradasi para wanita di Barat’ sebagai faktor utama yang dibenci. Mayoritas besar wanita yang disurvei di setiap negeri mengatakan “keterikatan dengan nilai-nilai moral dan spiritual” sebagai aspek terbaik masyarakat mereka sendiri. Di Pakistan, 53% wanita yang disurvei menyatakan keterikatan pada keyakinan religius mereka adalah sifat negeri mereka yang paling disukai. Demikian juga, di Mesir, 59% para wanita yang disurvei mengatakan cinta agama mereka adalah aspek terbaik.

§  Selain itu, ketika ditanya apa yang paling mereka benci tentang masyarakat mereka sendiri, mayoritas wanita Muslimah yang disurvei mengatakan bahwa, “kurangnya persatuan di antara bangsa-bangsa Muslim, ekstrimisme kekerasan (eksporan Barat), dan kerusakan politik dan ekonomi adalah perhatian utama mereka”. Sungguh untuk semua perkara ini demokrasi sekular Barat, kolonialisasi, dan sistem ekonomi kapitalis adalah yang bekerja sebagai akar penyebabnya. Kembalinya Negara Khlafah Islam hanya akan mengakhiri krisis ini.

§  Selain itu, di 2010 para wanita Muslimah di Jakarta mengadakan ‘Konferensi Khilafah Internasional Muslimah – Muktamar Mubalighah di Jakarta’ di mana lebih dari 6.000 wanita para profesional, pelajar, pemimpin masyarakat sipil bergabung dengan konferensi dan menyuarakan dukungan untuk perubahan proses politik di tanah-tanah Muslim. Di tahun yang sama, para wanita Muslimah ‘Ukraina’ mengadakan ‘Konferensi Khilafah’ besar di mana lebih dari seribu wanita dari semua sendi kehidupan bergabung di konferensi itu. Selain itu seruan untuk Khilafah menjadi semakin lantang di antara para wanita di Timur Tengah, Pakistan, Afrika, dan juga di antara Muslimah yang tinggal di Barat.

 Umat Islam Mendukung Khilafah dan Syariah - Persatuan Kaum Muslimin Sedunia
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda