Jumat, 01 Juli 2011

Sebab Alasan Ketertinggalan Umat Islam Dalam Berbagai Bidang - Para Penguasa Antek Barat

Sebab Alasan Ketertinggalan Umat Islam Dalam Berbagai Bidang - Para Penguasa Antek Barat



Alasan Ketiga: Para Penguasa Budak Barat


Sebelum mengutip ayat apapun dari Qur’an yang mulia atau Hadits apapun dari Sunnah Rasulullah Saw., mari kita amati daftar berikut ini. Pembaca yang budiman, bisakah kamu mengenali mereka? Mereka adalah semua penguasa Muslim. Tapi tahukah kamu apa yang paling mereka cintai? Kepada siapa loyalitas dan kepatuhan mereka? Kepada siapa mereka punya iman mereka? Memanglah itu adalah para tuan kolonial Kafir mereka.

Umat Islam memahami siapa mereka, di mana loyalitas mereka, apa sumber-sumber kekuatan mereka, dan apa tujuan yang mereka ingin capai. Memanglah dengan memperhatikan pernyataan-pernyataan berikut dengan sangat cermat kita bisa memahami realitas mereka dengan lebih jelas.

§  Peter de la Billiere, komandan Inggris dalam Perang Teluk pertama, secara eksplisit menjelaskan pentingnya menjaga para diktator itu tetap berkuasa di dunia Islam. dia membicarakan kebutuhan untuk memelihara rezim Saudi: “Sebagaimana kita, Inggris telah mendukung sistem kekuasaan syeikh sejak kembalinya kita sendiri dari Teluk di awal 1970, dan melihatnya makmur, kita ingin bahwa itu terus berlanjut. Arab Saudi adalah teman lama kita dan telah terbukti … jadi itu adalah benar-benar dalam kepentingan-kepentingan kita bahwa negara itu dan rezimnya harus tetap stabil setelah perang. 28
28 Dari suatu buklet berjudul ‘Supporting Dictatorship and Tyranny: Traditional Tools in Western Foreign Policy’ – telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia di insidewinme.blogspot.com ‘Mendukung Kediktatoran dan Tirani: Alat-Alat Tradisional dalam Kebijakan Luar Negeri Barat’ oleh Hizb ut Tahrir Britain. Page 23-24


§  Di 1985 Joint Intelligence Committee – Komite Intelijen Gabungan Inggris mengatakan bahwa “Pemeliharaan kepentingan-kepentingan kita di negara-negara Teluk Persia bergantung pada kestabilan berlanjut di area itu. Di saat ini hanya para penguasa bisa menyediakan ini. Tidak ada rezim-rezim alternatif dalam pandangan, selain rezim-rezim yang bisa menyediakan kestabilan di mana pemeliharaan kepentingan-kepentingan Inggris bergantung. Kegagalan untuk mendukung siapapun dari penguasa itu akan melemahkan keyakinan yang lain-lainnya dalam kemampuan dan kemauan kita untuk melindungi mereka. Adalah atas keyakinan ini bahwa posisi spesial kita di Teluk utamanya berada. 29
29 Nationalist and radical movements in the Arabian Peninsula – Gerakan-Gerakan Nasionalis Dan Radikal di Semenanjung Arab, 10 February 1958, Public Record Office, CAB 158/31


§  Craig Unger, seorang penulis dan jurnalis Amerika yang baru-baru ini menulis buku berjudul ‘The Fall of the House of Bush’ berkomentar tentang hubungan antara Amerika Serikat dan Arab Saudi sebagai “Belum pernah dalam sejarah seorang presiden Amerika Serikat – dan aku benar-benar menunjuk pada kedua Presiden Bush – punya hubungan begitu dekat dengan kekuatan asing … kita punya pakta dengan Saudi Arabia dalam suatu hubungan 40 tahun yang lalu … kita dapat minyak, kita jual kepada mereka senjata-senjata, dan bagian dari pakta adalah kita tidak melihat terlalu dekat pada apa yang sebenarnya terjadi di Arab Saudi.”


§  Selain itu pada pidato di depan mantan Putra Mahkota Abdullah Arab Saudi di London tahun 2000, membicarakan tentang Raja Fahd bin Abdul Aziz, Tony Blair bilang bahwa dia adalah seorang “pria bervisi dan kepemimpinan besar”.


§  Obama di 2009 mengunjungi Timur Tengah termasuk Mesir, Turki, dan Arab Saudi. Ketika dia mengunjungi Arab Saudi, Mesir dan Turki Obama menolak mengkritik kediktatoran itu, malah memilih memuji raja KSA untuk ‘kebijaksanaan dan kedermawanannya’. Dalam wawancara dengan BBC sesaat sebelum perginya dia ke Timur Tengah, Justin Webb BBC menanyai Obama secara langsung, “Apakah kamu menilai Presiden Mubarak sebagai seorang penguasa otoritarian?” Obama menjawab “Tidak … aku cenderung tidak menggunakan label-label orang rusak”. Dia juga mendeskripsikan Mubarak sebagai suatu “kekuatan untuk stabilitas di kawasan itu”.


§  Kenneth Michael Pollack adalah seorang mantan analis dan ahli intelijen CIA ternama tentang urusan-urusan politik dan militer Timur Tengah. Dia telah melayani di staf National Security Council -  Dewan Keamanan Nasional dan telah menulis beberapa artikel dan buku mengenai hubungan-hubungan internasional. Di 2004, bukunya, ‘The Persian Puzzle: The Conflict between Iran and America – Teka-Teki Persia: Konflik antara Iran dan Amerika’ telah mendetailkan tentang hubungan-hubungan Iran-USA di balik tabir retorika publik yang terkenal dan mengatakan bahwa setelah invasi AS ke Afghanistan “Mereka [orang-orang Iran] juga menyediakan asistensi cukup besar untuk Operation Enduring Freedom. Tehran menawarkan membolehkan pesawat transport Amerika untuk lepas landas dari lapangan-lapangan udara di Iran timur untuk memandu operasi-operasi di Afganistan barat. Ia setuju untuk melakukan misi-misi cari-dan-selamatkan untuk para penerbang yang diturunkan yang jatuh melalui Iran … Orang Iran berdialog dengan Aliansi Utara dan membantu meyakinkannya bahwa Washington sangatlah serius dan bahwa oleh karenanya Aliansi Utara harus berpartisipasi penuh dalam usaha perang Amerika 30 .”
30 Kenneth Michael Pollack (2004) The Persian Puzzle: The Conflict Between Iran and America – Teka-Teki Persia: Konflik Antara Iran dan Amerika, Random House, 2004, ISBN 1-400-06315-9.


§  Akhirnya di November 2001, Tony Blair menyambut kepala junta militer Pakistan, Jenderal Musharraf, dengan mengatakan “Jadi, Pak, terima kasih banyak atas dukunganmu dan bantuanmu dan sekali lagi biarkan saya mengulang sambutan sangat hangat kami untukmu di sini.”

 Sebab Alasan Ketertinggalan Umat Islam Dalam Berbagai Bidang - Para Penguasa Antek Barat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda